NEW NORMAL. SUDAH WAKTUNYAKAH ? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, June 2, 2020

NEW NORMAL. SUDAH WAKTUNYAKAH ?


Setelah sejak Maret kita dikurung oleh virus corona, kini segera kita akan memasuki era normal baru yang sangat berbeda dengan kondisi normal sebelum pandemi covid 19. Latar belakang akan dimulainya "new normal" ini karena alasan ekonomi. Dengan mengurung masyarakat di rumah, menyebabkan roda ekonomi tidak bergerak sehingga mereka yg terdampak covid 19 akan semakin banyak. Pertanyaanya, sudah waktunyakah penerapan normal baru ?.

Penerapan normal baru berdasarkan kriteria WHO baru bisa diterapkan jika grafik angka penderita baru sudah landai atau sudah menurun. Hal ini belum dicapai oleh Indonesia yang beberapa hari ini kasus barunya meningkat lagi. Hal ini cukup beresiko dengan menerapkan normal baru apalagi dengan kondisi masyarakat yang tidak disiplin untuk menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak. Jika normal baru di terapkan pada kondisi seperti ini, di khawatirkan akan muncul kasus-kasus baru yang kemudian akan  menimbulkan ledakan kasus yang lebih sulit penanganannya.

Yang paling khawatir dengan dimulainya era new normal adalah petugas kesehatan. Begitu banyak petugas yang yang tdk bisa bertemu dg keluarganya karena bertugas merawat penderita covid 19. Indonesia memang bukan negara dengan penderita covid 19 terbanyak, tapi petugas kesehatan yang meninggal karena melaksanakan perawatan covid 19, terjadi di Indonesia.

Jika memang "new normal" akan dilaksanakan, dan kita harus hidup berdampingan dengan virus corona, berarti kita bersiap dengan segala kemungkinan termasuk melonjaknya kasus baru. Dan jika itu yang terjadi, kita harus siapkan lebih banyak ruang isolasi, alat pelindung diri untuk petugas kesehatan, dan kesejahteraan mereka perlu lebih di perhatikan. Lihatlah seorang perawat perempuan di Surabaya yang menangani kasus covid sejak hamil satu bulan. Hingga kehamilannya empat bulan tdk pernah kembali kerumah dan akhirnya meninggal karena tertular virus corona. Ini hanya satu kasus dari begitu banyak kejadian menyedihkan yang dialami oleh petugas kesehatan. Mungkin karena keputus asaan melihat semakin longgarnya penerapan "distancing" sehingga petugas kesehatan yang selama ini mengatakan "dirumah saja" , sekarang mereka teriak .... "terserah bapak dan ibu saja". Atau "seenak kamu sajalah".

Saat ini pekerja yang berusia dibawah 45 tahun sdh mulai beraktivitas. Kita tdk ragu dengan mereka karena daya taya tahannya  yang tinggi. Tapi mereka ini bisa menjadi OTG yang menjadi pembawa virus ke dalam rumah yang ditularkan kepada anggota keluarga yang rentan. Akhirnya seleksi alam yang akan berlaku . Orang-orang akan kebal terhadap virus corona karena sudah terpapar dan sembuh. Dan ini yang populer dg istilah "herd immunity". Tapi bagaimana yang tingkat immunitasnya rendah ?. Inilah yg saya sebut seleksi alam. Dan untuk mencapai herd immunity, populasi yang terinfeksi setidaknya mencapai 70 %. Semoga bukan langkah ini yang kita tempuh karena korbannya pasti besar.

Salam sehat,
Klinik Halim Medika

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here