Ijma' Ulama Terkait Khilafah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, May 6, 2020

Ijma' Ulama Terkait Khilafah


Achmad Fathoni (Direktur El Harokah Research Center)

Kewajiban menegakkan Khilafah ini telah menjadi ijmak para ulama, khususnya ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja).  Imam al-Qurthubi menegaskan, "Tidak ada perbedaan pendapat mengenai kewajiban tersebut (mengangkat khalifah) di kalangan umat dan para imam mazhab; kecuali pendapat yang diriwayatkan dari al-'Asham (yang tuli terhadap syariah)  dan siapa saja yang berkata dengan pendapatnya serta mengikuti pendapat dan mazhabnya." (Al-Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, 1/264).

Imam an-Nawawi juga menyatakan, "Mereka (para imam mazhab) telah bersepakat bahwa wajib atas kaum Muslim mengangkat seorang khalifah." (An-Nawawi, Syarh Sahih Muslim, 12/205).

Imam al-Ghazali menyatakan, "Kekuasaan itu penting demi keteraturan agama dan keteraturan dunia. Keteratuan dunia penting demi keteraturan agama. Keteraturan agama penting demi keberhasilan mencapai kebahagiaan akhirat. Itulah tujuan yang pasti dari para nabi. Karena itu kewajiban adanya Imam (Khalifah) termasuk hal-hal yang penting dalam syariah yang tak ada jalan untuk ditinggalkan. (Al-Ghazali, Al-Iqtishad fi al-I'tiqad, hlm. 99).

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyatakan, "Mereka (para ulama) telah sepakat bahwa wajib hukumnya mengangkat seorang khalifah dan bahwa kewajiban itu adalah berdasarkan syariah,  bukan berdasarkan akal (Ibn Hajar, Fath al-Bari, 12/205).

Imam al-Mawardi menyatakan, "Melakukan akad Imamah (Khalifah) bagi orang yang (mampu) melakukannya hukumnya wajib berdasarkan ijmak meskipun al-'Asham menyalahi mereka" (Al-Mawardi, Al-Ahkam ash-Shulthaniyyah, hlm. 5).

Imam Ibnu Hajar al-Haitami menyatakan, "Ketahuilah juga, para sahabat Nabi saw. telah sepakat bahwa mengangkat imam (khalifah) setelah berakhirnya zaman kenabian adalah wajib. Bahkan mereka menjadikan itu sebagai kewajiban terpenting karena mereka telah menyibukkan diri dengan hal itu dari menguburkan jenazah Rasulullah saw." (Al-Haitami,  Ash-Shawa'iq al-Muhriqah, hlm. 17).

Imam asy-Syaukani menyatakan, "Mayoritas ulama berpendapat Imamah (Khilafah) itu wajib. Menurut 'Itrah (Ahlul Bait), mayoritas Muktazilah dan Asy'ariyah, Imamah (Khilafah) itu wajib menurut syariah (Asy-Syaulani, Nayl al-Awthar, VIII/265).

Pendapat para ulama tedahulu di atas juga diamini oleh para ulama muta'akhirin (Lihat, misalnya: Syaikh Abu Zahrah, Tarîkh al-Madzahib al-Islamiyah, hlm. 88; Dr. Dhiyauddin ar-Rais, Al-Islam wa al-Khilafah, hlm. 99; Abdul Qadir Audah, Al-Islam wa Awdha’una as-Siyasiyah, hlm. 124; Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah, II/15; Dr. Mahmud al-Khalidi, Qawa'id Nizham al-Hukm fî al-Islam, hlm. 248; dll).

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here