Analisis: Amerika Melawan Korea Utara Bagian Dari Strategi Utama, China! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, July 8, 2020

Analisis: Amerika Melawan Korea Utara Bagian Dari Strategi Utama, China!


Lukman Noerochim (Stafsus FORKEI)

Kabar internasional hari ini dihangatkan dengan langkah Amerika Serikat (AS) untuk melakukan berbagai perundingan denuklirisasi Semenanjung Korea. Kesiapan AS kembali ke meja perundingan disampaikan setelah Stephen Biegun, perwakilan khusus AS  bertemu dengan pemerintah Korea Selatan (Korsel) di Seoul demi  menegaskan kembali komitmen mereka untuk menggunakan pendekatan diplomatik dalam mencairkan kebekuan perundingan dengan Korut.

Akhir - akhir ini AS telah menghabiskan sebagian besar opsi dalam berurusan dengan Korea Utara, sementara pilihan lain tidak realistis lagi. Salah satu opsi bagi AS adalah menggunakan militernya untuk melakukan serangan pada situs nuklir Korea Utara. Masalahnya dengan strategi semacam itu adalah bahwa Korea Utara pasti akan memukul balik dengan keras, menggunakan persenjataan artilanya yang besar untuk menyerang sekutu Amerika, Korea Selatan dan Jepang.

Itu mungkin akan membunuh puluhan atau bahkan ratusan ribu orang – termasuk 28.000 tentara AS yang ditempatkan di Korea Selatan dan ribuan lainnya di Jepang – bahkan sebelum senjata nuklir dijatuhkan. Jadi, Trump menghadapi kenyataan yang tidak menyenangkan bahwa menggunakan militer Amerika punya biaya yang besar dan bukan hanya konsekuensi besar tetapi juga berpotensi menimbulkan bencana besar.

Pilihan lainnya adalah menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Korea Utara, sehingga Korea Utara akan menyimpulkan bahwa biaya untuk melanjutkan program nuklirnya terlalu tinggi. Tetapi banyak item yang diinginkan dan dibutuhkan negara, seperti senjata dan bahan bakar, sudah disanksi oleh AS.

Terlepas dari semua ini, Korea Utara tidak mengubah arahnya. Dimana Trump mengubah posturnya ketika AS tertangkap basah oleh upaya normalisasi yang agresif oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-In dengan Korea Utara. Ini bahkan menyebabkan saudari diktator Korea Utara menghadiri Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan sebagai tamu resmi.

Ini datang di belakang Kim Jong Un yang muncul di China secara tidak terduga dan menunjukkan proses politik sedang berlangsung tanpa AS. Dalam konteks ini, Trump benar-benar mengubah postur agresifnya dan bekerja untuk mengambil kembali inisiatif dengan menyetujui pertemuan puncak dengan Kim Jong-Un.

Pernyataan bersama KTT yang pernah digelar sebelumnya berkaitan tentang isu-isu besar denuklirisasi, pembangunan hubungan bilateral baru, membuat upaya bersama untuk membangun perdamaian abadi di semenanjung Korea dll tetapi tidak memiliki rincian, kerangka kerja atau garis waktu.

Tetapi realitas strategis yang mendasarinya tetap ada, keterlibatan Amerika dengan Korea Utara, seperti dengan agresinya di Vietnam 50 tahun yang lalu, adalah bagian dari strategi yang lebih luas yang ditujukan terhadap kebangkitan China. Korea Utara memberi Amerika justifikasi untuk melakukan militerisasi yang kuat secara langsung di perbatasan China. Krisis juga berfungsi untuk menjaga kepemimpinan China tersibukan dan terlibat. Oleh karena itu tindakan Amerika melawan Korea Utara merupakan bagian dari strategi manuver politik dalam mengejar tujuan yang lebih besar, China.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here