Tinggalkan Sistem dan Ideologi Kapitalisme - Sekuler Tanpa Ragu! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, February 7, 2020

Tinggalkan Sistem dan Ideologi Kapitalisme - Sekuler Tanpa Ragu!


Mahfud Abdullah (Dir. Indonesia Change)


"... إن كانت الدولة غير مبنية على فكر أساسي فإن ذلك يسهل أمر القضاء عليها، ويكون ليس من الصعب تحطيم كيانها وإنتزاع سلطانها، لأنها لم تبن على عقيدة واحدة ينبثق عنها وجودها فيكون من غير الصعب إزالتها.”

مؤسس حزب التحرير الشيخ العلامة تقي الدين

Jika negara tidak dibangun atas pemikiran yang mendasar (ideologi), negara itu akan gampang dihancurkan, tidak sulit untuk menghancurkan struktur bangunan negara itu dan mencabut kekuasaannya karena negara itu tidak dibangun atas dasar aqidah yang satu yang terpancar dari aqidah itu eksistensinya, maka tidak sulit  negara itu hancur/lenyap. (Syaikh Taqiyuddin An Nabhani).

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang luar biasa, yang disaksikan oleh umat manusia di berbagai bidang, termasuk yang berkaitan dengan energi dan berbagai sumbernya yang beragam, di antaranya yang terkait dengan air, pengeborannya dari bumi, dan desalinasi air laut, dengan semua yang kita lihat melalui akal pikiran manusia, serta kemajuan ilmu pengetahuan yang luas yang dihasilkannya, namun kita melihat kemiskinan terus meningkat, dan kita melihat masalah populasi yang bukannya membaik justru terus memburuk, sehingga akal pikiran manusia tidak dapat menyelesaikannya.

Sesungguhnya sistem Ekonomi Barat berpengaruh terhadap sistem pemerintahan. Menjadikan pemerintahan tunduk terhadap pemilik modal, bahkan bisa disebut pemilik modal-lah (para kapitalis) yang menjadi penguasa sesungguhnya dalam negara yang terikat dengan ideologi kapitalisme.

Sementara apa yang diklaim oleh ideolog kapitalisme bahwa masalah ekonomi adalah kurangnya sumber pemuasan untuk berbagai kebutuhan yang terus bertambah. Sehingga yang lahir dari mentalitas kaum kapitalis bahwa solusinya terletak pada peningkatan produksi. Namun klaim dan solusi mereka ini tidak memberi manusia selain kemiskinan yang terus memburuk.

Berdasarkan semua itu, artinya ada dua hal :

Pertama, ketidakmampuan pikiran manusia untuk membuat undang-undang, dan butuhnya manusia kepada pencipta manusia yang Mahakuasa, satu-satunya yang bisa membuat undang-undang, sehingga manusia bisa menjalankan hidupnya dan semua urusannya dengan baik. Allah SWT berfirman: "Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (TQS. Al-A'raf [7] : 96).

Kedua, kesalahan teori kapitalisme untuk masalah ekonomi, dan kesalahan dalam solusi mereka, yang merupakan solusi untuk orang kaya saja, bukan untuk manusia sebagai manusia. Sedang pandangan yang benar terhadap masalah ekonomi adalah ada dalam ideologi Islam yang diturunkan oleh Allah SWT, Pencipta manusia dan yang lebih mengetahui ciptaan-Nya. Dengan demikian, solusi yang tepat untuk masalah ekonomi ada dalam ideologi Islam itu sendiri.

Sesungguhnya, solusi yang tepat untuk masalah ekonomi bukanlah kurangnya alat pemuas dan bertambahnya kebutuhan, melainkan pada pendistribusian kekayaan di antara manusia. Allah SWT menciptakan manusia di bumi ini, dan di bumi ini pula Allah menciptakan kebutuhan hidupnya. Allah SWT memberitahukan bahwa Allah telah menempatkan di bumi ini alat pemuas yang cukup bagi semua manusia yang ada, sehingga tidak akan ada masalah jika pendistribusiannya baik. Allah SWT berfirman: "Katakanlah: Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa, dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam. Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya." (TQS. Fushshilat [41] : 9-10).

Migas, batubara, air dan listrik, keduanya adalah milik umum, dimana setiap orang memiliki hak atasnya, baik ia memiliki uang untuk mendapatkannya atau tidak, maka ia berhak atasnya berdasarkan undang-undang dari Allah SWT. Namun ideologi kapitalisme yang tengah berkuasa di tengah masyarakat, telah menjadikan hak itu hanya untuk yang memiliki uang saja. Sehingga ada individu-individu yang mengonsumsi makan dan minum secara layak, sementara ada jutaan orang dalam kemiskinan; dan ada puluhan juta mengkonsumsi ribuan watt listrik, sementara ada jutaan orang hidup dalam kegelapan.

Dunia kini mencari solusi, bagi kaum Muslim, solusi yang benar adalah berhukum dengan hukum Allah SWT dalam negara yang mengikuti cara-cara kenabian. Sebab hanya dengan ini saja, umat akan memperoleh semua kebutuhan mereka, seperti BBM, air, listrik, makanan, tempat tinggal, pakaian, keamanan, kesehatan, dan pendidikan, serta umat akan mendapatkan hak mereka dalam kepemilikan umum dari berbagai jenisnya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here