Sukses Penyelenggaraan Pendidikan - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, May 8, 2020

Sukses Penyelenggaraan Pendidikan



Moh. Abi Yafi Romadhon

Islam adalah agama sempurna. Penerapan sistem kehidupan Islam yang menyatukan materi dan ruh adalah kunci kesuksesan dalam membangun peradaban mulia berikut infrastruktur berkualitas khususnya dalam hal pendidikan.

Penguasa beserta aparat negara yang amanah lagi capable dan keseluruhan struktur sistem pemerintahan Islam benar-benar mampu menghadirkan atmofsir ketaqwaan dalam urusan pemenuhan hajat hidup publik termasuk pembangunan infrastruktur pendidikan, yang dimanivestasikan dalam wujud penerapan prinsip-prinsip yang benar, di antaranya adalah: Pertama, pembangunan pendidikan termasuk infrastrukturnya dijiwai sudut pandang yang tidak sedikitpun persinggungan dengan sudut pandang barat bahwa ilmu sebatas jasa untuk dikomersialkan, akan tetapi dijiwai sudut pandang bahwa ilmu adalah saudara kembar iman,  karena Allah swt telah memerintahkan dalam banyak ayat al- Quran agar berilmu dalam segala perkara termasuk perintah memikirkan ciptaan-Nya sebagai jalan memperoleh ilmu agar beriman kepada eksistensi-Nya.  Ini di satu sisi, di sisi lain dijiwai oleh pandangan bahwa ilmu adalah ruh kehidupan yang diibaratkan Rasulullah saw dalam tuturnya yang mulia sebagai air hujan,

إِنَّ مَثَلَ مَا بَعَثَنِى اللَّهُ بِهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَصَابَ أَرْضًا,

artinya "Perumpamaan apa yang diturunkan oleh Allah Ta'ala kepadaku berupa petunjuk dan ilmu itu adalah seperti air hujan yang jatuh ke bumi" (HR. Muslim). Sudut pandang cemerlang ini terwujud dalam tujuan pendidikan yang direalisasikan dalam sistem pendidikan berbasis aqidah Islam.

Pemerintah adalah pihak yang bertanggung jawab langsung dan sepenuhnya dalam urusan penyelenggaraan pendidikan berkualitas terbaik bagi setiap individu masyarakat.  Ini di dasarkan pada perbuatan Rasulullah saw  yang mengurusi secara langsung urusan pemenuhan hajat publik dan menugasi tawanan perang Badar  satu orangnya mengajarkan 10 anak kaum muslimin baca tulis sebagai tebusan. Artinya apapun alasannya negara tidak dibenarkan sebagai regulator bagi kepentingan korporasi, juga tidak dibenarkan menggunakan konsep kemitraan pemerintah dan swasta (KPS) dalam pembangunan karena semua ini bertentangan dengan pandangan Islam.

Soal anggaran, bukan konsep anggaran berbasis kinerja tetapi anggaran bersifat mutlak, yakni ada atau tidak ada kekayaan negara yang dialokasikan untuk pembiayaan pendidikan wajib diadakan negara,  manakala ketiadaannya mengabaikan hak masyarakat dan membahayakannya meski hanya pada satu orang, karena Islam telah mengharamkan perbuatan membahayakan, ditegaskan Rasulullah saw
 لا ضرر ولا ضر.
Artinya, "Tidak boleh membahayakan dan tidak boleh dibahayakan" (HR Imam Ahmad,Ibnu Majah). 

Apa lagi bagi negara yang berkedudukan sebagai pihak terdepan dalam mencegah kemudaratan. Dari mana negara memperoleh biaya sebanyak itu? Pengelolaan kekayaan negara yang sesuai syariat termasuk harta milik umum yang jumlahnya berlimpah di negeri-negeri kaum muslimin seperti gas,minyak bumi, emas, meniscayakan negara memiliki kemampuan finansial yang cukup.

Keempat, satuan pendidikan berikut segala kelengkapangan mulai dari ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, asrama dan segala kelengkapannya merupakan bagian dari fungsi pelayanan, sehingga tidak dibenarkan di BLU-kan atau pengelolaan lain yang berkarakter liberal.  Rasulullah saw bersabda yang artinya, "Imam (Khalifah) yang menjadi pemimpin manusia, adalah (laksana) penggembala.  Dan hanya dialah yang bertanggungjawab terhadap (urusan) rakyatnya." (HR Al- Bukhari); dan Kelima, sistem pemerintahan bersifat sentralisasi dan administarsi bersifat desentralisasi.

Inilah di antara konsep-konsep sohih pembangunan infrastruktur pendidikan yang penerapannya menyeluruh dalam bingkai sistem kehidupan Islam, sistem Islam meniscayakan semua potensi baik kemajuan sains dan teknologi beserta para pakar infrastruktur pendidikan dan sumber daya alam yang berlimpah bisa dimobilisasi secara maksimal untuk mengatasi persoalan infrastruktur pendidikan di negeri ini secara cepat sehingga terjamin akses setiap orang terhadap infrastruktur pendidikan berkualitas kapanpun dan dimanapun.

Sekarang, saatnya untuk bangkit dan menghentikan agenda sekuler Barat yang rusak dan  memperdaya, membawa penderitaan pada generasi yang akan datang dan umat secara umum, dan mengembalikan waktu dimana kaum muslimin unggul dalam pendidikan dan memberi kontribusi yang sangat besar dalam sains dan teknologi tanpa kompromi terhadap keimanannya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here