Bersabar Dan Terus Bersiaga - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, June 26, 2020

Bersabar Dan Terus Bersiaga


Abu Inas (Tabayyun Center)

Sabar melawan hawa nafsu lebih sulit daripada sabar menghadapi pertempuran dan lebih besar pahalanya. Pemberani yang maju ke medan pertempuran, ia sedang mengunyah nikmatnya kemenangan dengan gerahamnya. Sehingga apabila telah ada pertempuran sengit, maka jiwanya bersemangat dan bergelora. Sementara orang mukmin yang berperang melawan hawa nafsu, ia sedang menelan pahitnya larangan (meninggalkan perkara-perkara haram). Sehingga apabila ia bersih kukuh pada kesabaran, maka jiwanya berpaling dan menangis. Pemberani yang berperang melawan musuh-musuhnya-maka itu dilakukan bisa saja-karena riya' (hipokrit), sum'ah (gila hormat), fanatisme dan berharap ridha Allah. Namun, orang mukmin itu tidak berperang melawan hawa nafsunya, kecuali karena ketaatan dan semata-mata berharap ridha Allah. (Mushtafa as-Siba'i, dalam kitabnya "Hakadza Allamatni al-Hayah, Begitulah Kehidupan Mengajariku")

Termasuk tanda baiknya sukses dan bahagia adalah kesabaran atas bencana, serta kelembutan pada saat mendapat musibah. Bahkan al-Qur'an turun dan as-Sunnah datang untuk menegaskan pentingnya kesabaran. Allah SWT berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾

"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (TQS. Ali Imran [3] : 200).

Artinya bersabarlah atas apa yang Allah wajibkan terhadap kalian, dan kuatkanlah kesabaranmu terhadap musuh-musuh kalian, serta tetaplah bersiap siaga—dalam hal ini ada dua pengertian: Pertama, tetaplah bersiap siaga untuk jihad. Kedua, tetaplah bersiap siaga untuk menunggu waktu shalat.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: “ألا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يُحْبِطُ اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: إسْبَاغُ الْوُضُوءِ عِنْدَ الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَى إلَى الْمَسْجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ”.

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: "Maukah aku tunjukkan kalian pada sesuatu yang dengannya Allah menghapus kesalahan, dan mengangkat derajat?" Mereka menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Sempurnakan wudhu di waktu-waktu yang tidak disenangi (saat sangat dingin atau sakit), banyak melangkah ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, maka itulah yang disebut bersiap siaga (ar-ribath)." (HR. Ibnu Majah).

Kemudian al-Qur'an turun untuk menegaskan pentingnya kesabaran dalam melakukan apa yang diwajibkan dan yang disunnahkan, serta menjadikannya di antara penopang ketakwaan dalam perkara yang diwajibkan dan dianjurkannya. [Adab ad-Dunya wa ad-Din, Al-Mawardi]

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here