Covid-19 Di Tengah Kegagalan Fungsi Penguasa Kapitalis Sebagai Pelayan Rakyat - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, April 1, 2020

Covid-19 Di Tengah Kegagalan Fungsi Penguasa Kapitalis Sebagai Pelayan Rakyat


Aminudin Syuhadak (Direktur LANSKAP)

Wabah covid-19 tengah membelit di tengah krisis kepercayaan kepada rezim kapitalis serta ketimpangan kesejahteraan yang melanda dunia saat ini terjadi akibat diterapkannya sistem ekonomi kapitalisme, bukan karena tidak tersedianya pangan atau sumber daya alam. Masih ada ratusan juta manusia di dunia menderita kelaparan.

Bicara soal kelaparan, problem ini bukan disebabkan tidak tersedianya sumber daya alam tapi dikarenakan 80 persen kekayaan dunia dikuasai oleh 20 persen manusia.

Sedangkan untuk kasus Indonesia, negara ini termasuk menjadi negara korban kapitalisme. ketimpangan ekonomi di Indonesia terjadi karena liberalisasi ekonomi yang lahir dari sistem ekonomi kapitalisme dan politik ekonomi kapitalisme yang memfokuskan kepada produksi kekayaan tapi mengabaikan distribusi atau pemerataan. Dengan demikian, sumber daya alam dan komoditas strategis yang seharusnya milik umum, justru dikuasai dan dimonopoli oleh para kapitalis.

Kemiskinan merupakan masalah sosial terbesar umat manusia saat ini. Akibatnya, banyak yang mulai mempertanyakan kembali sistem ekonomi kapitalisme liberal yang beberapa tahun terakhir dijadikan platform utama. IMF dan Bank Dunia telah gagal menjalankan fungsinya membantu problematika ekonomi dan keuangan banyak negara dunia ketiga. Alih-alih resepnya manjur dan bisa membangkitkan perekonomian, yang terjadi malah pasiennya –yang terdiri dari banyak negara miskin– harus diamputasi atau dibiarkan sekarat.

Kebebasan hak milik merupakan salah satu ide dasar kapitalis dalam mengatur kepemilikan. Menurut ide ini, setiap individu berhak memiliki barang-barang yang termasuk dalam pemilikan umum (public property) seperti ladang-ladang minyak, tambang-tambang besar, pelabuhan, jalan, barang-barang yang menjadi hajat hidup orang banyak, dan lain-lain.

Sistem ekonomi kapitalisme yang saat ini banyak mempengaruhi undang-undang telah merusak kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan diterapkannya sejumlah aturan yang berbau kapitalisme, ketimpangan di Indonesia semakin tinggi, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Oleh karena itu, Syariat Islam yang memiliki basis ekonomi syariah bisa menjadi solusi bagi ketimpangan dan kemiskinan yang saat ini terjadi di Indonesia.

Saat ini, patokan kesejahteraan kerap diukur melalui pertumbuhan ekonomi. Padahal, pertumbuhan ekonomi tidak selalu mencerminkan kesejahteraan masyarakatnya. Pertumbuhan ekonomi bisa terdongkrak oleh semakin kayanya orang yang sebelumnya sudah kaya. Adapun orang miskin, justru tidak mengalami pengurangan bahkan sangat mungkin untuk bertambah miskin. Oleh karena itu, saya menilai, kapitalisme tidak membuahkan keadilan bagi masyarakat.

Pembangunan yang bersandar pada paradigma ini jelas mengakibatkan terjadinya ketimpangan sosial. Akan terjadi akumulasi kekayaan yang melimpah-ruah pada segelintir orang, sementara mayoritas masyarakat tidak dapat menikmati hasil pembangunan.

Jika bangsa ini ingin keluar dari krisis energi dan krisis ekonomi, maka harus ada sistem dan rezim pengganti yang lebih baik. Sistem ekonomi berbasis Syariat Islam dapat melahirkan kesejahteraan dan menghapuskan ketimpangan, karena fokus sistem ekonomi tersebut adalah distribusi kekayaan dan melarang keras monopoli terhadap barang-barang milik umum, seperti SDA dan komoditas strategis.

Dalam pandangan Ekonomi Islam, negara mesti menjamin pemenuhan kebutuhan pokok (pangan, papan, sandang, kesehatan, pendidikan, dan keamanan). Jika seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya dan keluarganya, kewajiban itu beralih kepada kerabatnya mulai yang terdekat. Jika tidak mencukupi, diambilkan dari harta zakat. Jika belum mencukupi, kewajiban itu beralih ke negara, yakni wajib atas Baitul Mal memenuhinya. Negara bisa memberikannya dalam bentuk harta secara langsung maupun dengan memberi pekerjaan.

Ringkasnya, pandemi global disertai gagalnya fungsi penguasa sebagai pelayan rakyat menghantarkan kita semakin sadar bahaya sistem dan rezim kapitalis. Adapun bayang - bayang krisis ekonomi global saat ini, apakah belum cukup membuat kita sadar bahwa masyarakat masih terkooptasi oleh peradaban barat memahami bahwa contoh-contoh perekonomian kapitalisme telah gagal Karena bagaimana mungkin sistem kapitalisme bisa menyelesaikan berbagai masalah ekonomi suatu negara, sementara sistem tersebut telah gagal menyelesaikan berbagai masalah ekonomi negara-negara besar seperti Amerika. Kapitalisme telah gagal menyelesaikan masalah kemiskinan dan pengangguran. Kapitalisme juga telah gagal menyediakan berbagai kebutuhan pokok bagi jutaan rakyat Amerika karena pemikiran mereka yang salah tentang distribusi kekayaan, bahwa hal itu terjadi dengan peningkatan produksi (pertumbuhan).

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here