Khilafah Dan Ukhuwah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, June 16, 2020

Khilafah Dan Ukhuwah


Adam Syailindra (Koordinator FAR)

Cukup menyedihkan, sebagian umat Islam namun menolak, membenci dan menentang Khilafah. Padahal Khilafah adalah ajaran Islam. Khilafah adalah kewajiban syar'i. Para ulama bahkan menyebut kewajiban menegakkan Khilafah sebagai taj al-furudh (mahkota kewajiban).

Khilafah, sebagaimana dijelaskan para ulama, adalah:

] رِئَاسَةٌ عَامَةٌ لِلْمُسْلِمِيْنَ جَمِيْعًا فِيْ الدُّنْيَا لِإِقَامَةِ أَحْكَامِ الشَّرْعِيْ اْلإِسْلاَمِيْ وَحَمْلِ الدَّعْوَةِ اْلإِسْلاَمِيَّةِ اِلَى الْعَالَمِ [

Kepemimpinan umum atas seluruh kaum Muslim di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia.

Definisi Khilafah ini sekaligus menjelaskan tiga esensi Khilafah. Pertama: ukhuwah. Khilafah merupakan riasah 'ammah li al-muslimin jami'an fi ad-dun-ya (kepemimpinan umum untuk seluruh kaum Muslim di dunia). Karena itu dengan Khilafah akan terwujud ukhuwah umat Islam dalam kehidupan.

Umat Islam adalah ummmah wahidah (umat yang satu). Umat ini memiliki akidah dan syariah yang sama. Umat ini satu sama lain ditetapkan oleh Allah SWT sebagai ikhwah (saudara). Umat Islam digambarkan Rasulullah saw. ka al-jasad al-wahid (laksana satu tubuh). Jika ada bagian yang sakit, seluruh tubuhnya ikut merasakannya. Ukhuwah yang demikian kuat itu akan dapat diwujudkan secara nyata ketika ada yang menyatukan umat dalam satu negara. Itulah Khilafah.

Sebaliknya, tiadanya Khilafah menyebabkan umat Islam tercerai berai dalam banyak negara. Masing-masing negara sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri dan tak peduli dengan nasib lainnya. Lihatlah ketika Gaza dibombardir tentara zionis dengan berbagai senjata pemusnah massal. Tidak ada satu pun penguasa negeri Islam yang mengirimkan tentara membela saudaranya. Bahkan Presiden Mesir al-Sisi justru menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Penguasa lima negara Muslim ikut bergabung dalam koalisi penjajahan pimpinan Amerika untuk membunuhi umat Islam di Suriah dan Irak.

Nasib serupa juga dialami oleh umat Islam di Suriah, Irak, Afrika Tengah, Myanmar, Kashmir, Pattani, Uighur, Xinjiang dan lain-lain. Akibat sekat nasionalisme, ketika darah mereka ditumpahkan oleh kaum kafir, tak ada pembelaan dan perlindungan dari kaum Muslim lainnya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here