Tentara Islam Yang Terhebat - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, June 29, 2020

Tentara Islam Yang Terhebat


Agung Wisnuwardana (Strategic And Military Power Watch)

Sejak masa Nabi saw., tentara Islam benar-benar ditakuti orang kafir. Dalam berbagai pertempuran, mereka mampu mengalahkan musuh yang berjumlah lebih besar dengan persenjataan yang lebih lengkap.  Dua pertiga dunia berhasil ditundukkan di bawah kekuasaan Daulah Islam.

Saat Khilafah berdiri nanti,  tentara Khilafah harus melengkapi dirinya dengan hal-hal yang menjadikan mereka berwibawa dan disegani, di antaranya adalah: Pertama, keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta keinginan untuk meraih keutamaan amal melalui jihad dan mati syahid. Inilah rahasia sukses tentara Khilafah Islam pada masa lalu.

Kedua, menempa diri dengan kemampuan militer yang tinggi.  Tentara wajib mendapatkan pengetahuan, strategi, dan latihan militer yang memadai hingga memiliki tabi'ah jundiyyah (karakterprajurit) yang tangguh, tanggon, dan trengginas, serta selalu siap sedia saat jihad dan perang dikumandangkan.

Ketiga, membekali diri dengan tsaqofah Islam yang cukup, agar ia sanggup mendakwahkan Islam dengan cara fikriyyah, bukan dengan kekerasan dan pemaksaan. Para tentara juga harus menghiasi dirinya dengan nafsiyyah islamiyyah agar ia selalu istiqomah di jalan Allah SWT; tidak mudah tergoda dengan tipuan dunia dan tidak gentar dengan apapun selain Allah SWT.

Keempat, memonitor kejadian atau peristiwa politik penting, khususnya tabiat, kebijakan, dan langkah politik negara-negara kafir imperialis atas Dunia Islam.   Yang bertugas melakukan ini para petinggi militer Khilafah. Hanya saja, akan sangat bagus jika aktivitas ini juga dilakukan oleh tentara Islam sekadar dengan kemampuan mereka.

Kelima, memperkuat dan mempercanggih persenjataan dan alat-alat perang. Persenjataan lengkap dan canggih tentu saja akan meningkatkan kemampuan dan performa tentara Islam dalam melaksanakan tugasnya.

Pada saat perang di Lembah Mohacs, Sultan Sulaiman al-Qanuni dengan pasukannya berhasil mengalahkan pasukan koalisi negara-negara Eropa Kristen di Lembah Mohacs, pada tanggal 29 Agustus1526 Masehi.   Dalam perang itu, pasukan Islam berhasil memusnahkan seluruh pasukan koalisi negara-negara Kristen Eropa yang berjumlah 200 ribu pasukan berkuda, 35 ribu di antaranya bersenjata lengkap dengan baju besi dalam waktu yang sangat singkat. Ada yang mengatakan 1,5 jam dan ada pula yang menyatakan 4 jam. Padahal pasukan Islam hanya berjumlah 100 ribu tentara yang dilengkapi 350 meriam dan 800 kapal perang. Mereka pun harus menempuh perjalanan sepanjang 1000 km untuk sampai di Lembah Mohacs, selatan Budapest, Hongaria.   Meskipun dikeroyok koalisi negara Kristen Eropa—yakni  Hongaria, Rumania, Kroasia, Buhemia, Kekaisaran Romawi (Italia), negara Kepausan, Polandia dan hampir seluruh negara Eropa kecuali Inggris, Portugal, sebagian Prancis, dan Skandinavia—tentara Islam yang dipimpin Sultan Sulaiman al-Qanuni berhasil memenangkan peperangan dengan gilang-gemilang. Seluruh pasukan Kristen berhasil dilumpuhkan dan tidak ada satu pun yang dibiarkan menjadi tawanan.  Jumlah korban dari kaum Muslim hanyalah 150 orang gugur dan 3000 orang terluka.

Selain karena strategi perang brilian, kekalahan pasukan koalisi Kristen pada Perang Mohacs juga disebabkan karena tentara Islam memiliki kemampuan tempur yang sangat tinggi, khususnya pasukan Inkisyariyyah (Janissariy). Dalam waktu satu jam mereka berhasil membinasakan 20 ribu pasukan Kristen. Mereka sukses memancing pasukan Kristen masuk ke dalam jebakan mematikan Sultan Sulaiman.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here