Politik Islam Mewujudkan Kemaslahatan Hakiki - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, May 29, 2020

Politik Islam Mewujudkan Kemaslahatan Hakiki


Mahfud Abdullah (Direktur Indonesia Change)

Politik sejatinya merupakan aktivitas mengurusi urusan umat di dalam dan di luar negeri. Dalam Islam, politik dalam negeri ditujukan untuk mewujudkan kemaslahatan warga negara, melayani kepentingan-kepentingan mereka, menyelesaikan problem yang mereka hadapi, meningkatkan tarap hidup mereka, dll. Hal ini mengharuskan sikap lembut, perhatian atas keberatan-keberatan dan kondisi masyarakat, serta toleransi atas sedikit kesalahan dan kekurangan mereka.

Sikap ini berbeda sekali dengan aktivitas politik dengan pihak luar. Mereka tentu tidak layak untuk diperlakukan dengan penuh kasih sayang. Bagaimana tidak. Di antara mereka ada yang sedang terlibat perang dengan kita; berencana untuk menyerang kita; mencari cara untuk mencengkeram negeri kaum Muslim; bahkan telah berhasil menduduki dan menjajah negeri-negeri Islam. Sebagian yang lain sedang melakukan konspirasi untuk meruntuhkan Negara Islam, menghancurkan umat Islam serta menjauhkan mereka dari ideologinya. Mereka senantiasa bersiap dengan seluruh konspirasi, manuver dan makar jahat, tanpa mempedulikan apapun, termasuk undang-undang dan konvensi internasional yang mereka sepakati sendiri.

Sebagai contoh, negara-negara Barat penjajah saat ini menjadikan asas manfaat sebagai landasan hidup dan standar perbuatannya. Slogan Machiavelli 'tujuan menghalakan segala cara' begitu mendarah daging. Pragmatisme adalah karakter politik Barat dalam meraih kemaslahatannya. Oleh sebab itu, politik mereka adalah tipudaya, konspirasi dan kemunafikan. Diplomasi berarti akal bulus dan tipudaya. Mereka pun meyakini bahwa tidak ada akhlak dan aspek ruhani dalam politik. Mereka bisa kapan saja mealanggar perjanjian dengan siapa saja yang berdamai dengan mereka bila kepentingan politik mereka bisa diraih dengan cara itu. Sikap ini telah Allah isyaratkan dalam al-Quran (Lihat: QS at-Taubah [9]: 8). Allah SWT telah mengungkap kaidah politik kaum kufar. Mereka senantiasa berusaha mengelabui umat Islam. Dalam hati mereka tersimpan kedengkian yang sangat mendalam.

Sebaliknya, Allah SWT mengajarkan satu kaidah politik sebagai pedoman bagi umat Islam dalam berhubungan dengan mereka, sebagaimana tersurat dalam QS al-Anfal [8]:58). Berdasarkan ayat ini, jika Daulah Islam merasakan tanda-tanda pengkhianatan mereka, maka pada saat itu wajib negara mengambil tindakan secara cepat, tepat dan tidak menunggu-nunggu hingga pengkhianatan itu benar-benar terjadi. Dengan kata lain, ayat ini memerintahkan kepada kaum Muslim agar senantiasa waspada dan tanpa kenal lelah mengungkap rencana dan konspirasi mereka.

Sebagaimana telah dikemukakan di awal, aktivitas politik luar negeri sangat beragam dan tidak statis. Melakukan diplomasi, pertemuan, perundingan dan konfrensi; membentuk persekutuan; membina persahabatan; menandatangani perjanjian; membangun relasi khusus dengan negara tetangga; melakukan konspirasi untuk memecah-belah musuh; mengalihkan perhatian lawan; mencari cara untuk keluar dari dilema tertentu; merahasiakan tujuan; menghimpun informasi tentang musuh, menyingkap rahasia dan kelemahannya serta menyingkap aspek pemersatu dan penyebab perpecahannya;   mengeksploitasi perselisihan di pihak rival agar mereka semakin lemah; menjadikan sebagian mereka tameng saat melawan sebagian yang lain; memfokuskan perhatian terhadap sebagian dan mengenyampingkan sebagian yang lain; menggagalkan konspirasi; serta mengungkap kebohohongan. Semua itu adalah di antara aktivitas politik.

Untuk melakukan semua itu, cara yang paling efektif adalah melalui cengkeraman pemikiran, media dan propaganda. 'Perang urat saraf' sangat efektif membuat lawan ciut; menyesakkan mereka dengan berbagai tekanan; membentuk opini yang mampu mengubah situasi dan sikap negara lain dalam membangun hubungan dengan Daulah Islam ataupun negara lainnya; membentuk opini umum untuk melawan pihak-pihak tertentu; menimbulkan krisis di dalam negeri lawan seteru; menebar ancaman pengerahan kekuatan bersenjata; serta yang terpenting adalah menonjolkan kekuatan, prestasi, dan citra Daulah Islam.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here