INDONESIA BERKAH DENGAN SYARIAH KAFFAH - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, April 19, 2020

INDONESIA BERKAH DENGAN SYARIAH KAFFAH


Oleh : Abd. Latif

Pemerintah mulai memberlakukan kebijakan pembatasan sosial skala besar dan pendisiplinan penerapan physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia. Presiden juga menetapkan status darurat sipil sebagai landasan pemberlakuan 2 (dua) kebijakan tersebut diatas. Hal ini ia disampaikan saat membuka rapat terbatas membahas laporan Gugus Tugas Penanganan Corona lewat video conference, Senin, 30 Maret 2020. (tempo.co, selasa, 31/3)

Seruan lockdown yang disampaikan oleh beberapa elemen masyarakat mulai MUI, IDI, Ikatan Guru Besar UI, sejumlah partai politik, sampai komnas HAM, tidak dihiraukan sama sekali. Walaupun banyak negara telah melakukan lockdown, bahkan beberapa daerah yang sudah lockdown pun mendapat teguran dari presiden. mengapa Jokowi bersikeras dengan kebijakan pembatasan sosial skala besar dan penerapan physical distancing yang dibackup dengan darurat sipil?

Terlihat ada ketakutan yang akut jika pemerintah memberlakukan lockdown. Yang paling ditakutkan negara jelas soal menghidupi rakyatnya, yaitu memenuhi seluruh kebutuhan pokok rakyat. Bagaimana bisa menghidupi rakyat? Ekonomi kian ambruk. Nilai tukar rupiah sudah diatas Rp. 16.000/dolar AS. Sementara hutang luar negeri kian mengerikan hingga presiden akan menerbitkan Perpu untuk menyelamatkan kekuasaannya.

Disinilah dasar kebijakan menolak lockdown dan memberlakukan pembatasan sosial skala besar dan pendisiplinan. Dengan kebijakan ini pemerintah telah melepas tanggungjawabnya sehingga tidak menjadi beban negara. Rakyat dipaksa untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, dan jika ada masalah maka pemerintah daerahlah yang bertanggung jawab.

Lalu mengapa ada darurat sipil? Bukankah tidak ada pemberontakan, makar, atau sedang keadaan perang? Darurat sipil ini dipersiapkan pemerintah untuk melindungi kekuasaan dari ancaman rakyatnya. Dipersiapkan untuk memerangi rakyatnya yang dianggap menentang kebijakan penguasa. Karena dimungkinkan ada sebagian rakyat yang protes atas kedzoliman ini, baik secara tulisan, kritikan, meme, dan ceramah-ceramah/khutbah, atau dalam aksi damai. Maka dengan darurat sipil ini aktivitas mereka semua bisa menjadi delik pidana.

Ini artinya pemerintah telah menyiapkan perang terhadap rakyatnya sendiri. Karena dalam sistem demokrasi halal untuk membunuh rakyatnya sendiri demi mengamankan kekuasaan. Lihatlah bagaimana syiria telah membantai rakyatnya sendiri untuk mengamankan kekuasaannya dan itu legal dimata dunia. Amerika Serikat membunuh lebih dari 3.000 rakyatnya demi kekuasaan dan telah mendapat dukungan PBB. Indonesia membunuh lebih dari 850 nyawa rakyatnya atas nama pemilu untuk sebuah kekuasaan dan tidak melanggar kontitusi. Dan kini negeri Pancasila ini siap membunuh jutaan nyawa rakyat atas nama corona demi kekuasaan dengan menbiarkan rakyat berperang sendiri melawan corona. Sementara tidak ada jaminan kebutuhan dari penguasa.

Inilah fakta kebobrokan dalam negara demokrasi. tidak ada perlindungan bagi masyarakat kecil, yang ada Cuma eksploitasi, pemalakan dan pemerasan atas nama kebijakan. Hilang rasa kemanusiaan, hilang rasa aman, tiada kesejahteraan, tidak ada keadilan, yang ada hanya keditaktoran. Rakyat dipaksa membayar upeti, iuran, pajak, dan berbagai pungutan. Semua yang untuk rakyat dihilangkan, subsidi dicabut, sekolah mahal, apalagi biaya kesehatan. Inikah sistem yang kita elu-elukan, kita bangga-banggakan? Demokrasi wajib ditinggalkan.

Jika pemerintah mau mengambil islam sebagai kebijakan tentu masalah tak seruwet ini. Semestinya sejak awal kasus ini muncul, harus sudah dilakukan isolasi terhadap siapapun yang terkena virus corona, baik dia positif, pasien dalam pengawasan, atau sebatas orang dalam pantauan. Semua ini harus diisolasi khusus oleh negara. Menutup pintu penyebaran seperti masuknya orang-orang asing yang dimungkinkan membawa virus. Atau minimal terdata siapa-siapa yang masuk dan langsung dikarantina terlebih dahulu.

Dengan begitu masyarakat yang sehat dalam negara ini tetap bisa menjalankan aktivittas ekonominya seperti biasa tanpa takut tertular karena semua yang terindikasi sudah diisolasi oleh negara. Maka semua kegiatan baik kegiatan agama, kegiatan ekonomi, Pendidikan, dan pelayanan tetap berjalan dengan normal. Walaupun tetap dalam kehati-hatian dan kewaspadaan dengan melakukan penyemprotan disinfektan, menyebar handsanitizer diberbagai tempat umum, melakukan penyuluhan, himbauan, nasihat, dan mejaga kesehatan.

Hasilnya akan pasti terasa. Tidak akan ada cerita ekonomi lesu, ambruk, karena kegiatan ekonomi rakyat tidak berjalan. Menejemen krisis yang indah ini hanya bisa diselesaikan dengan kepemimpinan yang ideologis. Sungguh islam adalah agama yang sempurna dan mampu menyelesaikan setiap persoalan dengan tepat. Masihkah kita meragukan Syariah dari Allah swt ? Marilah Bersama tegakkan Syariah yang kaffah, Indonesia pasti akan menjadi negara yang berkah. Indonesia berkah dengan Syariah kaffah.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here