Menolak Kriminalisasi Bung Ali Baharsyah! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, April 7, 2020

Menolak Kriminalisasi Bung Ali Baharsyah!


Mahfud Abdullah (Dir. Indonesia Change) 

Saya mendapat berita penangkapan aktivis Islam Ali Baharsyah yang dikenal memberikan kritik tegas kepada kekuasaan. Setelah membaca argumentasi dari kuasa hujumnya itu saya lalu bertanya - tanya. Sudah demikian parah dan panikkah penguasa negeri ini? Sehingga video - video yang mengandung kritik di media sosial ditanggapi dengan penangkapan yang serius dan peduli membela umat dan negeri ini?

Penangkapan Ali Baharsyah sekali lagi menambah deret panjang daftar kriminalisasi terhadap aktivis yang melawan kezaliman rezim. Padahal, apa yang dilakukan Ali adalah bagian dari ekspresi kebebasan menyatakan pendapat sebagaimana dijamin dalam UU Nomor 9 Tahun 1999 vide Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.

Banyak pihak yang mempertanyakan apa yang salah dari Bung Ali Baharsyah itu dalam menggunakan hak-haknya sebagai warga negara memposting video dan pendapatnya di media sosial sebagai wujud syiar dakwah Islam lalu diframing buruk melalui narasi yang tersebar hari ini. Saya jadi teringat framing negatif yang menimpa HRS.

Melihat proses cepat, mulai dari pelaporan Muanas Alaidid ditindaklanjuti penangkapan Bung Ali tiga temannya, disertai blow up kasus terkait penghinaan Presiden bersumber dari wawancara pelapor, Muanas Alaidid. Bahkan, ada media yang menyebut Ali terancam 10 tahun penjara karena menghina Presiden Jokowi. Padahal materi penyidikan tak ada satupun pasal penghinaan Presiden yang diterapkan.

Harusnya proses pidana diawali dengan penyelidikan baru ditingkatkan menjadi penyidikan. Dalam proses penyidikan, barulah penyidik menetapkan seseorang sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti yang cukup. Namun sayangnya itu tidak dilakukan.

Berikutnya selain tak sesuai dengan prosedur, penangkapan yang dilakukan pada Bung Ali yang tanpa didahului dengan proses pemanggilan dan pemeriksaan, membuat kita bertanya - tanya tentang penerapn asas hukum yakni asas praduga tidak bersalah (presumption of innocent),

Terkait kasus Bung Ali, Indonesia adalah negara hukum sehingga perlu terdapat kepastian hukum agar seseorang tidak mudah distigmatisasi dan ditangkap. Berikutnya jangan sampai tuduhan radikalisme ini juga bisa menjadi legitimasi untuk mengkriminalkan umat Islam yang menyerukan syariah Islam!

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here