Mengkritisi Penangkapan Bung Alimudin Baharsyah, Sang Aktivis Pejuang Khilafah Itu... - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, April 7, 2020

Mengkritisi Penangkapan Bung Alimudin Baharsyah, Sang Aktivis Pejuang Khilafah Itu...


Abu Inas (Tabayyun Center)

Sedih kami mendengar kabar Bung Alimudin Baharsyah ditangkap dengan pasal berlapis yang dijeratkan kepada aktivis Islam itu, salah satunya pasal terkait suku agama ras dan antargolongan (SARA)-Ras karena mengunggah konten yang membela saudara Muslim Uighur di Xinjiang.

Persoalan utama yang dihadapi saudara Alimudin Baharsyah justru ada pada tuduhan makar melalui Facebook berdasarkan pasal 107 KUHP. Berulang kali Penyidik memperlihatkan sejumlah video tentang dakwah khilafah dalam proses pemeriksaan. Apa salah ajaran Islam berupa khilafah dan menyerukannya?

Padahal dalam Islam menegakkan Khilafah memang fardhu kifayah. Imam Abu Zakaria an-Nawawi, dari kalangan ulama mazhab Syafi'i mengatakan:

وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّهُ يَجِب عَلَى الْمُسْلِمِينَ نَصْبُ خَلِيفَةٍ وَوُجُوبُهُ بِالشَّرْعِ لاَ بِالْعَقْلِ، وَأَمَّا مَا حُكِيَ عَنْ اْلأَصَمّ أَنَّهُ قَالَ: لاَ يَجِبُ، وَعَنْ غَيْرِهِ أَنَّهُ يَجِبُ بِالْعَقْلِ لاَ بِالشَّرْعِ فَبَاطِلاَنِ

Para ulama sepakat bahwa wajib atas kaum Muslim mengangkat seorang khalifah. Kewajiban ini ditetapkan berdasarkan syariah, bukan berdasarkan akal. Adapun apa yang diriwayatkan dari al-Asham bahwa ia berkata, "Tidak wajib," juga selain Asham yang menyatakan bahwa mengangkat seorang khalifah wajib namun berdasarkan akal, bukan berdasarkan syariah, maka dua pendapat ini batil (Imam Abu Zakaria an-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, VI/291).

Orang yang memiliki kemampuan maupun yang tidak memiliki kemampuan wajib melibatkan diri hingga perkara yang termasuk fardhu kifayah ini terselenggara secara sempurna. Hanya saja, orang yang memiliki kemampuan dituntut lebih dibandingkan yang tidak memiliki kemampuan. Bahkan jika diduga kuat kewajiban itu tidak bisa ditunaikan secara sempurna kecuali dengan keterlibatan orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan, maka kewajiban kifayah tersebut berubah menjadi fardhu 'ain atas orang-orang itu.

Begitu pula menegakkan Khilafah Islam. Kewajiban ini diduga kuat tidak akan bisa terealisasi kecuali dengan keterlibatan para ulama dan tokoh masyarakat yang memiliki kemampuan. Atas dasar itu, wajib 'ain bagi mereka untuk melibatkan diri dalam perjuangan menegakkan Khilafah Islami dalam sebuah partai politik islami yang benar-benar memiliki kemampuan untuk mewujudkan kewajiban tersebut.

Dosa karena belum tegaknya Khilafah Islam tetap melekat pada seluruh kaum Muslim, kecuali bagi mereka yang terlibat dan mendukung perjuangan agung dan mulia ini. Adapun mereka yang tidak melibatkan diri, abai, atau bahkan menghalang-halangi penegakkan Khilafah tidak akan pernah bisa luput dari siksaan Allah SWT kelak pada Hari Kiamat.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here