Rezim Fasis China Harus Menghentikan Penindasan Sistematis Terhadap Muslim Uighur! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, April 1, 2020

Rezim Fasis China Harus Menghentikan Penindasan Sistematis Terhadap Muslim Uighur!


Aminudin Syuhadak (LANSKAP)

Rezim China Beserta semua kekuatan ekonominya yang disombongkan, penggertakannya dan pencaplokan tanah dan ambisi perebutan laut dengan beberapa negara di wilayah regionalnya, serta kefanatikan nasionalismenya yang membahana di dalam negeri, faktanya pemerintah totaliter Cina masih harus menghancurkan orang-orang yang ditaklukkan paksa dari Turkmenistan Timur.

China terbukti mendiskriminasi hingga menindas kaum muslimin di Xinjiang yang tak berdosa, baik dari kalangan laki - laki, wanita, anak-anak dan bahkan dari kalangan orang tua, tidak ada yang luput dari kezaliman rezim fasis tersebut.

Satu-satunya 'kejahatan kaum muslimin' versi rezim fasis tersebut adalah karena mereka menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan menjadikan Islam sebagai pedoman hidup. Jika memang gaya hidup komunis mereka 'dengan karakteristik Cina' begitu superior dan kokoh sebagaimana klaim mereka, mengapa mereka mencekik kaum Muslim di Turkmenistan Timur?

Apa yang terjadi di Turkmenistan Timur bersaing dengan Stalin, Hitler bahkan Assad. Bahkan rezim China tampaknya telah bersaing dengan penyiksaan tahanan muslim dari Abu Ghraib, Guantanamo dan buku pegangan CIA tentang teknik penyiksaan tahanan. Daripada menggunakan teknik pemerkosaan wanita Muslim seperti selama perang Bosnia, China menggantinya dengan 'pernikahan' para wanita Muslim Uighur dengan para laki-laki China Han. (aljazeera.com)

China telah melanggar hak - hak asasi masyarakat muslim Uighur selama bertahun-tahun dalam memperlakukan mereka, di mana banyak kaum muslimin telah dieksekusi di luar kerangka hukum, dan beberapa lainnya dieksekusi melalui operasi rahasia oleh pasukan keamanan Cina. Kebijakan represif Cina terhadap bangsa Uighur khususnya, melalui pencabutan hak untuk menyampaikan pendapat mereka secara damai, memiliki konsekuensi bencana.

Begitulah China hari ini yang menyandarkan prinsip dan gaya hidup dari ideologi pick-n-mix (comotan dan campuran) China –campuran antara komunisme Marxis-Leninis dengan sentuhan Cina, menggenggam kuat ajaran Mao, dosis berlebihan kapitalisme "yang ditransplantasikan", dan infus Xi- tampaknya tidak membuat kaum Muslim di Turkmenistan Timur untuk murtad dan menyerahkan agama kepada rezim diktator China, budaya atau kezaliman mereka. Rezim China sama dengan rezim fasis di mana pun, di mana mereka tidak memiliki validitas intelektual, mereka dipoles dengan kekuatan. Sistem China tidak membela kebenaran, kehormatan, integritas. Sistem China tidak mempedulikan hak-hak manusia atau menghormati kepercayaan sakral mereka. Sayangnya, dalam kasus kaum Muslim di Turkmenistan Timur, orang-orang China tampaknya tidak belajar dari sejarah pemerintahan penjajahan Jepang.

Ingat! Tindakan-tindakan permusuhan terhadap kaum Muslim di Turkistan Timur yang diduduki oleh Cina mencerminkan sejauh mana kebencian rezim komunis terhadap Islam, juga merupakan ketakutan dari negara Cina akan pengaruh Islam yang besar pada masyarakat Cina. Ini menunjukkan sisa-sisa doktrin komunis yang represif dan memiliki warisan sejarah penganiayaan agama minoritas masih tetap berakar kuat dalam negara. Meski ideology komunisme di dunia telah runtuh, kaum muslimin Uighur khususnya muslimah merasakan tekanan dalam kehidupan mereka dari segala penjuru. Bukan hanya hak mereka untuk mengenakan busana Muslimah yang dirampas secara sistematis dan keji, namun juga hak mereka untuk berkeluarga dan memiliki keturunan! Partai komunis yang berkuasa telah berupaya secara berkala untuk membasmi hijab dan busana Muslimah sejak mengambil kekuasaan di tahun 1949, pertama kali meluncurkan upaya-upaya atheisme dan kemudian melarang jilbab sama sekali di tahun 1960-an dan 70-an.

Kaum muslim Uyghur bukan hanya harus berhadapan dengan kebijakan represif yang mengancam identitas mereka, namun juga harus dihadapkan dengan kebijakan brutal yang merusak rahim-rahim muslimah mereka dengan program aborsi dan sterilisasi massal. Program brutal yang lahir dari penguasa kriminal China yang membenci Islam dan ketakutan akan lahirnya generasi para Mujtahid dan Mujahid Islam yang mampu mengembalikan kejayaan Islam di Turkistan Timur dan seluruh penjuru dunia Islam. Karena dari rahim-rahim mulia kaum Muslimah di Uyghur dan Muslimah di seluruh dunia akan lahir generasi pemimpin umat yang akan membawa umat ini dari kegelapan menuju cahaya.

Inilah salah satu realitas penderitaan kaum Muslimin yang menyayat hati, di timur dunia Islam. Mereka adalah korban tak berdaya dari monster penguasa Kufar yang dibiarkan eksis oleh sistem dunia yang diskriminatif terhadap Umat Islam.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here