Justice For Brother Alimudin Baharsyah Who Voiced The Khilafah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, April 9, 2020

Justice For Brother Alimudin Baharsyah Who Voiced The Khilafah


Ahmad Rizal (Direktur Indonesia Justice Monitor)

Ada semacam opini di tengah masyarakat bahwa demokrasi kapitalis tidak menghendaki Islam bangkit dan memimpin. Islam hanya ditempatkan pada area sangat individual. Tak ada larangan untuk salat, zakat, sedekah, puasa, haji. Jika pun Muslim berbisnis, akan diawasi. Jika Islam tampil dalam urusan politik publik, diharuskan menggunakan topeng, sehingga berwajah moderat. Bukan wajah asli Islam yang sebenarnya. Sebab hukum-hukum politik publik semisal Khilafah, hukum sanksi, hukum pergaulan sosial, ekonomi, hukum jihad, dsb harus disembunyikan dari umat. Dilakukan dengan cara penyesatan berpikir, yaitu hukum-hukum tersebut dikesankan 'garang' karena akan mengancam perdamaian dan keamanan dunia.

Opini itu mungkin saja terkonfirmasi pada kasus penangkapan Saudara Ali Baharsyah yang konsisten memperjuangkan syariah & khilafah sekaligus kritis terhadap sikap rezim yang dia anggap zalim.

Aktivis Islam Alimudin Baharsyah ditetapkan sebagai Tersangka dengan pasal berlapis. Salah satunya, dia dituduh melakukan makar melalui media sosial Facebook berdasarkan ketentuan pasal 107 KUHP.

Dalam pernyataannya yang dikutip berbagai media, Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Himawan Bayu Aji menyebut telah memantau Ali Baharsyah sejak 2018. Ali dituding ingin menyebarkan paham yang diyakininya dan dianggap Penyidik berbahaya. Keterangan ini sejalan dengan materi Penyidikan yang berulang kali mempersoalkan ajaran Islam khilafah. Video Ali yang menyerukan Khilafah dijadikan bukti Perkara.

Kasus kezaliman terhadap Aki Baharsyah apakah mengonfirmasi adanya fakta rezim yang dengki terhadap Islam dan pemeluknya? Apakah rezim tidak bisa melihat Islam memiliki panji, dan kaum Muslimin memiliki persatuan?

Kami mempelajari ada banyak kebencian rezim zalim di seluruh dunia terhadap agama Allah yang lurus tampak nyata dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh dada mereka jauh lebih besar lagi. Karena itu kita melihat rezim Rusia merekayasa kebohongan demi kebohongan, dengan anggapan siapa tahu sebagian masyarakat mempercayainya, agar hal itu menjadi justifikasi untuk melakukan aksi-aksi paling tercela. Slogan kontra khilafah dan radikalisme yang mereka usung merupakan bukti atas hal itu. Slogan itu tidak lebih hanyalah kedok untuk menutupi kebohongan di belakangnya untuk menerapkan kebijakan-kebijakan dengki terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Rezim telah melakukan permusuhan tanpa ragu terhadap umat Islam akan menemukan balasan dari Rabb Kita dan agama kita. Lalu apakah rakyat akan memberinya kesempatan untuk mendatangkan kenistaan dalam agama Allah tetap terbelenggu di dalam rantainya serta terpenjara di dalam cengkeraman hukum-hukumnya yang zalim itu?

Tidak ada solusi untuk umat ini kecuali dengan berpegang kepada perintah Allah, terikat dengan kuat kepada manhajnya, menolak rezim zalim dan jahat, meneriakkan kebenaran dengan lantang tanpa ragu dan takut, berjuang sungguh-sungguh, mukhlis dan gigih bersama saudara-saudara kita untuk menegakkan kebenaran dan menolak setiap diktator penakut yang menindas rakyat yang menimpakan penderitaan yang buruk kepada kaum Muslimin.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here