Kepada Bung Fadjroel... - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, June 12, 2020

Kepada Bung Fadjroel...


Mahfud Abdullah (Direktur Indonesia Change)

Pada sesi akhir debat di acara Rossi di Kompas TV edisi 11 Juni 2020, Dr. Ir. Mochammad Fadjroel Rachman, M.H. Beliau adalah Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi sekaligus Juru bicara Presiden Joko Widodo pada Kabinet Indonesia Maju ngotot menuding HTI sudah dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Namun Rocky Gerung membantahnya karena putusan MA tidak memberikan amar putusannya seperti itu. MA hanya menguatkan pencabutan Badan Hukum HTI yang dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM yang tidak melalui "due process of law".  Itu yang benar.

Dalam hal ini saya menegaskan bahwa pada pokoknya, HTI bukan ormas Terlarang, tidak bisa dibubarkan melainkan atas kehendak anggota, dan tetap sah, legal Konstitusional untuk berdakwah dan terlibat dalam memperbaiki kondisi bangsa dengan legalitas sebagai Ormas Tak Berbadan Hukum. Menyamakan status HTI dengan PKI selain sebuah kebodohan adalah fitnah keji.

Memusuhi ajaran Islam sama halnya menantang umat Islam sebagai pengembannya. Bahwa Secara fakta sebagian umat Islam belum memahami kewajiban dan urgensi tas Khilafah adalah biasa tetapi menolak khilafah sebagai  ajaran Islam adalah persoalan yang sangat mendasar, dan ini menjadi PR bersama di kalangan para penyampai ajaran Islam.

HTI sudah ada lebih dari 20 tahun di Indonesia, tidak pernah terkait atau terlibat dalam masalah hasutan apapun. Yang mereka lakukan di sini adalah menawarkan Islam sebagai satu-satunya alternatif untuk memecahkan masalah kemanusiaan.

Tujuan utama HTI adalah untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam melalui terbentuknya kembali Khilafah di sebuah negara mayoritas Muslim. Dalam mewujudkan proses tersebut, mereka selalu mematuhi dan berpedoman kepada metodologi kenabian dan sama sekali tidak menggunakan kekerasan.

Mereka menyatakan bahwa semua krisis politik, ekonomi, dan sosial yang kita saksikan hari ini di Indonesia dan secara global berasal dari ideologi kapitalis barat yang serakah dan korup.

HTI selalu menekankan bahwa kapitalisme telah gagal di Indonesia maupun secara global dalam menyatukan rakyat, menjaga perdamaian, stabilitas dan kemakmuran. Demokrasi yang kapitalistik adalah sistem yang dirancang hanya untuk memberi manfaat bagi sebagian kecil elit politik bukan untuk rakyat seperti yang selalu digambarkan.

Pengambilan keputusan dalam demokrasi kapitalistik semata-mata hanya untuk segelintir orang. Pemilu demokratis kapitalistik adalah sebuah perlombaan di kalangan elit untuk memperoleh kekuatan dan memperkaya diri mereka. Oleh karena itu, politisi demokratis dengan segala cara mereka lakukan untuk bisa naik ke tampuk kekuasaan dan saat inilah yang sedang terjadi di Kenya dimana beberapa laporan telah mengindikasikan kekhawatiran akan terjadi kekerasan dalam pemilu.

Tidak masuk akal jika menawarkan ideologi Islam dianggap sebagai ancaman bagi keamanan. HTI tampak teguh dalam tugasnya menyadarkan umat, mengingatkan para pemimpin, dan membeberkan kejahatan ideologi kapitalis.

Justru, Bung Fadjroel harus paham bahwa HTI menyerukan kebenaran dan solusi dari HTI yang akan membebaskan manusia termasuk non muslim yang saat ini terjerat kemiskinan, perang, korupsi dan malapetaka lainnya karena Ideologi kapitalis.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here