Menolak Paham Sosialisme Dan Sekulerisme - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, June 2, 2020

Menolak Paham Sosialisme Dan Sekulerisme

Indarto Imam

Sosialisme-Komunisme meyakini bahwa alam, manusia dan kehidupan adalah materi/benda [maddah]. Tidak ada yang lain di luar materi/benda. Sosialisme-Komunisme menolak adanya Tuhan sebagai Pencipta alam, manusia dan kehidupan. Karena itu Sosialisme-Komunisme menganggap Tuhan sudah mati dan agama adalah candu kehidupan.

Sosialisme-Komunisme menolak keyakinan pada yang gaib, imateri atau metafisik; seperti adanya Tuhan yang menciptakan alam, manusia dan kehidupan; kehidupan setelah kematian, Hari Kiamat, serta akuntabilitas amal di hadapan Allah SWT.

Kekufuran akidah seperti ini dengan tegas dinyatakan oleh Allah SWT:

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

Bagaimana mungkin kalian bisa mengingkari Allah, padahal kalian sebelumnya mati, lalu Dia menghidupkan kalian, lalu mewafatkan kalian, lalu menghidupkan kalian kembali dan kepada Dialah kalian akan dikembalikan (QS al-Baqarah [2]: 28).

Adapun Kapitalisme meyakini akidah Sekularisme. Sekularisme memisahkan antara agama dengan kehidupan, agama dengan negara. Menurut Sekularisme, agama hanya boleh mengatur kehidupan pribadi, bukan kehidupan publik, baik kehidupan bermasyarakat maupun bernegara. Sekularisme memang tidak menolak agama secara mutlak, sebagaimana Sosialisme-Komunisme, tetapi tetap saja agama hanya diyakini sebagian, tak terkecuali Islam. Akidah seperti ini juga jelas kufur. Kekufurannya dinyatakan di dalam al-Quran Surat al-Baqarah [2]: 85.

Karena itu, dari aspek akidah, baik Sosialisme-Komunisme maupun Kapitalisme, sama-sama merupakan akidah kufur yang haram dipeluk, diambil, diterapkan dan diemban di tengah masyarakat.

Kedua ideologi ini juga bertentangan dengan akidah Islam yang meyakini bahwa alam, manusia dan kehidupan adalah ciptaan Allah SWT. Semuanya akan binasa. Di balik alam, manusia dan kehidupan ada Allah, malaikat dan perkara yang gaib lainnya, termasuk Hari Kiamat; juga akuntabilitas amal perbuatan yang telah dilakukan oleh manusia di dunia. Karena itu Islam berlaku dalam seluruh aspek kehidupan, bukan hanya urusan spiritual dan ritual, tetapi juga masyarakat dan negara.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here