Membela Pejuang Khilafah, Alimudin Baharsyah! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, April 7, 2020

Membela Pejuang Khilafah, Alimudin Baharsyah!


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Alimudin Baharsyah selama ini publik mengetahui sebagai sosok muda yang vokal, serta konnsisten mendakwahkan khilafah, kini ditangkap dengan tuduhan makar melalui Facebook berdasarkan pasal 107 KUHP.

Berulang kali Penyidik memperlihatkan sejumlah video tentang dakwah khilafah dalam proses pemeriksaan, sedangkan pasal lainnya hanya pasal ikutan. Ustadz Ali rutin mengunggah video seruan untuk menerapkan khilafah melalui sosial media termasuk Facebook. Karena itulah, beliau ditetapkan tersangka makar melalui sosial media Facebook.

Penangkapan ini jelas mencederai perasaan umat, sebab Saudara Ali Baharsyah konsisten mendakwahkan Islam. Khilafah adalah ajaran Islam, dan khilafah tidak pernah diharamkan oleh konstitusi. Menolak Khilafah sama saja dengan menolak Islam sebagai agama yang diakui keberadaannya di negeri ini.

Terkait Khilafah, Wahbah Az-Zuhaili berkata, "Patut diperhatikan bahwa Khilafah, Imamah Kubra dan Imaratul Mu'minin merupakan istilah-istilah yang sinonim dengan makna yang sama." (Az-Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islâmi wa Adillatuhu, 9/881).

Kata khilafah banyak dinyatakan dalam hadis, misalnya:

«إنَّ أَوَّلَ دِيْنِكُمْ بَدَأَ نُبُوَّةً وَرَحْمَةً ثُمَّ يَكُوْنُ خِلاَفَةً وَرَحْمَةً»

Sesungguhnya (urusan) agama kalian berawal dengan kenabian dan rahmat, lalu akan ada Khilafah dan rahmat (HR al-Bazzar).

Kata khilâfah dalam hadis ini memiliki pengertian: sistem pemerintahan, pewaris pemerintahan kenabian. Ini dikuatkan oleh sabda Rasul saw.:

«كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُم الأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ»

Dulu Bani Israel dipimpin dan diurus oleh para nabi. Jika para nabi itu telah wafat, mereka digantikan oleh nabi yang baru. Sungguh setelah aku tidak ada lagi seorang nabi, tetapi akan ada para khalifah  yang banyak (HR al-Bukhari dan Muslim).

Pernyataan Rasul saw., "Sungguh setelah aku tidak ada lagi seorang nabi," mengisyaratkan bahwa tugas dan jabatan kenabian tidak akan ada yang menggantikan beliau. Khalifah hanya menggantikan beliau dalam tugas dan jabatan politik, yaitu memimpin dan mengurusi umat.

Dari kedua hadis di atas dapat kita pahami bahwa bentuk pemerintahan yang diwariskan Nabi saw. adalah Khilafah. Karena itulah menurut Imam al-Mawardi, "Imamah (Khilafah) itu ditetapkan sebagai khilafah (penggganti) kenabian dalam pemeliharaan agama dan pengaturan dunia dengan agama." (Al-Mawardi, Al-Ahkam ash-Shulthoniyah, hlm. 5),

Hal senada dinyatakan oleh Ibnu Khaldun, "Khilafah pada hakikatnya adalah pengganti dari Shahib asy-Syar'i (Rasulullah saw.) dalam pemeliharaan agama dan pengaturan urusan dunia dengan agama." (Ibn Khaldun, Al-Muqaddimah, hlm. 190).

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here