Awas! Bencana ekonomi Dunia Imbas Dari Wabah Corona - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, March 13, 2020

Awas! Bencana ekonomi Dunia Imbas Dari Wabah Corona


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Imbas menyebarnya virus corona adalah krisis ekonomi global kini menghantui negara-negara dunia. Diawali dengan krisis ekonomi yang menimpa negara China, krisis tersebut berpotensi besar menjalar ke negara-negara lain di dunia.

Sinyal krisis yang makin kencang itu membuat banyak negara mulai bereaksi. Terlihat bagaimana bursa saham di Amerika dan Asia anjlok. di Bursa Efek Jakarta, investor yang khawatir terhadap krisis keuangan AS dan China rentan melakukan aksi jual saham secara besar-besaran. Hal ini berpotensi membuat Indeks Harga Saham melorot.

Namun pwrlu diketahui bahwa krisis ekonomi yang melanda dunia bukanlah yang pertama atau yang terakhir dalam rangkaian krisis besar yang mendera sistem Kapitalisme. Sejarah Kapitalisme hampir-hampir merupakan sejarah krisis.

Karena itu, sudah waktunya sistem ekonomi alternatif, yakni sistem ekonomi Islam, diberlakukan. Berbeda dari Kapitalisme, sistem ekonomi Islam tidak memandang problem ekonomi itu sebagai masalah kelangkaan relatif, yaitu peningkatan produksi dan membiarkan masyarakat bersaing memperolehnya sesuai kemampuan daya beli.

Islam justru memandang problem ekonomi adalah keadilan pendistribusian hasil produksi kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok bagi setiap individu, baik sandang, pangan maupun papan; selain memberikan kemungkinan kepada rakyat untuk bisa memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier secara adil dan proporsional.

Ekonomi Islam juga tidak mengenal dualisme ekonomi, yaitu sektor riil dan sektor keuangan. Artinya, aktivitasnya didominasi praktik yang terjadi pada ekonomi riil. Dengan demikian, semua aturan ekonomi Islam memastikan agar perputaran harta kekayaan tetap berputar.

Masyarakat pun didorong untuk menanamkan modalnya di sektor riil. Artinya, tiap individu yang memiliki lebih banyak uang akan diinvestasikan pada sektor ekonomi riil. Hal itu memiliki efek berlipat karena berputarnya uang dari orang ke orang yang lain.

Dengan demikian, sistem ekonomi Islam memprioritaskan kebutuhan dan pemberdayaan masyarakat secara riil, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi saja. Sebab, sistem ekonomi Islam menfokuskan pada manusia dan pemenuhan kebutuhannya, bukan pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

Sistem ekonomi Islam juga melarang riba. Sebab, riba adalah induk bencana dan sumber penyakit. Sudah sangat jelas bisnis perbankan semuanya tegak di atas spekulasi keuangan yang dibangun di atas utang yang dikaitkan dengan riba. Padahal keberadaan bunga dan pasar keuangan secara langsung adalah faktor-faktor yang menghalangi perputaran harta.

Sebagai standar mata uang, sistem ekonomi Islam menetapkan emas dan perak sebaga back up tetap bagi mata uang. Standar mata uang emas dan perak dapat mencegah adanya fluktuasi dalam harga kurs yang berpengaruh negatif terhadap kondisi ekonomi negara dan individu.

Sistem ekonomi Islam itu adalah sistem ekonomi yang sahih, yang menyediakan kehidupan yang aman dan baik untuk pihak yang kuat maupun yang lemah, kaya maupun miskin. Dengan sistem itu mereka semuanya akan menjadi hamba-hamba Allah yang saling bersaudara.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here