Catatan Dari Diskusi Online PKAD 2: Save Migas Indonesia - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, April 19, 2020

Catatan Dari Diskusi Online PKAD 2: Save Migas Indonesia


M. Nur Rakhmad, S.H. (Departemen advokasi publik IJM)

Menyimak penjelasan Pak DR. H. Kurtubi, SE., M. Sp., M.Sc. yang disampaikan dalam diskusi online PKAD #2 (19/4/2020) saya mencermati ada sengkarut pengelolaan migas - minerba dan sumber daya alam (SDA). Padahal kekayaan alam ini seharusnya 100% dikuasai dan dikelola oleh negara dan operasionalnya diserahkan kepada BUMN. Dengan itu, setidaknya ada tiga manfaat yang bisa diraih yaitu, finansial, ekonomi, dan strategis. Secara finansial, dengan dikuasai dan dikelola langsung oleh negara tentu saja seluruh hasilnya akan masuk ke kas negara.

Secara ekonomi hasil eksploitasi SDA itu alokasinya bisa disinergikan dengan program ekonomi secara integral yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan ekonomi yang besar, berperan besar merealisasi pertumbuhan yang disertai pemerataan, kemajuan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat; dan bisa mencegah terjadinya kerugian ekonomi. Sebagai contoh, akibat gas lebih banyak dikuasai swasta (asing), PLN tidak bisa mendapatkan pasokan gas untuk menggerakkan pembangkitnya dan terpaksa harus menggunakan BBM. Akibatnya terjadi inefisiensi di PLN yang berpotensi merugikan triliunan. Jika migas dikuasai oleh negara, tentu mudah dialokasikan untuk PLN. PLN pun bisa menyediakan listrik yang relatif murah dan terhindar dari inefisiensi. Keuntungan PLN itu pun bisa digunakan untuk membangun pembangkit baru dan membangun jaringan listrik sehingga bisa menjangkau seluruh daerah. Ini baru satu contoh. Adapun manfaat strategis, penguasaan SDA oleh negara bisa menjamin kedaulatan dan kemandirian negara. Posisi tawar di dunia internasional makin kuat sehingga negara bisa lebih menentukan dan berpengaruh.

Karena semua itu, Blok migas 100 % harus dikuasai dan dikelola oleh negara yang operasinya dijalankan oleh Pertamina sebagai BUMN. Dalam hal ini, yang diperlukan hanyalah keberpihakan pemerintah kepada kepentingan rakyat dan adanya kemauan politik dari pemerintah. Jika hal itu sulit atau bahkan tidak bisa terwujud, itu hanyalah bukti bahwa pemerintah benar-benar tidak berpihak kepada kepentingan rakyat dan tidak punya kemauan politik.

Untuk itu masyarakat harus menaruh perhatian besar dalam masalah ini. Masyarakat harus menekan pemerintah agar negara sepenuhnya menguasai Blok migas dan operasinya diserahkan kepada Pertamina. Berhasil tidaknya hal itu akan berpengaruh pada pegelolaan SDA ke depan. Tidak cukup sekian persen diserahkan kepada Pertamina tetapi harus 100 %. Jika itu berhasil, maka migas di lapangan lainnya dan SDA pada umumnya ke depan juga bisa 100 % dikuasai oleh negara.

Keputusan DPR mengesahkan berbagai UU liberal termasuk pengelolaan migas sejatinya hanya menunjukkan kemenangan doktrin ekonomi pasar. Hal itu makin menegaskan, pemerintah dan DPR makin penuh mengadopsi sistem ekonomi kapitalisme neo liberal. Karena itu, makin kokohnya liberalisasi migas ini sebenarnya hanyalah penegasan dan konsekuensi logis dari makin kokohnya sistem ekonomi kapitalisme neo liberal di negeri ini melalui tangan pemerintah dan DPR.

Migas serta kekayaan alam yang melimpah lainnya dalam pandangan Islam merupakan barang milik umum yang pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, kebijakan kapitalistik, yakni liberalisasi migas baik di sektor hilir (termasuk dalam pricing policy) maupun di sektor hulu (yang sangat menentukan jumlah produksi migas setiap hari), juga kebijakan zalim dan khianat ini harus segera dihentikan.

Rasul saw bersabda:

«الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاَثٍ فِي الْكَلإَِ وَالْمَاءِ وَالنَّارِ»

Kaum muslim berserikat dalam tiga hal: padang rumput, air dan api (HR Abu Dawud dan Ahmad)

An-nar dalam hadits ini juga mencakup semua sumber energi termasuk migas. Jadi, menurut syariah sumber migas adalah milik publik, milik seluruh rakyat.

Selain itu menurut syariah, tambang yang deposit atau cadangannya sangat besar adalah milik publik yang tidak boleh diserahkan kepada swasta apalagi asing. Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Abyadh bin Hamal, bahwa ia pernah meminta kepada Rasul Saw agar diberi sebuah tambang garam di daerah Ma'rib. Rasul pun memberikannya. Tapi seorang sahabat berkata mengingatkan beliau: "Ya Rasulullah, tahukah engkau, apa yang telah engkau berikan kepadanya? Sesungguhnya engkau telah memberikan sesuatu (bagaikan) air yang terus mengalir (al-ma'u al-'iddu)" Ia (perawi) berkata, "Beliau pun menarik kembali tambang itu darinya."

Atas dasar itu, kekayaan alam tidak boleh diserahkan kepada swasta apalagi asing. Jika itu dilakukan, maka hal itu jelas-jelas menyalahi ketentuan syariah sekaigus telah mengkhianati Allah, Rasul Saw dan seluruh rakyat yang ditetapkan oleh Allah sebagai pemilik kekayaan alam itu.

Walhasil, skema pengelolaan ala kapitalisme neo-liberal atas seluruh Blok migas dan SDA lainnya harus ditolak. Negara harus mengelolanya 100%, bukan hanya sedikit saja. Hasilnya nanti digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Hal itu hanya akan sempurna bisa diwujudkan dengan penerapan syaiah Islam secara total. Untuk itu, kita semua seluruh rakyat Indonesia memiliki tanggungjawab bersama-sama bagi tegaknya kembali Syariah Islam karena itulah solusi Tuntas. Sebagaimana yang disampaikan bang Edi Mulyadi mengutip QS. AL A’raf ayat 96 :


وَ لَوۡ اَنَّ اَہۡلَ الۡقُرٰۤی اٰمَنُوۡا وَ اتَّقَوۡا لَفَتَحۡنَا عَلَیۡہِمۡ بَرَکٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَ الۡاَرۡضِ وَ لٰکِنۡ کَذَّبُوۡا فَاَخَذۡنٰہُمۡ بِمَا کَانُوۡا یَکۡسِبُوۡنَ

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
 Dan hanya akan lahir jika pemimpinnya beriman dan bertaqwa sebenarnya. Dan Sistemnya harus mengantarkan pada keimanan dan ketaqwaan. Dan kesemuanya ada pada Islam. Baik penerapan Hukumnya, ketatanegaraannya, system politik dan system Ekonominya pun berasal dari Islam.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here