Pertumbuhan Ekonomi Semu - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, May 21, 2020

Pertumbuhan Ekonomi Semu


Aminudin Syuhadak (Direktur LANSKAP)

Menghitung pendapatan perkapita berdasarkan angka PDB merupakan suatu kekeliruan. Konsep perhitungan ini merupakan upaya untuk menyembunyikan ketimpangan ekonomi sehingga gambaran ekonomi yang ada dapat menyesatkan masyarakat.

Jika suatu negara dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil dalam jangka waktu yang lama, maka negara tersebut dapat memperoleh akumulasi kekayaan yang besar baik diukur dengan PNB maupun PDB. Akan tetapi, hal itu tidak menjamin kemiskinan dan kemelaratan masyarakat di negara itu lenyap.

Setiap negara yang menggunakan metode pertumbuhan ekonomi akan memfokuskan kebijakan ekonominya pada kegiatan produksi yang dihasilkan di negara tersebut. Karenanya, kebijakan negara diarahkan untuk menggenjot tingkat produksi nasional melalui instrumen fiskal dan moneter, serta deregulasi yang menjamin dan mempermudah akses investor asing dan lokal.

Merupakan hal yang lumrah pula jika berbagai kemudahan dan fasilitas diberikan pemerintah kepada para investor, sebab merekalah kelompok yang paling dinamis dalam menggerakkan produksi nasional.

Para ekonom kapitalis terutama yang beraliran neoklasik berpendapat bahwa seluruh masyarakat akan mendapatkan manfaat pertumbuhan ekonomi melalui tricle down effect (efek tetesan ke bawah). Mereka berargumen peningkatan kekayaan para investor yang kemudian berkembang menjadi konglomerasi akan disertai tetesan kekayaan mereka ke lapisan masyarakat bawah. Bentuk manfaat yang diperoleh masyarakat dengan tetesan kemakmuran orang-orang kaya tersebut, misalnya, upah yang mereka dapatkan sebagai buruh pabrik. Tetesan kemakmuran inilah yang memecahkan permasalahan kemiskinan dalam Kapitalisme.

Namun, yang terjadi bukannya tricle down justru sebaliknya tricle up. Metode pertumbuhan ekonomi akan menghisap sumberdaya ekonomi masyarakat sehingga terkumpul di tangan para konglomerat dan investor. Bentuk-bentuk penghisapan ini antara lain eksploitasi tenaga buruh dengan upah yang rendah, pencaplokan usaha-usaha ekonomi yang berkembang di masyarakat oleh konglomerat melalui monopoli yang dibekingi pejabat pemerintah, penggusuran tanah warga demi kepentingan bisnis mereka, eksploitasi sumberdaya alam yang mengakibatkan kerusakan lingkungan sehingga dampaknya sangat dirasakan masyarakat.

Menurut pemenang hadial Nobel Ekonomi tahun 1981, James Tobin, dalam wawancaranya dengan Region (sebuah kelompok kajian ekonomi politik) yang dipublikasikan di internet, memfokuskan pembangunan pada pertum-buhan ekonomi baik dalam skala makro maupun pertumbuhan pada sektor non-riil (moneter) merupakan penyebab kegagalan pembangunan yang tidak dapat menghapuskan kemiskinan secara riil.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here