KHILAFAH SALAH APA? TRIBUTE TO BUNG ALI BAHARSYAH - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, April 16, 2020

KHILAFAH SALAH APA? TRIBUTE TO BUNG ALI BAHARSYAH


Aminudin Syuhadak
LANSKAP

Terendus aroma tak sedap di balik penangkapan Bung Ali Baharsyah, pemuda pemberani yang getol berdakwah. Dari pasal berlapis-lapis yang disangkakan pihak kepolisian rupanya ada tendensi serius bahwa sebenarnya Bung Ali dikriminalisasi gegara muatan ajaran Khilafah dalam konten-konten dakwahnya.

Jika benar demikian, maka ini mengonfirmasi preseden buruk bahwa rezim, terutama kepolisian, telah menunjukkan sikap tidak ramah terhadap Islam dan umat Islam. Khususnya terhadap para aktivis Islam yang istiqomah menyuarakan kritik atas berbagai kebijakan zalim penguasa seperti sosok Bung Ali Baharsyah.

Asumsi ini tidaklah berlebihan karena bukan kali ini saja polisi menangkap aktivis pro Islam maupun Ulama. Tercatat ada nama-nama Ustadz Alfian Tanjung, Habib Bahar Smith, Ust Heru Elyasa, Gus Nur, Ahmad Dhani, Jonru Ginting, Lawyer Akhmad Khozinudin, Eggy Sujana, Kivlan Zein dan beberapa lainnya. Tokoh-tokoh ini pun rata-rata ditangkap dengan prosedur "aneh", serta disangkakan dengan pasal-pasal sumir seperti UU ITE, pasal ujaran kebencian, pasal makar, pasal pornografi. Seolah ada patron paten untuk menjerat pihak-pihak yang dianggap tidak mau tunduk kepada rezim.

Sesuatu yang sebaliknya tidak berlaku untuk oknum-oknum yang berada di kubu rezim seperti Sukmawati, Victor Laiskodat, Abu Janda, Ade Armando, Deni Siregar yang berkali-kali dilaporkan. Alih-alih diproses hukum mereka-mereka ini justru melenggang bebas sampai detik ini. Equality before the law nyatanya hanya pepesan kosong di negeri ini. Ironis, paradoks.

Terkhusus dalam kasus Bung Ali Baharsyah ini terindikasi kuat bahwa polisi punya tendensi kuat untuk 'mendiskreditkan' ajaran Islam yaitu Khilafah dengan menjadikan materi dakwah khilafah yang termuat di video Bung Ali sebagai substansi sangkaan perbuatan makar. Dalam keterangannya memang mereka tak menyebut apa 'paham' yang diyakini Bung Ali, namun jika merujuk pada konten video maka tampak secara implisit polisi mendudukkan Khilafah sebagai 'paham' terlarang yang tidak boleh disebarluaskan.

Tindakan kepolisian ini jelas sangat memprihatinkan. Bagaimanapun tidak tertolak bahwa Khilafah ajaran Islam yang secara empiris dan historis pernah eksis selama belasan Abad. Seluruh ulama' ahlus sunnah wal jama'ah menyepakati status kewajiban menegakkan Khilafah. Terpenting ini adalah sistem politik warisan Rasulullah SAW, lalu di mana letak kesalahannya?

Bagaimana pula rasionalnya menganggap bahwa mendakwahkan Khilafah adalah perbuatan kriminal? Perbuatan makar? Adapun tuduhan ajaran Khilafah membahayakan negara itu hanyalah asumsi yang tak pernah dijumpai faktanya.

Adapun perbedaan-perbedaan dengan sistem existing hari ini maka ini termasuk ranah pemikiran yang sewajibnya dipertemukan dan didiskusikan secara obyektif, rasional dan terbuka. Bukan justru main larang, main tangkap, mem-framing negatif atau malah memonsterisasi ajaran mulia ini. Itu kezaliman, kebijakan yang berbau otoriter.

Maka perlu digarisbawahi bahwa Khilafah adalah ajaran Islam tentang tata kelola pemerintahan/ negara yang bersumber dari Qur'an- hadits serta telah disepakati kewajibannya. Sementara terkait bagaimana memahaminya secara baik dan benar perlu edukasi kepada publik maupun penguasa secara fair dan damai hingga mereka menerimanya secara ikhlas untuk kemudian menjadikan Khilafah sebagai solusi komprehensif atas segala problematika umat. Inilah esensi dan urgensi dakwah khilafah. Dakwah khilafah bukan kriminal, bukan radikalisme, bukan terorisme melainkan dakwah Islam.

Untuk itu rezim dan polri khususnya harus berjiwa besar dan wajib meluruskan kebijakannya terhadap ajaran Islam yaitu Khilafah, karena keberadaan Khilafah adalah keniscayaan yang telah dikabarkan Rasulullah SAW dan dijanjikan Allah SWT. Oleh karenanya salut untuk Bung Ali Baharsyah dan siapapun yang tegas dan tegar mendakwahkan Khilafah, InsyaAlloh janji itu akan segera terwujud. So, Tribute to Bung Ali Baharsyah!

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here