Suatu Kekuatan Energi - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, May 21, 2020

Suatu Kekuatan Energi



Fajar Kurniawan (Analis Senior PKAD)

Islam mewajibkan pemimpin untuk mengurus urusan umatnya karena ia akan dimintai pertanggungjawaban atas hal itu. Banyak ayat al-Quran yang yang mewajibkan umat Islam untuk menyebarkan dakwah Islam ke seluruh dunia, membawa umat manusia dari kegelapan menuju cahaya. Di ayat lain Allah SWT mencirikan umat Islam sebagai umat terbaik karena memiliki karakteristik seperti itu.

Dakwah Islam dicapai melalui proyeksi kekuatan global sehingga mereka memiliki desain pada umat harus mempertimbangkan keberadaan kekuatan penggetar yang sedemikian kuat (dengan keberadaan minyak, penerj.) untuk mencapai keberhasilan dalam suatu serangan. Ayat-ayat ini di antara banyak yang lainnya membuktikan bahwa Khilafah perlu memanfaatkan sumberdaya energi dan memastikan ketertersediaan bagi semua warga negaranya.

Islam juga menunjukkan bahwa listrik adalah milik umum, yang dikelola oleh iasm dan pendapatan yang dihasilkannya akan diberikan untuk kepentingan semua warga iasm. Hal ini berasal dari hadis Nabi Muhammad "Muslim berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput dan api".

'Api' memuat segala hal yang tersirat dalam istilah energi, apakah itu berasal dari pembakaran pohon, batu bara atau listrik. Semua ini dikategorikan di bawah kekayaan umum atau Negara. Individu atau perusahaan tidak diizinkan untuk memiliki sumber-sumber listrik yang digunakan sebagai bahan ias untuk mendorong pabrik-pabrik industri. Sumberdaya ini adalah iasma milik umum yang diawasi oleh iasm dan pendapatan yang dihasilkan darinya disalurkan kepada warga iasm setelah dikurangi biaya.

Minyak dan gas adalah dua komoditas yang paling penting di dunia. Laju industrialisasi bergantung pada tingkat ketersediaan energi. Bahkan pertanian modern bergantung pada gas alam sebagai bahan baku pembuat pupuk. Sumber-sumber itu sangat penting untuk kehidupan masyarakat, yang berarti bahwa keuntungannya harus dinikmati bersama oleh masyarakat dan tidak dapat diprivatisasi.

Kebijakan energi Khilafah perlu diadopsi dengan realitas sebagai berikut:

- Karena energi adalah penting untuk industrialisasi, kebijakan energi Khilafah perlu dilihat dan dianalisis lebih dalam.

- Karena energi dibutuhkan untuk berbagai tugas-tugas iasma, Khilafah perlu membangun infrastruktur energi modern yang saat ini hadir di dunia Muslim.

- Minyak dan Gas Bumi harus dialokasikan untuk pemakaian yang penting seperti bahan mentah untuk industri manufaktur, migas, pertanian dan petrokimia karena saat ini tidak ada iasmave untuk bahan-bahan itu.

- Minyak dan Gas Bumi juga harus digunakan untuk transportasi dan penghasil energi karena teknologi saat ini terutama dijalankan dengan sumber energi itu, tetapi sumber energi lain harus dicari. Hal ini akan membantu pemanfaatan yang berkelanjutan atas sumberdaya Khilafah, yang memungkinkan fleksibilitas dalam penjualan minyak menghasilkan pendapatan, dan sebagai bantuan untuk membantu membawa negara - negara lain lebih dekat ke dalam pangkuan Islam.

Dunia Muslim memiliki semua kebutuhan yang diperlukan untuk mmenuhi kebutuhan energi umat, Allah SWT telah melimpahkan tanah kaum Muslim dengan banyak mineral lebih dari yang diperlukan Khilafah untuk melakukan revolusi industri.

Dari beberapa perspektif, Khilafah berada di posisi yang jauh lebih baik pada perkembangannya kemudian dari banyak iasm-negara industri. Jerman, Jepang, dan Cina semuanya memiliki kekurangan sumberdaya yang diperlukan. Itulah tantangan yang dimiliki Jerman dan Jepang untuk menjajah iasm-negara yang kaya sumberdaya. Amerika Serikat dan Inggris tidak memiliki penduduk cukup yang diperlukan untuk industri pembangunan dan ini diatasi dengan memperbudak orang dan menjajah bangsa-bangsa. Khilafah tidak perlu menghadapi masalah ini karena jumlah umat hampir dari 2 miliar dan negeri-negeri Islam memiliki sumber-sumberdaya mineral yang lebih dari cukup untuk melakukan revolusi industri.

Pengembangan infrastruktur energi yang diperlukan dalam kenyataannya akan menciptakan berjuta-juta lapangan pekerjaan yang akan mengangkat berjuta-juta orang keluar dari kemiskinan di dunia Muslim. Pada gilirannya pengembangan energi akan memberikan efek luar biasa dengan merangsang ekonomi yang lebih luas melalui pengembangan industri berat, kompleks-kompleks manufaktur, industri-industri militer, industri-industri penyulingan dan pabrik-pabrik.

Banyak orang berpendapat bahwa karena energi, terutama minyak, merupakan sumberdaya kunci bagi Barat maka mereka akan melakukan intervensi militer jika Khilafah mengambil-alih sumberdaya itu. Sejumlah dokumen pada masa lalu menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Inggris merencanakan aksi militer ketika terjadinya lonjakan harga minyak tahun 1973. Teori semacam itu juga digunakan sebagai pembenaran oleh banyak penguasa umat Islam untuk melanjutkan ekspor minyak ke Barat, sementara penduduk iasm mereka sendiri menderita kekurangan.

Dalam kenyataan, satu-satunya iasm yang sangat bergantung pada impor minyak dan akan mempertimbangkan tindakan militer semacam itu untuk kepentingan strategisnya adalah Amerika Serikat. Namun, saat ini saja Amerika sangat kewalahan berperang di Irak dan Afganistan. Padahal mereka perlu melaksanakan serangan berkelanjutan yang melibatkan jutaan pasukan untuk bertempur melawan kaum Muslim untuk ias mengambil alih cadangan minyak dunia.

Satu-satunya strategi yang meyakinkan dan pasti adalah mengusir pengaruh Amerika Serikat. Pada saat yang sama, mengubah Khilafah menjadi kekuatan dunia dengan reunifikasi Dunia Muslim. Islam mewajibkan hanya ada satu negara untuk seluruh umat. Ini berarti penyatuan kembali dengan dunia Muslim adalah wajib. Dengan sebagian besar Dunia Islam hidup di bawah tekanan asing dan kemiskinan yang parah maka unifikasi bukanlah tugas yang sulit untuk dicapai, namun memang ia akan menghadapi tantangan. Selain adanya agen Barat yang ingin tetap memegang posisi mereka, sebagian besar tantangan adalah kemampuan untuk memperluas dan menggabungkan negara-negara dan menghubungkan mereka bersama-sama melalui pemerintahan, peradilan, administrasi dan ekonomi. Uni Soviet mencapai prestasi seperti itu pada masa lalu dengan membangun Partai Komunis. Adapun Khilafah didirikan dengan motivasi sangat kuat yang akan dengan mudah membuat negara-negara yang berbeda menjadi bagian dari persatuan dan Islam itu sendiri.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here