ALI BAHARSYAH DITUDING MAKAR MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK ? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, April 6, 2020

ALI BAHARSYAH DITUDING MAKAR MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK ?


Oleh : Akmal Kamil Nasution, SH

Ketua LBH Pelita Umat
Koordinator wilayah Kepri


Pertama kali kami Tim Kuasa Hukum dari LBH Pelita Umat membaca Surat Nomor : B/30/IV/2020/Ditpidsiber tanggal 1 April 2020, yang ditujukan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Perihal Dimulainya Penyidikan (salinannya ditembuskan kepada Tersangka),  kami benar-benar merasa aneh sekaligus geli.

Sebab, diantara deretan dugaan tindak pidana yang disangkakan pada Alimudin Baharsyah, ada tindak Pidana makar menggunakan sarana sosial media Facebook, berdasarkan pasal 107 KUHP. Pertanyaannya nakal yang muncul dibenak kami, mungkinkah makar bisa menggunakan sarana sosial media Facebook ?

Makar merupakan kata yang digunakan untuk menterjemahkan kata "Aanslag" dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) Belanda yaitu Wetboek van Strafrecht (WvS).

Makar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah akal busuk; tipu muslihat; perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang atau membunuh orang dan sebagainya; perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah.

Sementara definisi menurut hukum, Makar atau aanslag dalam KUHP didefinisikan sebagai penyerangan. Perbuatan yang Tergolong Makar
Makar atau aanslag di antaranya diatur dalam Pasal 104, Pasal 105, dan Pasal 107 KUHP.

Pasal 107 KUHP disebutkan :

1. Makar (aanslag) yang dilakukan dengan niat menggulingkan pemerintahan (omwenteling), dihukum penjara paling lama lima belas tahun.

2. Pemimpin dan pengatur makar dimaksudkan dalam ayat pertama, dihukum penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.

Pertanyaannya, apa yang bisa dilakukan oleh seorang Ali Baharsyah dengan mengandalkan sosial media Facebook ? Apakah menggulingkan pemerintahan bisa dilakukan dengan mengandalkan Facebook ? Tanpa senjata ? Tanpa pasukan ? Tanpa kekerasan ?

R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 109) menjelaskan bahwa tentang aanslag (makar, penyerangan) dapat merujuk catatan pada Pasal 87 dan Pasal 104 KUHP.

Soesilo (hal. 108) menjelaskan aanslag itu biasanya dilakukan dengan perbuatan kekerasan. Apabila orang baru melakukan perbuatan persiapan (voorbereidings-handeling) saja ia belum dapat dihukum. Supaya dapat dihukum ia harus sudah memulai melakukan perbuatan pelaksanaan (uitvoerinfshandeling).

Perbuatan kekerasan apa yang bisa dilakukan melalui sosial media Facebook ? Facebook itu hanya bisa untuk mengunggah status, video, gambar atau foto, like n share, dan komentar. Tak ada fasilitas yang bisa digunakan untuk melakukan perbuatan kekerasan.

Yang menyedihkan adalah, saat di BAP Penyidik justru menunjukkan video Ali Baharsyah yang sedang mendakwahkan khilafah. Apakah mendakwahkan khilafah dianggap Makar ? Sejak kapan mendakwahkan Khilafah disebut makar ? Apa  dasar hukumnya ?

Ali Baharsyah sendiri adalah seorang muslim yang memiliki kewajiban berdakwah. Diantara kewajiban dakwah itu adalah menyampaikan ajaran Islam khilafah.

Sangat disesalkan, jika Ali Baharsyah dipersoalkan mendakwahkan ajaran Islam khilafah dituding Makar. Sementara OPM yang jelas-jelas menggunakan kekerasan dan senjata, menyatakan terbuka ingin memisahkan diri dari NKRI, tak pernah disebut Makar dan tak ditindak dengan pasal Pidana Makar. [].

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here