Sympathetic Support: Bung Ali Baharsyah & Seruan Khilafah Islamiyah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, April 9, 2020

Sympathetic Support: Bung Ali Baharsyah & Seruan Khilafah Islamiyah


Mahfud Abdullah (Direktur Indonesia Change)

Ditangkapnya Ali Baharsyah memantik kehebohan di tengah - tengah publik. Ali Baharsyah atau Alimudin Baharsyah ditetapkan sebagai Tersangka dengan pasal berlapis. Diantaranya dituduh melakukan makar melalui media sosial Facebook berdasarkan ketentuan pasal 107 KUHP.

saat Pemeriksaan Penyidik menunjukkan screenshot video yang merupakan rekaman video wefea yang dibuat oleh Ali Baharsyah pada Desember 2018 di Kota Padang. Video ini dibuat saat agenda kegiatan Rapat Koordinasi Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus dimana Ali Baharsyah ketika itu menjabat sebagai Ketua Koordinator Nasional.

Dalam pernyataannya yang dikutip berbagai media, Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Himawan Bayu Aji menyebut telah memantau Ali Baharsyah sejak 2018. Ali dituding ingin menyebarkan paham yang diyakininya dan dianggap Penyidik berbahaya.

Keterangan ini sejalan dengan materi Penyidikan yang berulang kali mempersoalkan ajaran Islam khilafah. Video wefea Ali yang menyerukan Khilafah dijadikan bukti Perkara.

Pertanyaannya adalah kenapa harus khilafah dan pejuangnya yang dipersoalkan? Kenapa bukan kapitalisme yang masih eksis hari ini yang telah menyebabkan kesengsaraan luar biasa.

Wajar Ustadz Ali Baharsyah melihat khilafah sebagai sistem yang shohih, sekaligus melihat bahwa kapitalisme sistem yang rusak, dimana kuatnya hubungan ekonomi dengan politik internasional saat ini telah menjelma dalam kerakusan dan keinginan negara-negara imperialis untuk merampok kekayaan berbagai bangsa yang menjadi mangsanya. Niat mendominasi itu nampak paling jelas pada Amerika Serikat. Hegemoni politiknya dihasilkan secara otomatis dari hegemoni ekonominya, melalui dominasi para pemilik modal AS di bidang industri, infrastruktur kehidupan yang vital, dan produksi di negara-negara lemah untuk mengendalikan arah perekonomiannya.

Akan tetapi, meski sebab semua bencana dan krisis itu adalah sistem Kapitalisme, Barat terus saja mempropagandakan berbagai prestasinya, gaya hidupnya, dan sistemnya. Barat jadi tampak lebih hebat dari fakta sebenarnya. Ini mengakibatkan semakin banyak manusia yang terpesona dengan peradaban dan sistem-sistem Barat yang bermacam-macam. Taqlid buta pun menjadi ciri orang-orang yang terpesona itu. Mereka mengira sistem kapitalisme itu tidak ada tandingannya dan tidak ada alternatifnya. Jatidiri pun terabaikan dan sikap yang jelas menjadi lenyap. Disini posisi Ustadz Ali B., sebagai penentang ideologi kapitalisme demi menyelamatkan negeri ini dari kehancuran.

Padahal siapa pun yang menelaah sistem ekonomi kapitalisme, akan dapat melihat bahwa orang-orang yang terpesona dengan kapitalisme itu benar-benar seperti yang difirmankan oleh Allah SWT :

لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آَذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا

“Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah)." (QS. al-A’râf [7]: 179)

Seandainya mereka mengkaji dengan cermat realitas sistem kapitalisme, niscaya mereka akan melihat sistem kapitalisme itu telah gagal sejak dulu, bukan hanya sejak meletusnya krisis global sekarang ini. Mereka pun pasti akan melihat bahwa asas-asas sistem kapitalisme telah menghembuskan kebusukan sejak kemunculannya. Sebagai solusi hakiki, hari ini umat Islam bangkit memperjuangkan sistem dari Allah SWT, yakni sistem khilafah.

Secara konsepsi, khilafah yang disuarakan oleh Bung Ali adalah solusi terbaik. Secara ekonomi, negara Khilafah akan mendistribusikan pendapatan bersih (profit) dari kepemilikan umum kepada individu-idividu rakyat dalam bentuk zatnya atau dalam bentuk pelayanan sejak mereka lahir.

Negara Khilafah akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok kaum fakir (pangan, papan dan sandang) dengan cara menyediakan lapangan kerja bagi orang yang mampu diantara mereka; dan dengan cara memberi bagi orang yang tidak mampu atau yang tidak mendapatkan pekerjaan. Negara Khilafah memberi mereka dari harta zakat, harta kepemilikan umum, dan dari harta milik negara yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok mereka.

Negara Khilafah akan memberi sebagian kecil orang kaya dari harta milik negara dan tidak diberikan kepada sebagian besar dari orang-orang kaya. Hal itu untuk mewujudkan keseimbangan di tengah masyarakat dan memperkecil perbedaan kepemilikan harta di antara masyarakat.

Negara Khilafah akan memberi utang tanpa riba dari berbagai direktorat Baitul Mal kepada mereka yang membutuhkan di bidang pertanian, industri dan perdagangan.

Negara Khilafah akan melarang semua muamalah batil. Yaitu akad-akad yang tidak memenuhi syarat-syarat akad dan syarat-syarat sah seperti perusahaan multi nasional, perseroan terbatas, perusahaan asuransi, dan lain-lain.

Negara Khilafah akan melarang jual beli, perdagangan dalam dan luar negeri terhadap komoditi yang tidak dimiliki dan belum diserah terimakan seperti yang berlangsung di bursa saham. Negara juga melarang tanajusy yaitu spekulasi untuk mendongkrak harga. Dan lain sebagainya dengan segala kebaikan dan keberkahan saat khilafah diterapkan.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here