Nasihat Buat Para Pemimpin - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, April 7, 2020

Nasihat Buat Para Pemimpin


dr. M. Amin

Berbicara tentang kepemimpinan, sesungguhnya berbicara tentang dua hal: sosok pemimpin dan sistem kepemimpinan. Dalam konteks Islam, dua-duanya penting. Karena itu, selain umat Islam wajib memilih sosok pemimpin yang memenuhi syarat-syarat formal sesuai tuntutan syariah; penting dan wajib pula sosok pemimpin tersebut menerapkan sistem kepemimpinan yang juga sesuai syariah. Itulah yang dalam istilah politik Islam.

Seorang pemimpin yang bertakwa akan selalu menyadari bahwa Allah SWT senantiasa memonitor dirinya dan dia akan selalu takut kepada-Nya. Dengan demikian dia akan menjauhkan diri dari sikap sewenang-wenang (zalim) kepada rakyat maupun abai terhadap urusan mereka. Khalifah Umar ra., kepala negara Khilafah yang luas wilayahnya meliputi Jazirah Arab, Persia, Irak, Syam (meliputi Syria, Yordania, Libanon, Israel, dan Palestina), serta Mesir pernah berkata, "Andaikan ada seekor hewan di Irak terperosok di jalan, aku takut Allah akan meminta pertanggungjawabanku mengapa tidak mempersiapkan jalan tersebut (menjadi jalan yang rata dan bagus)."

Ibrahim 'alaihis salam berhadapan dengan Namrudz, seorang Raja Babilon yang mengangkat dirinya menjadi Tuhan. Dia memaksa rakyat menyembahnya. Ibrahim menentangnya. Dengan kekuasaannya Namrudz menghukum Ibrahim. Ibrahimpun dibakar di dalam tumpukan kayu bakar yang apinya menjilat-jilat hingga setinggi 40 m. Allah SWT menolong Nabi-Nya. "Wahai api jadilah sejuk dan menyelamatkan atas Ibrahim". Ibrahim selamat tanpa kurang satu apapun. Kepada Namrudz, Allah SWT mengirim seekor lalat. Seharian dia kelelahan mengusir lalat yang mengganggunya. Hingga akhirnya lalat masuk ke dalam hidungnya. Hal sepele ini menyebabkan raja lalim yang mengaku Tuhan ini tewas.

Musa 'alaihis salam berhadapan dengan Fir'aun, raja Mesir yang diktator. Diapun mengangkat dirinya sendiri sebagai Tuhan. Mengerahkan para ahli sihirnya menghadapi Nabi Musa. Para penyihir Fir'aun kalah oleh mukjizat Nabi Musa. Mereka beriman dan menjadi pengikut Nabi Musa. Fir'aun berang. Merekapun dihukum mati. Musa dikejar hendak ditangkap dan dihukum. Justru pengejaran inilah yang menghantarkan kematian Fir'aun. Nabi Musa dan pengikutnya berlari hingga ke laut. Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya. Sedang Fir'aun dan bala tentaranya ditengelamkan Allah SWT. Raja yang lalim dan diktator inipun tewas mengenaskan. Allah mengawetkan jasadnya untuk menjadi peringatan bagi generasi berikutnya: kita semua.

Dalam kisah ashabul ukhdud, seorang pemuda diancam oleh raja lalim. Dia dituduh menyebarkan ajaran kerusakan di masyarakat. Padahal yang diajarkan pemuda adalah ajaran tauhid, mengesahkan Allah SWT. Sedang raja lalim mengangkat dirinya sendiri sebagai Tuhan. Maka raja merencanakan hukuman berat bagi sang pemuda. Maka dirancanglah upaya pembunuhan pemuda. Berbagai upaya itu gagal. Sang pemuda tak berhasil dibunuh, dia masih hidup. Hingga singkat cerita pemuda dapat meyakinkan ribuan warga untuk beriman kepada Allah SWT. Sang raja semakin berang. Dia perintahkan kepada para punggawanya membuat parit dan mengisinya dengan api yang menggelegak. Raja menghukum warganya yang beriman. Mereka dimasukkan ke dalam parit api. Allah mewafatkan mereka semua sebelum tubuh mereka menyentuh api. Sementara itu raja dan para punggawanya duduk-duduk di atas parit sambil menyaksikan hasil perbuatan mereka. Namun Allah SWT kemudian menjadikan api meluap keluar parit dan mengepung raja lalim dengan para punggawanya. Mereka tewas mengenaskan.

Saudaraku, jika sekarang kalian sedang berkuasa, jadilah penguasa yang baik, yang adil. Yang menjalankan syariah Allah SWT. Janganlah setiap nasihat yang diberikan oleh rakyat dianggap kriminal, sehingga kalian menghukum rakyat, atau mencari-cari kesalahan rakyat agar dapat melampiaskan kemarahan kepada mereka. Ingatlah bahwa kekuasaan itu sementara. Kehidupan di dunia juga sementara. Akan tetapi kedzaliman yang kalian timpakan kepada rakyat akan menghadapi pengadilan di akhirat kelak. Pengadilan yang tidak mempan disogok. Pengadilan yang tidak mempan diancam dengan kasus yang tersandera. Pengadilan yang menjadikan tersangkanya bangkrut dan diazab dengan azab yang pedih.

Bayangkan jika rakyat yang terdzalimi ini menuntut di hadapan Dzat Yang Maha Adil. Kebaikanmu akan digerogoti satu demi satu untuk diberikan kepada mereka. Jika kebaikanmu sudah habis, maka dosa mereka yang terdzalimi akan ditimpakan kepadamu. Adzab yang pedih menunggu.

Saudaraku, janganlah berbuat dzalim. Dengarlah nasihat rakyat. Mereka tidak akan menyusahkanmu. Mereka menginginkan kebaikan atas dirimu, keluargamu, dan negara ini.

Semoga kita bukan termasuk yang diancam Allah SWT di dalam QS.Alburuj:
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan hari yang dijanjikan, dan yang menyaksikan dan yang disaksikan. Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedangkan mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here