Dukungan Publik Meluas Kepada Pejuang Khilafah, Ustadz Alimudin Baharsyah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, April 9, 2020

Dukungan Publik Meluas Kepada Pejuang Khilafah, Ustadz Alimudin Baharsyah


Yuli Sarwanto

Penangkapan Ustadz Ali Baharsyah menggegerkan publik. Beliau dilaporkan atas dugaan penyebaran Berita Bohong yang umumnya menggunakan pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 Tahun 1946, maka video tersebut "tak memenuhi unsur sebagai bukti kebohongan". Terlebih, pasal ini mewajibkan adanya unsur "menimbulkan keonaran ditengah masyarakat".

Padahal jika ditelaah lebih jauh, beliau tidak menimbulkan keonaran. Publik justru dibuat onar, heboh, terjadi keresahan yang meluas, akibat Pernyataan Presiden Jokowi yang mengumumkan penundaan cicilan kredit selama satu tahun. Dilapangan, faktanya tukang ojek tetap ditagih Debt Colector Lembaga Finance, dan dasar pidato Presiden Jokowi ditolak dijadikan alasan tidak membayar angsuran kredit oleh Lembaga Finance.

Menurut kuasa hukumnya, persoalan inti yang dialami ustadz Alimudin Baharsyah justru ada pada tuduhan Makar melalui Facebook berdasarkan pasal 107 KUHP. Berulang kali Penyidik memperlihatkan sejumlah screbshoot berisi video tentang dakwah khilafah dalam proses pemeriksaan (BAP).

Dalam situasi pandemik seperti saat ini, semestinya Polri bertindak adil dan tidak berat sebelah. Memberikan jaminan ketentraman dan rasa aman ditengah masyarakat. Serta hendaknya janganlah seluruh pihak mempersoalkan khilafah.

Padahal mewujudkan khilafah dalam Islam adalah wajib dan urgen. Urgensitas Khilafah atau Imamah ini telah banyak ditegaskan oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja). Hujjatul Islam al-Imam Abu Hamid al-Ghazali, misalnya, dalam kitabnya, Al-Iqtishad fii al-I'tiqad, menyatakan, "...Agama dan kekuasaan itu ibarat (dua saudara) kembar... Agama itu pondasi, sedangkan kekuasaan itu adalah penjaga. Sesuatu yang tanpa pondasi akan roboh dan sesuatu yang tanpa penjaga akan hilang... Jelaslah bahwa sesungguhnya kekuasaan itu urgen... Dengan demikian kewajiban mengangkat imam (khalifah) itu adalah termasuk salah satu dari hal-hal yang urgen secara syar'i."

Imam Ibn Hajar al-Haitami al-Makki asy-Syafii, dalam kitabnya, Shawa'iq al-Muhriqah (I/25) juga menyatakan, "...Para Sahabat ra. telah berijmak bahwa mengangkat imam (khalifah) setelah masa kenabian berakhir adalah wajib. Bahkan mereka menjadikan kewajiban tersebut sebagai yang paling penting saat mereka lebih menyibukkan diri dalam urusan mengangkat imam (khalifah) daripada memakamkan (jenazah suci) Rasulullah saw."

Para ulama mu'tabar dari berbagai madzhab telah bersepakat atas kewajiban menegakkan Imamah atau Khilafah. Tentu pernyataan mereka adalah merupakan hasil istinbath mereka dari dalil-dalil syariah, baik hal itu mereka jelaskan ataupun tidak.

Berdasarkan banyak dalil dari al-Quran, as-Sunnah dan Ijmak Sahabat, para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah telah berijmak (bersepakat) bahwa menegakkan Khilafah di tengah-tengah umat adalah kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariah. Imam an-Nawawi, seorang ulama Ahlus Sunnah, tegas menyatakan:

أَجْمَعُوْا عَلىَ أَنَّهُ يَجِبُ عَلىَ الْمُسْلِمِيْنَ نَصْبُ خَلِيْفَةٍ

Mereka (para sahabat) telah bersepakat bahwa wajib atas kaum Muslim mengangkat seorang khalifah (An-Nawawi,Syarh Shahîh Muslim, XII/ 205).

Ulama Ahlus Sunnah yang lain, Ibnu Hajar al-Asqalani, juga menegaskan:

وَأَجْمَعُوْا عَلىَ أَنَّهُ يَجِبُ نَصْبُ خَلِيْفَةٍ وَعَلىَ أَنَّ وُجُوْبَهُ بِالشَّرْعِ لاَ بِالْعَقْلِ.

Mereka (para ulama) telah berijmak (bersepakat) bahwa wajib mengangkat seorang khalifah dan bahwa kewajiban itu adalah berdasarkan syariah, bukan berdasarkan akal (Ibn Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, XII/205).

Kembalinya Khilafah—sebagai wujud kekuasaan real umat Islam—sekaligus merupakan janji dari Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan beramal salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam); dan akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan, menjadi aman sentosa (TQS an-Nur [24]: 55).

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here