Jika Umat Islam Dan Tokoh - Tokohnya Bersatu, Maka... - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, June 24, 2020

Jika Umat Islam Dan Tokoh - Tokohnya Bersatu, Maka...


Aminudin Syuhadak (Direktur LANSKAP)

Dalam ilmu politik itu disebut sebagai politik kepiting. Bila ditaruh kepiting yang banyak di keranjang maka tidak ada satu pun yang akan keluar. Padahal keranjang tersebut tidak ditutup. Karena setiap kali ada kepiting yang naik untuk melompati keranjang akan ditarik oleh kepiting lainnya dari belakang. Maksudnya, terjadi persaingan diam-diam di antara partai Islam dan berbasis massa Islam satu sama lain sehingga terjadilah politik kepiting itu.

Sikap politik inilah yang membuat pusaran kekuatan tokoh-tokoh umat Islam masih lemah. Sikap yang pragmatisme politik yang dianut oleh sebagian tokoh - tokoh umat, tentu saja akan mengecewakan umat Islam. Sikap pragmatisme politik untuk kesekian kalinya harapan umat Islam tidak terpenuhi. Supaya parpol Islam dan berbasis massa Islam mengedepankan politik keumatan bukan sekedar kekuasaan tetapi kekuasaan untuk kepentingan umat. Karena ormas Islam merasa umat ini mengalami banyak masalah baik dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya dsb.

Jika kita ingin berubah, maka kita tidak boleh diam. Harus ada sikap politik yang berpihak betul pada umat. Pertama, tokohnya mengerti kepentingan umat. Kedua, membawa Islam di dalam kepemimpinannya. Tetapi ketika itu tidak terpenuhi akan ada kekecewaan. Kekecewaan itu akan berimplikasi sangat panjang. Dan sangat memungkinkan munculnya apatisme, penolakan-penolakan, dsb.

Walhasil, menjadi urgen adanya persatuan umat Islam, dan ini merupakan masalah yang vital.  Berarti butuh kesatuan kekuatan kita secara intelektual, ekonomi dan politik. Seruan untuk berasimilasi dan memberikan suara ke partai kapitalis dan pro komunis itu tidak lain berarti menghancurkan persatuan umat, memecahbelahnya dan mendistribusikannya diantara partai - partai pragmatis dan sekuler.

Hendaknya para aktivis dakwah terus menanamkan kesadaran politik di benak umat. Hal ini akan menjadikan para anggota memahami hakikat kejadian yang sedang berlangsung. Selain itu, perjuangan Islam bukanlah jalan bebas hambatan. Karenanya, diperlukan keikhlasan dan sikap istiqamah pada para anggotanya. Keikhlasan dan keistiqamahan inilah modal perjuangan.

Di balik situasi yang carut-marut tersebut, masih ada secercah cahaya harapan akan munculnya persatuan. Kesamaan dan kesatuan akidah tak pernah bisa dipisahkan. Pancaran sinar akidah masih cukup melekat di sebagian besar diri umat. Perasaan Islam masih terhunjam. Ini sebuah modal berharga yang kini mulai membara.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here