Islam, Solusi Alternatif Pengganti Sekulerisme Yang Cacat - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, June 14, 2020

Islam, Solusi Alternatif Pengganti Sekulerisme Yang Cacat


Achmad Fathoni (Direktur El Harokah Research Center)

Kegagalan demokrasi dalam mengatasi berbagai persoalan bernegara hari ini dianggap banyak orang sebagai sebuah sistem yang menjual kebohongan kepada rakyat, dengan klaim bahwa suara mereka sangat penting. Tetapi ketika orang yang jeli, dapat melihat secara keseluruhan pada demokrasi diliputi kerusakan ideologi dan metodologi.

Demokrasi sejatinya sistem yang membuat kendali atas kelas eliti kapitalis untuk berdiri di atas pundak mayoritas rakyat, meskipun kelas itu tidak layak berkuasa karena mereka tidak peduli dengan urusan rakyat dan mereka dicirikan dengan tingkat keegoisan yang tinggi.

Demokrasi adalah sistem yang dikendalikan oleh orang-orang kaya, untuk membuat mereka menjadi lebih kaya lagi. Namun topeng demokrasi telah terbongkar di barat dan timur. Menjadi jelas bagi semua orang bahwa perusahaan-perusahaan swasta menggunakan data pribadi orang, untuk memanipulasi pikiran mereka untuk memengaruhi – dan bahkan untuk mengubah – arah pemilihan umum. Namun taktik ini bukan hal baru bagi Barat.

Sayangnya, orang-orang puas dengan ini, karena mereka takut adanya kediktatoran dan pemerintahan militer jika mereka menentang sistem demokrasi.

Itu sebabnya mereka tidak berani mengemban visi alternatif apa pun. Mungkin karena kurangnya visi alternatif di Barat juga karena sejarah mereka, serta mereka belum tersentuh mendapat dakwah Islam secara membumi. Karena masyarakat di barat tidak memiliki prinsip lain selain ideologi kapitalisme yang liberal sekuler.

Tapi kami umat Muslim memiliki ideologi. Nabi kami, adalah contoh terbaik. Kami memiliki sistem yang disiplin dan adil yang berasal dari agama kami. Kami memiliki sejarah yang mulia. Kami memiliki bimbingan dari Nabi.

Jadi, aneh bagi kita untuk mengikuti prinsip penindasan dari mesin kapitalisme. Seorang Muslim harus menjadi seorang politikus yang sadar, karena dia peduli dengan urusan orang lain. Dia memberikan saran dan kritik serta meminta para penguasa untuk mempertanggungjawabkan keputusan dan kebijakannya setiap harinya.

Kaum muslim tidak bisa dimanipulasi, karena dia tidak menjualbelikan agama, karena hukum Syariah tidak bisa untuk dimanipulasi oleh suara dan opini manusia.

Ini adalah visi alternatif bagi umat manusia yang diberikan Allah kepada Nabi terakhirnya. Ini adalah visi yang kurang dalam pikiran orang-orang biasa di Barat.

Selama ada demokrasi, umat manusia akan terus menemukan era saat orang yang ditindas oleh kehendak beberapa elit kapitalis yang kuat. Hanya dengan sistem Islam di jalan Kenabian yang dapat membebaskan manusia dari sistem perbudakan manusia di era modern, serta memberi mereka kesempatan yang nyata untuk meminta pertanggungjawaban para penguasa dan mengambil bagian dalam mengurus urusan rakyat, menurut Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad (Saw).

Hakikatnya kita tidak bisa membawa manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya tanpa adanya lentera yang menerangi jalan. Langkah pembebasan terhadap problem kemanusiaan akan tetap pengap dan rumit sampai umat Islam dapat mengembalikan Islam kepada kekuasaan, maka kita akan menjadi saksi atas pembebasan manusia (dari kegelapan menuju cahaya) sekali lagi.

"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas kamu." [Tejemahan QS Al-Baqarah: 143]

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here