Wahai Kaum Muda, Bangkit, Terus Bergerak Serentak! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, February 16, 2020

Wahai Kaum Muda, Bangkit, Terus Bergerak Serentak!


Adam Syailindra (Forus Aspirasi Rakyat)

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِم﴾.

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri". (TQS ar-Ra'du [13]: 11).

Tampaknya kian hari banyak orang - orang yang berpendapat terhadap realitas rezim demokrasi kapitalis yang kian menyengsarakan rakyat, dari sisi rezim itu merupakan rezim sekuler yang menjadi pengikut Barat, yang tegak berdasarkan asas rancu berupa ide-ide nasionalisme dan patriotisme, di bawah slogan palsu perlawanan dan oposisi, memaksakan hukum buatan manusianya terhadap masyarakat dengan tangan besi dan membentuk salah satu pilar kontrol masyarakat internasional yang tidak adil terhadap belahan bumi yang diberkahi ini dari negeri kaum Muslim.

Barat pada umumnya dan AS pada khususnya sesungguhnya sadar, tantangan mereka pasca sosialisme adalah ideologi Islam. Ideologi agung ini memang baru dalam tahap persiapan implementasi, belum terimplementasi secara nyata dalam sebuah negara (Khilafah). Meski demikian, ini sudah cukup bagi Barat untuk menyadari adanya ancaman ideologis yang amat serius dan mematikan bagi mereka.

Kekhawatiran Barat terhadap Khilafah inilah yang melatarbelakangi serangkaian konspirasi, strategi dan kebijakan politik luar negeri mereka untuk mencegah Khilafah berdiri kembali. Barat sadar, jika Khilafah benar-benar berdiri, kemudian mempersatukan umat Islam sedunia dengan segenap potensi dan kekuatan yang mereka miliki, dapat dipastikan hegemoni dan kepentingan Barat akan hancur, tak hanya di Dunia Islam, tetapi bahkan di seluruh dunia.

Konspirasi atau strategi Barat untuk mencegah Khilafah tersebut terwujud dalam berbagai kebijakan politik luar negeri yang senantiasa menjadikan kaum Muslim sebagai sasaran tembak dan korban. Hal ini dapat dilihat dari Perang Teluk II saat AS dan koalisinya menyerang Irak—setelah Irak menginvasi Kuwait tahun 1991—serta memblokade Irak 8 tahun sesudahnya. Kemudian invasi AS ke Afganistan, Irak dan Somalia pada dekade lalu. Bahkan dalam perkembangan terakhir "Musim Semi Arab", khususnya dalam Revolusi Suriah sejak tahun 2011, terlihat sekali bagaimana AS berkonspirasi secara global untuk mencegah tegaknya Khilafah.

Berbagai konspirasi musuh niscaya gagal, janji Allah SWT bahwa umat Islam akan berkuasa dengan Khilafah (QS an-Nur [24]: 55) dan sabda Rasulullah saw., "...kemudian akan muncul kembali Khilafah yang mengikuti jalan kenabian." (HR Ahmad).

Ini jelas merupakan faktor yang tak boleh dilupakan oleh umat Islam. Pasalnya, faktor ini sesungguhnya berpangkal pada keimanan yang merupakan kekuatan spiritual (al-quwwah al-ruhiyyah) yang amat dahsyat, yang jauh lebih unggul daripada kekuatan mental (al-quwwah al-ma'nawiyyah) dan kekuatan fisik/materi (al-quwwah al-maaddiyyah). Dengan faktor ini, bagaimanapun lemah dan tertindasnya umat Islam saat ini, akan selalu ada energi tak terkalahkan yang mendorong umat untuk tetap gigih dan tangguh berjuang menegakkan kembali Khilafah.

Kaum muda muslim harus memiliki semangat perubahan, menyerukan kebenaran dengan lantang, menapaki jalan lurus, menghindari jalan-jalan yang bengkok, menunjukkan jalan yang harus ditempuh dan tujuan yang harus diyakini, jika memang ingin semangat revolusi dan perubahan besar mereka mencapai daratan yang aman. Perlu diingat tentang bahaya di jalan dan makar serta konspirasi yang akan dihadapi dalam mengarungi lautan, berasal dari negara-negara musuh yang terus mengintai Islam dan kaum Muslim.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here