Min A'zhamu Wajibati Ad-din - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, April 29, 2020

Min A'zhamu Wajibati Ad-din

Ilham Efendi

Ramadhan adalah momentum untuk mewujudkan ketakwaan hakiki. Ketakwaan hakiki, baik pada tataran individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat, hanya akan terwujud dengan penerapan syariah Islam secara total, yakni dengan mener apkan syariah Islam secara formal oleh negara untuk mengatur segala bentuk interaksi yang ada di tengah masyarakat. Dengan kata lain, penerapan syariah Islam adalah kunci agar ketakwaan individu-individu anggota masyarakat terwujud. Alasannya, dengan penerapan syariah maka pintu-pintu ketakwaan terbuka lebar, sementara pintu-pintu keharaman ditutup. Hal itu sangat bertolak belakang dengan kondisi saat ini saat syariah Islam tidak diterapkan secara formal oleh negara. Jangankan mewujudkan ketakwaan penduduk negeri secara bersama-sama, mewujudkan ketakwaan individu-perindividu saja sangat sulit. Pasalnya, dalam kehidupan sekularistik, kapitalistik dan hedonistik seperti saat ini, pintu ketakwaan dipersempit, sementara pintu-pintu kemaksiatan dibuka lebar.

Allah SWT telah memerintahkan kaum Muslim untuk menerapkan syariah Islam secara kaffah, yakni berhukum pada seluruh hukum Allah SWT. Banyak ayat al-Quran dan hadis Rasul saw. yang menyatakan kewajiban menerapkan syariah Islam secara kaffah itu. Allah SWT pun menyifati siapa saja yang tidak memutuskan perkara dengan hukum-hukum Allah SWT sebagai kafir jika disertai i'tiqad (QS al-Maidah [5]: 44); atau fasiq (QS al-Maidah [4]: 47) atau zalim (QS al-Maidah [5]: 45) jika tidak disertai i'tiqad.

Sedangkan penerapan syariah Islam yang diwajibkan oleh Allah SWT tak akan tegak sempurna tanpa kekuasaan dan sistem pemerintahan yang tegak berlandaskan akidah Islam. Sistem itu tidak lain adalah Khilafah Rasyidah 'ala minhaj an-Nubuwwah yang dipimpin oleh seorang imam atau khalifah. Sistem inilah satu-satunya sistem yang telah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk menerapkan syariah Islam secara kaffah.

Penegakan Khilafah ar-Rasyidah itu menjadi kunci bagi penerapan syariah Islam secara kaffah. Dengan tegaknya Khilafah ar-Rasyidah maka berbagai kewajiban syar’i bisa ditunaikan dengan sempurna. Dengan tegaknya Khilafah ar-Rasyidah yang menerapkan syariah Islam secara kaffah maka segala keharaman juga bisa dicegah dari masyarakat. Kaidah syariah mengatakan, "Ma la yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajibun (Perkara apa saja yang menjadikan kewajiban tidak sempurna kecuali dengan adanya perkara tersebut maka perkara itu pun hukumnya wajib). Berbagai kewajiban tidak akan sempurna terlaksana tanpa penerapan syariah Islam. Penerapan syariah Islam juga tidak akan sempurna tanpa adanya Khilafah ar-Rasyidah yang menerapkannya. Karena itu menegakkan Khilafah ar-Rasyidah yang menerapkan syariah Islam secara kaffah adalah wajib.

Bahkan menegakkan Khilafah ar-Rasyidah yang menerapkan syariah Islam secara kaffah bukan hanya kewajiban biasa, tetapi termasuk kewajiban yang paling agung. Ibn Taimiyah mengatakan di dalam As-Siyâsah asy-Syar'iyyah (hlm. 161), "Wajib diketahui bahwa wilayatu amri an-nas (kekuasaan dalam pengelolaan urusan masyarakat) adalah min a'zhamu wajibati ad-din (kewajiban agama yang paling agung) karena agama tidak akan tegak tanpa itu.”

Imam Ibn Hajar al-Haytami di dalam Ash-Shawa'iq al-Muhriqah (I/25) juga menyatakan, "Ketahuilah juga bahwa para Sahabat ra. telah berijmak bahwa mengangkat imam (khalifah) setelah zaman kenabian berlalu adalah wajib. Bahkan mereka menjadikan itu (Khilafah) sebagai kewajiban paling penting. Ini terbukti saat mereka lebih menyibukkan diri dengan itu (memilih dan mengangkat khalifah, red.) daripada menguburkan jenazah Nabi saw."

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here