Tidak Ada Hubungannya Antara Pengkhianat Dengan Kepentingan Umat! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, June 24, 2020

Tidak Ada Hubungannya Antara Pengkhianat Dengan Kepentingan Umat!


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

 Allah SWT berfirman: "Menetapkan hukum itu hanyalah milik Allah." (TQS. Yusuf [10] : 40).

Ayat di atas menegaskan bahwa sama sekali tidak ada hubungan antara demokrasi dan Islam. Dan kaum Muslim tidak pernah mengenal sistem demokrasi sebelum munculnya kolonialisme, dimana kaum kafir telah memaksakan demokrasi dengan tangan besi di beberapa negeri Islam ketika mereka dipaksa keluar dari negeri kaum Muslim untuk menjamin penerapan hukum-hukum kufur dan kebijakan kolonialisme Barat.

Sedang di sebagian besar negara-negara Arab, mereka mengangkat para penguasa diktator, penguasa boneka dan antek, para raja, para tetua, dan para pemimpin tiran, dimana tugas mereka ini adalah mengamankan kepentingan Barat di negeri-negeri tersebut, dan memfasilitasi penjarahan kekayaannya.

Bahkan ketika rakyat melakukan revolusi seperti dalam Musim Semi Arab, untuk membebaskan dari penindasan rezim diktator, serta dominasi kaum kafir, hukum-hukumnya, dan sistem-sistem buatan wakil - wakilnya yang cacat, juga dominasi negara-negara kafir Barat atas negeri-negeri mereka; kemudian ketika kaum kafir imperialis menyadari bahwa umat mulai berusaha untuk menggulingkan entitas-entitas yang diciptakannya.

Bahkan para penjajah kapitalis itu terus mempertahankan antek - anteknya ketika perubahan sistem dan rezim itu telah menjadi harga mati bagi kaum Muslim di berbagai negeri mereka, baik itu telah menciptakan revolusi dan mengumumkan di alun-alun serta di masjid-masjid bahwa "umat menginginkan Khilafah kembali", maka mereka sengaja memaksakan demokrasi yang penuh kecacatan itu sebagai alat untuk menguatkan para boneka dan antek baru dalam kekuasaan.

Kaum kolonialis, dan para anteknya dari kalangan intelektual juga politisi berusaha menjelaskan kepada umat Islam bahwa demokrasi adalah mimpi indah dan harapan yang dinantikan, bahkan demokrasi adalah sistem satu-satunya yang menjamin hak-hak masyarakat, dan yang memungkinkan bagi mereka untuk memilih pemimpin mereka.

Mereka juga membuat klaim dusta dan palsu bahwa demokrasi adalah tuntutan kaum Muslim pejuang pembebasan. Mereka menempatkan demokrasi sebagai lawan dari kediktatoran. Semua ini dalam rangka untuk menancapkan secara kokoh dalam pikiran masyarakat umum bahwa demokrasi adalah solusi untuk masalah mereka, dan cara untuk menyelamatkan mereka dari kezaliman rezim-rezim otoriter, bahkan dengan cara ini Barat bisa mengulur waktu dan memperpanjang umur anteknya, serta imperialismenya di dunia Islam. Dan inilah yang membuat para penguasa diktator pengkhianat terengah-engah di balik demokrasi busuk, dengan mengklaim bahwa demokrasi telah menyatu dengan mereka dan agamanya, dimana itu dilakukan karena tunduk terhadap perintah dari majikan mereka, yaitu kaum kafir Barat, sebagai upaya di tengah keputusasaannya untuk mempertahankan tahta dan kursinya, karena takut digulingkan oleh rakyatnya.

 "Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka, sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka." (TQS. Maryam [19] : 81-82).

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here