Poligami Itu Indah - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, June 14, 2020

Poligami Itu Indah


M. Arifin (Tabayyun Center)

Kaum liberal dan feminis menganggap ajaran poligami yang dibolehkan dalam Islam merupakan deklarasi penindasan laki-laki atas perempuan. Mereka menuduh syariah terkait poligami telah bertindak bias jender.

Poligami adalah syariat yang Allah pilihkan pada umat Islam untuk kemaslahatan mereka. Yang jelas, Islam telah membolehkan kepada seorang lelaki untuk beristri lebih dari satu orang, maksimal empat orang istri, dan Allah mengharamkan lebih dari itu. Hal ini didasarkan firman Allah Swt. berikut:

Nikahilah wanita-wanita (lain) yang kalian senangi masing-masing dua, tiga, atau empat—kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, kawinilah seorang saja—atau kawinilah budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat pada tindakan tidak berbuat aniaya. (QS an-Nisa' [4]: 3).

Ayat di atas diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. pada tahun ke-8 Hijrah untuk membatasi jumlah istri pada batas maksimal empat orang saja. Sebelumnya sudah menjadi hal biasa jika seorang pria Arab mempunyai istri banyak tanpa ada batasan. Dengan diturunkannya ayat ini, seorang Muslim dibatasi hanya boleh beristri maksimal empat orang saja, tidak boleh lebih dari itu. Menurut Taqiyuddin an-nabhani, hal ini dapat dipahami dari ayat di atas jika kita baca secara berulang-ulang, yaitu: Nikahilah oleh kalian wanita-wanita yang kalian sukai dua-dua, tiga-tiga, atau empat-empat.

Kebolehan poligami, bukan berarti bahwa seorang suami berhak untuk memberikan kasih sayang dan melampiaskan kecenderungan syahwatnya secara berlebihan kepada hanya salah satu istrinya dan menahannya kepada yang lain. Sebab, dalam surat an-Nisa’ ayat 129 ini pun Allah Swt. memerintahkan kepada seorang suami untuk menjauhkan diri dari kecenderungan yang berlebihan kepada salah seorang istrinya dengan menelantarkan yang lain. Sebab, keadaan semacam ini akan menjadikan seorang istri dalam keadaan terlantar atau terkatung-katung; antara memiliki suami dan tidak.

Siapa saja yang mempunyai dua orang wanita (istri), kemudian ia cenderung kepada salah seorang di antara mereka, niscaya ia akan datang pada Hari Kiamat kelak dengan berjalan sambil menyeret salah satu pundaknya dalam keadaan terputus atau berat sebelah. (HR Ahmad).

Poligami merupakan cara efektif menundukkan pandangan, memelihara kehormatan dan memperbanyak keturunan. Betapa telah terbaliknya pandangan banyak orang sekarang ini, banyak wanita yang lebih rela suaminya berbuat zina dari pada berpoligami, Laa haula wa laa quwwata illa billah. Walhasil, poligami menjaga kaum laki-laki dan wanita dari berbagai keburukan dan penyimpangan.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here