Satu Misi Suci Di Planet Biru - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, June 24, 2020

Satu Misi Suci Di Planet Biru


Anwar Rosadi (Biro Hukum dan Jaringan Indonesia Change)

Sistem demokrasi yang diterapkan Indonesia saat ini dinilai telah gagal mengatasi pandemi covid-19. Jumlah kasus positif Corona semakin bertambah dari hari ke hari. Sampai Selasa (23/6/2020) hari ini ada 47.896 orang. Ada pasien yang meninggal dunia, banyak juga yang dinyatakan negatif dan akhirnya sembuh. Di samping itu rezim demokrasi juga fianggap gagal mengakomodir keinginan umat Islam, terutama akibat faham kebebasan yang seringkali melecehkan syariat Islam.

Rezim berulang berganti, namun tidak ada perubahan yang berarti. Yang ada hanyalah pergantian. Ganti presiden, ganti menteri, ganti gubernur, ganti walikota dan bupati, tapi hasilnya tetaplah sama. Kemiskinan dan penderitaan tetap terjadi di mana-mana, kriminalitas dan kemaksiatan tetap merajalela, kemungkaran juga tidak dapat dihentikan

Sistem demokrasi yang diterapkan selama ini terlalu mengagungkan paham kebebasan. Paham kebebasan diperluas, baik kebebasan berpendapat, maupun kebebasan lainnya yang justru melahirkan pertentangan terhadap ideologi Islam yang berasal dari Allah SWT. Kebebasan yang ditawarkan sistem demokrasi lebih banyak mengacu pada pertentangan terhadap Islam. Sistem demokrasi dipandang sangat lemah dalam mengakomodir keinginan umat, sehingga muncul ketidakadilan di tengah masyarakat.

Demokrasi yang terjadi saat ini sebenarnya tidak akan merubah suatu masyarakat secara lebih sejahtera selama masih bersandarkan pada ideologi kapitalisme dan sekulerisme. Yang terjadi adalah corporate state, artinya yang punya dana dan modal besarlah yang berkuasa mempengaruhi kebijakan Negara. Ini persis seperti yang terjadi di Negara-negara kapitalisme lainnya, dimana pemilki modal sebenarnya yang mengatur Negara.

Dari sisi ekonomi umat dibiarkan dicengkeram oleh sistem kapitalisme-neoliberalisme. Sistem ini telah menciptakan jurang kemiskinan yang semakin menganga lebar. Sumberdaya alam dikeruk bangsa asing bukan untuk kesejahteraan umat. Praktik ribawi dianggap biasa, padahal itu adalah dosa besar.

Kehidupan sosial umat terpuruk dalam hedonisme, perzinaan dan perselingkuhan. LGBT merebak. Tingkat perceraian justru meroket. Semua ini akibat syariah Islam ditelantarkan.

Dengan demikian, agenda umat saat ini adalah agenda perubahan, dan umat bergegas bagaimana mewujudkan kepemimpinan syar'i yang meliputi: sosok pemimpin syar'i dan sistem kepemimpinan syar'i. Kita berharap, hal ini bisa menjadi kesadaran dan opini umum kaum Muslim. Dengan itu aspirasi dan kecenderungan kaum Muslim tidak hanya sekadar memilih sosok pemimpin yang berkarakter Islami. Lebih dari itu, mereka juga mau memperjuangkan sistem kepemimpinan Islam sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. saat membangun Daulah Islam di Madinah, yang dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin dalam wujud tegaknya syariah secara kaffah.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here