99 Tahun Suram, Bila Sinar Terang Menghalau Mendung Ini - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, March 28, 2020

99 Tahun Suram, Bila Sinar Terang Menghalau Mendung Ini

Eko Susanto

Hari berganti hari, bulan berganti, telah berlalu 99 tahun hijriyah atas runtuhnya Daulah Khilafah. Keruntuhan Daulah Khilafah itu melenyapkan pemerintahan menurut Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Muhammad saw dari muka bumi ini. Sejak saat itu hingga sekarang segala problem kaum Muslim makin meningkat, bahkan justru bertambah berat.

Musuh-musuh kaum Muslim yang dahulu gemetar ketakutan hanya karena berpikir akan menghadapi kaum Muslim yang dipimpin oleh seorang khalifah yang gagah berani; sekarang mereka justru berani dan lancang menodai tempat-tempat suci kaum Muslim dan melecehkan makhluk yang paling mulia Sayiduna Muhamma saw, secara berani, berulang dan menyolok. Semua itu dilakukan dengan didengar dan dilihat oleh para penguasa kaum Muslim yang tetap diam saja bak patung meski mereka memegang kekuasaan atas umat yang paling besar di dunia ini, memiliki militer paling besar dan kekayaan terbanyak diantara umat-umat yang ada, bahkan memiliki senjata nuklir di Pakistan; Sampai Yahudi manusia yang paling hina dan pengecut, yang selama ratusan tahun mereka hidup sebagai kafir dzimmi di bawah perlindungan kekuasaan Khilafah, sekarang mereka berani melampui batas dalam kebrutalan dan kebengisannya terhadap kaum Muslim.

Tentara kaum Muslim seharusnya dipimpin oleh seorang Khalifah untuk membebaskan negeri-negeri kaum Muslim yang diduduki dan meluaskan kekuasaan kaum Muslim ke negeri-negeri lain dengan pembebasan dan keadilan. Namun, bukan seperti itu yang terjadi saat ini. Kaum Muslim di banyak wilayah justru dipimpin oleh pemimpin antek-antek orang Amerika yang pengecut. Mereka justru lari di saat hari pertempuran untuk berperang berdampingan dengan kaum imperialis Amerika dan Rusia dalam menginvasi Afganistan, Irak, Suriah dan daerah-daerah persukuan di Pakistan. Mereka berupaya menutupi fakta dengan debu, dengan cara mengulang-ulang kebohongan.

Pemerintahan negeri-negeri kaum Muslim dengan Islam di kala mereka memiliki seorang Khalifah dahulu telah membuat negeri-negeri itu menjadi negeri yang makmur secara ekonomi sampai membuat barat khususnya Inggris merasa iri dan "ngiler." Seperti anak benua India. Sebelum Inggris mendudukinya dan meletakkannya di bawah kekuasaan Inggris, sebelumnya anak benua India ibarat permata menawan dalam hal perekonomiannya. Sedangkan setelah negeri-negeri Islam berubah, yang sebelumnya berada di bawah pemerintahan Islam menjadi di bawah pemerintahan kapitalisme, –ideologi yang memfokuskan kepemilikan kekayaan hanya diantara sekelompok kecil dari anggota masyarakat–, maka dunia tenggelam di dalam krisis ekonomi yang terjadi silih berganti susul menyusul sampai hancur. Begitu juga dahulu keadaan di Afrika, di mana Khilafah mengumpulkan zakat dari Afrika, yang dikumpulkan dari orang kaya; keadaannya sekarang berubah tidak lagi seperti itu. Sekarang Afrika dilanda kelaparan dan kemiskinan di bawah pemerintahan kapitalisme. Sebaliknya Khilafah yang dahulu pernah mengirimkan kapal penuh dengan muatan makanan untuk menyelamatkan kaum Nasrani Irlandia dari kelaparan, sekarang tidak ada lagi. Setelah lenyapnya Khilafah kaum Muslim hampir-hampir tidak mampu memberi makan diri mereka sendiri meski mereka memiliki sumber-sumber air yang berlimpah dan tanah pertanian yang subur.

Khilafah runtuh pada tahun 1924 M melalui tangan barat dengan bantuan antek-antek mereka baik kalangan Arab maupun non Arab. Sejak saat itu Barat salibis paham bahwa khilafah adalah sumber kekuatan kaum Muslim. Mereka terus memahami hakikat tersebut sampai sekarang. Pasca runtuhnya Khilafah menteri luar negeri Inggris Lord Curzon berkata: "Ide penghancuran Turki dan menjaminnya agar tidak bisa bangkit kembali merupakan keniscayaan. Karena kami telah menghancurkan kekuatan spiritualnya yaitu khilafah dan Islam". Pada tanggal 14 Mei 2010 mantan komandan militer Inggris di Afganistan jenderal Richard Danant berkata: "Di sana ada rencana Islami yang jika tidak kita lawan dan kita hadapi di selatan Afganistan atau di Afganistan dan Asia Selatan, maka keadaannya akan membesar. Ini adalah point penting. Kita akan menyaksikan makin meluasnya rencana itu dari Asia Selata ke Timur Tengah ke Afrika, hingga berubah menjadi Daulah Khilafah sebagaimana dahulu pada abad ke empat belas dan abad lima belas".

Sudah berlalu 99 tahun wahai kaum Muslim. Semua yang terjadii pada diri umat yang mulia ini, di tanah kita maupun di luar negeri, mengingatkan Anda dan musuh-musuh Anda akan Khilafah sebagai benteng.

Khilafah dan pemerintahan Islam bukan hanya nikmat dari Allah, akan tetapi khilafah dan pemerintahan Islam merupakan kewajiban yang harus diperjuangkan realisasinya. Kita akan diminta pertanggungawaban kelak di Hari Kiamat jika kita tidak berjuang. Karena Allah SWT mewajibkan pemerintahan Islam kepada kita, tidak ada yang lain. Allah SWT berfirman:

]فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ … [

Putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.(QS al-Maidah [5]: 48)

Rasulullah saw juga telah mewajibkan kita agar di pundak kita terdapat baiat. Beliau mensifati orang yang mati sementara di pundaknya tidak ada baiat kepada Khalifah, dengan sifat kematian yang paling tercela, seakan mati di zaman jahiliyah sebelum turunnya Islam. Rasulullah saw bersabda:

«مَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً»

Siapa saja yang mati sedagkan di pundaknya tidak terdapat baiat maka ia mat seperti kematian jahiliyah (Hr Muslim)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here