Bicara Kedaulatan Energi - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, May 21, 2020

Bicara Kedaulatan Energi


Mahfud Abdullah (Direktur Indonesia Change)

Kondisi energi bangsa Indonesia yang sedang terjajah adalah sebuah fakta yang terang-benderang. Kondisi ini muncul karena jeratan ideologi Kapitalisme  dalam pengelola-an sumberdaya alam Indonesia. Karena itu untuk mewujudkan kembali kedaulatan energi perlu ada perlawanan terhadap ideologi yang diterapkan saat ini, yaitu ideologi Kapitalisme. Ini seperti dilakukan oleh Presiden Vladimir Putin  dari Rusia yang mampu mengembalikan kedaulatan migasnya dengan melakukan nasionalisasi perusahaan minyak yang selama ini dimiliki perusaahaan swasta, Rusia akhirnya bisa  membayar utang dan terbebas dari jeratan Kapitalisme global atau neoimperialisme.

Tentu yang dimaksud oleh penulis bukan kita lantas  mengadopsi ideologi Sosialisme seperti yang dilakukan oleh Rusia. Namun, perlu ada perlawanan secara ideologi kalau bangsa ini mau terbebas dari jeratan Kapitalisme global dan mengembalikan kedaulatan energi. Tentu ideologi yang tepat untuk dijadikan perlawanan bagi bangsa ini yang mayoritas Muslim adalah ideologi Islam.

Di sinilah perlunya kita berpikir jernih untuk menerima solusi syariah Islam untuk mengembalikan kedaulatan migas dan terbebas dari cengkeraman Kapitalisme global dengan solusi yang berasal dari sistem  Islam, yaitu  syariah Islam  yang diterapkan dalam pengelolaan sumberdaya alam. Langkah-langkah adalah sebagai berikut: Pertama, mengembalikan  sumberdaya alam, termasuk energi yaitu minyak, gas dan batubara serta sumber energi lainnya menjadi milik umum yang wajib di kelola oleh negara.

Dalam konsep Islam, sumber energi  yang jumlahnya melimpah masuk dalam kategori barang milik publik (al-milkiyyah al-ammah). Pengelolaannya harus diserahkan kepada negara  secara profesional dan bebas korupsi. Lalu seluruh hasilnya dikembalikan kepada publik. Dengan demikian ia tidak boleh diserahkan/dikuasakan kepada swasta apalagi asing. Ini sebagaimana sabda Rosulullah saw.:

عَنْ أَبْيَضَ بْنِ حَمَّالٍ: أَنَّه وَفْدَ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَاسْتَقْطَعَهُ الْمِلْحَ قَالَ ابْنُ الْمُتَوَكِّلِ الَّذِى بِمَأْرِبَ فَقَطَعَه لَهُ فَلَمَّا أَنْ وَلَّى قَالَ رَجُلٌ مِنَ الْمَجْلِ س: أَتَدْرِى مَا قَطَعْتَ لَهُ إِنَّمَا قَطَعْتَ لَهُ الْمَاء الْعِدَّ قَالَ فَانْتَزِعَ مِنْهُ

Abyadh bin Hammal pernah menghadap kepada Nabi saw. dan memohon agar ia diberi bagian dari tambang garam yang menurut Ibnu Mutawakkil berada di daerah Ma'rib. Lalu beliau memberikan tambang itu kepada Abyadh. Namun, tatkala orang tersebut berpaling, seseorang yang berada di majelis beliau berkata, "Tahukah Anda, bahwa yang Anda berikan adalah [seperti] air yang mengalir?" Ibn. Mutawakkil berkata: maka Rasul mencabutnya darinya (HR al-Baihaqi dan at-Tirmidzi).

Rasulullah saw. juga bersabda:

اَلْمُسْلِمُونَ شُرَكَاء فِي ثَلاَثٍ فِي الْكَلإ وَالْمَاءِ وَالنَّارِ

Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal: padang rumput, air dan api (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Api, dalam pengertian energi, termasuk minyak dan gas bumi serta batubara  dengan demikian termasuk milik umum yang harus dikelola oleh negara. Dengan segenap kewenanganannya, negara bakal mampu mendistribusikan kekayaan ini dengan sebaik-baiknya kepada seluruh masyarakat.

Kedua, efisiensi harus dilakukan di seluruh mata rantai produksi dan distribusi.  Bila minyak mentah masih harus diimpor, Pemerintah seharusnya melakukannya langsung, tanpa melalui broker.

Ketiga, pembenahan transportasi publik. Ini karena dari sisi konsumsi, bila transportasi publik dibangun dengan massif, maka konsumsi BBM untuk transportasi dapat ditekan, kemacetan diurai, dan sekaligus polusi dan pemanasan global juga dapat diturunkan.

Keempat, harus segera mewujudkan energi alternatif selain fosil secara serius; misalnya optimalisasi energi terbarukan (geotermal, surya, angin, ombak dan bahan bakar nabati) untuk lebih banyak diusahakan. Potensi geotermal yang 27 GW hampir sama dengan seluruh daya PLN saat ini.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here