Bulan Al Qur'an - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, May 8, 2020

Bulan Al Qur'an

Abu Inas (Tabayyun Center)

Alhamdulillah kita masih diberi umur untuk menjumpai Ramadhan 1441 H di tengah pandemi. Bulan Ramadhan disebut pula bulan al-Quran (syahrul-qur'an). Pada bulan inilah al-Quran diturunkan sebagaimana firman-Nya:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil) (TQS al-Baqarah [2]: 185).

Al-Quran telah mengubah kehidupan bangsa Arab yang terbelakang, jahiliah dan ummi menjadi umat yang maju bahkan mampu menaklukkan dua negara adidaya kala itu,  yaitu Romawi dan Persia. Dengan al-Quran bangsa Arab mampu membebaskan bangsa-bangsa lain dari belenggu kezaliman penguasa dan kegelapan kebudayaan mereka.

Berabad-abad dalam naungan Khilafah Islamiyah, al-Quran menjadi pedoman hidup kaum Muslim. Mereka menerapkan al-Quran dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Fakta sejarah menunjukkan bahwa kebangkitan bangsa Arab yang pertama kali memeluk Islam itu sangat dipengaruhi oleh al-Quran. Apa rahasianya? Tidak lain karena al-Quran memiliki tiga fungsi utama. Pertama: sebagai mukjizat abadi Nabi Muhammad saw. Kedua: sebagai pedoman hidup (minhâj al-hayâh) kaum Muslim. Ketiga: sebagai media ibadah kaum Muslim.

Al-Quran adalah mukjizat terbesar yang dimiliki Rasulullah saw. Al-Quran telah menundukkan bangsa Arab yang pada waktu itu berada di puncak kesusastraannya. Mereka tidak mampu membuat karya sastra yang keindahan bahasanya semisal dengan al-Quran. Allah SWT  telah menantang mereka untuk membuat satu surat saja yang semisal dengan al-Quran, tetapi tidak ada seorang pun yang sanggup menyambut tantangan-Nya (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 23-24). Kemukjizatan al-Quran itu terus berlaku sepanjang masa (Lihat: QS al-Hijr [16]: 9).

Dengan al-Quran Rasulullah saw. mampu membuktikan kerasulannya. Dengan al-Quran generasi pertama kaum Muslim mampu mengalahkan Quraisy dan sekutu-sekutunya. Karena itu dengan al-Quran pula insya Allah kaum Muslim masa kini pun akan mampu memenangkan persaingan global melawan musuh-musuh mereka.

Alhasil, jika kaum Muslim hari ini ingin kembali memimpin dunia, selayaknya mereka kembali menempatkan al-Quran pada kedudukan yang sebenarnya, yakni sebagai mukjizat teragung Rasulullah saw., sebagai media ibadah dan sebagai pedoman hidup. Yang terakhir ini, yakni menjadikan al-Quran sebagai pedoman hidup, tentu harus diwujudkan dalam seluruh aspek kehidupan: akidah, ibadah ritual, muamalah, siyasah (politik), pendidikan, hudud, dll. Semua itu tentu membutuhkan intitusi negara sebagai pelaksananya, yakni Khilafah. Inilah juga yang dipraktikan oleh para sahabat (Khulafaur Rasyidin), tabi'in, tabi at-tabi'in dan generasi setelah mereka selama lebih dari 14 abad.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here