Abu Qasim Az Zahrawi Sang Bapak Ilmu Bedah Modern - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, June 12, 2020

Abu Qasim Az Zahrawi Sang Bapak Ilmu Bedah Modern




Abu al-Qasim Khalaf bin Abbas Al-Zahrawi (dikenal di Barat sebagai Albucasis) lahir di Madinat al-Zahra dekat Cordoba di Spanyol Islam pada 936 M dan meninggal pada 1013 M. Beliau adalah keturunan suku Ansar di Arab yang telah menetap sebelumnya di Spanyol.

beliau dikenal sebagai bapak ilmu bedah modern, dikenal demikian karena sumbangsih beliau terhadap ilmu kedokteran sangat besar terutama pada cabang ilmu bedah. Walaupun sebagian besar keilmuannya didapat dari peradaban yunani namun beliau tidak menelan mentah ilmu tersebut. Az zahrawi mampu mengembangkan ilmu kedokteran mencapai tingkat yang tidak pernah dicapai oleh pendahulunya yaitu para dokter yunani, bahkan beliau mampu mengkoreksi berbagai kesalahan para pendahulunya tersebut.

Az zahrawi mampu mendeskripsikan sekitar 200 jenis alat bedah yang ditulis dalam kitab at tasrif. Sebagian besar alat-alat bedah tersebut dipakai berabad-abad tahun kemudian bahkan beberapa alat bedah az zahrawi masih dipakai sampai sekarang oleh dokter-dokter modern. Beberapa penemuan alat bedah beliau yang mengagumkan seperti michab dan kalaib yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit kencing batu. Kemudian beliau menemukan benang jahit yang diberi nama catgut. Pisau dan gunting jahit khusus bedah yang sampai saat ini alat tersebut masih dipakai oleh dokter modern. Selain itu az zahrawi adalah orang pertama yang menggunakan forceps, forceps adalah alat yang digunakan untuk membantu proses kelahiran dengan cara menarik atau mencapit dengan lembut kepala bayi ketika sang ibu kesulitan mengeluarkan bayi. beliau juga menciptakan alat tonsilectomi yaitu alat bedah untuk penyakit amandel.

dalam dunia kedokteran gigi, beliau juga menjadi salah satu penyumbang khazanah keilmuaan terbesar pada masanya. salah satu kontribusi beliau dalam ilmu ini adalah dengan dikenalkannya metode replantasi gigi yaitu mengikat gigi-gigi yang longgar dengan emas atau perak. kita ketahui bersama bahwa replantasi gigi sampai saat ini sangat populer untuk memperbaiki posisi gigi. selain itu beliau juga menemukan instrument perhitungan untuk mengukur kalkulus gigi (timbunan plak  gigi yang sudah mengeras). Perhitungan ini beliau gunakan sebagai standar untuk pencegahan penyakit periodontal(peradangan gusi)

Semua penjelasan tentang ilmu kedokteran dituliskan dalam sebuah karya buku bernama at tasrif. Kitab ini adalah hasil dari puluhan tahun pengalaman beliau dalam menjalani  pekerjaan sebagai seorang dokter pada masa itu. At tasrif adalah buku yang sangat  mengagumkan, buku setebal 30 jilid tersebut menjadi salah satu rujukan dalam dunia bedah dibarat sampai pada abad 17. Az zahrawi dalam bukunya, menjelaskan beberapa cabang ilmu kedokteran seperti ilmui bedah, kedokteran, ortopedi, ophthalmologi, farmakologi, nutrisi, kedokteran gigi, persalinan, dan patologi. didalam bukunya tersebut beliau juga mengajarkan bagaimana seorang dokter harus memiliki hubungan psikologis yang baik kepada pasien, beliau juga menekankan pentingnya merawat pasien terlepas dari status sosial mereka. Tentu sesuatu yang baru bagi dunia kedokteran bahkan dalam dunia kedokteran modern, dimana biasanya dokter hanya menjadi tempat keluh kesah terkait kesehatan. Kala itu az zahrawi adalah orang pertama yang menggunakan opium sebagai obat bius, tentunya obat ini beliau gunakan ketika akan melakukan operasi bedah.

Salah satu penemuan besar az zahrawi adalah dengan ditemukanya cacgut. Catgut adalah benang yang beliau gunakan untuk menjahit luka ketika melakukan pembedahan, keajaiban catgut adalah dapat menyatu dengan sel tubuh manusia. Sebagai zat asing yang berasal dari luar tubuh manusia, namun ajaibnya  catgut dapat diterima oleh tubuh manusia itu sendiri dan tdaik menyebabkan infeksi. Para dokter dan ilmuwan modern mengungkapkan bahwa catgut bisa menyatu dan diterima oleg tubuh manusia karena terbuat dari serat usus hewan, dimana memang serat tersebut diterima oleh tubuh manusia. Dengan digunakannya catgut membuat pembedahan yang dilakukan oleh az zahrawi melampaui ilmuwan manapun pada zamannya. Setiap operasi bedah pada era modern ini pasti menggunakan catgut sebagai benang jahit untuk menutupi luka, tak terkecuali setiap laki-laki muslim yang melakukan khitan, begitu besarnya jasa az zahrawi dalam meopang dunia kedokteran modern dewasa ini, maka sudah sepantasnya kita berterima kasih kepada az zahrawi karena jasa-jasa beliau yang begitu besar.

Terakhir sebagai penutup penulis mengajak kepada semua kalangan untuk selalu mengenang jasa-jasa beliau dan sebagai ungkapan terima kasih sudah seharusnya kita membesarkan dan mengharumkan nama beliau di masyarakat sekitar terkhusus para akademisi yang sudah lupa akan jasa seorang az zahrawi. Juga penulis menolak segala upaya deislamisasi dan distorsi sejarah serta upaya penenggelaman tokoh-tokoh muslim yang berjasa besar bagi peradaban modern. Mereka menolak para tokoh tersebut hanya karena mereka seorang muslim, jika saja para tokoh tersebut bukan berasal dari muslim dan berasal dari barat tentu mereka akan mengagung-agungkannya.

Penulis
Rio Candra Purwita P


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here