Astaghfirullah... Moderasi Beragama Ala Pak Menag! - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, July 7, 2020

Astaghfirullah... Moderasi Beragama Ala Pak Menag!


Mahfud Abdullah (Direktur Indonesia Change)

"Kami telah melakukan review 155 buku pelajaran. Konten yang bermuatan radikal dan eksklusivis dihilangkan. Moderasi beragama harus dibangun dari sekolah," Kata Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi  dalam keterangan resminya sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com, Kamis (2/7/2020).

Catatan:

Ingat, Pak Menag, pendidikan adalah metode untuk menjaga akidah. Maka ketika pendidikan dipisahkan dari agama, tamatlah riwayat agama. Sepanjang sejarah kemerdekaan kita, sistem pendidikan selalu dalam proses sekulerisasi oleh pemerintah sekuler terpilih melalui  kebijakan yang diterapkannya. Kondisi menyedihkan sistem pendidikan ini diperparah oleh pemerintah saat ini dengan langkah-langkah berbahaya yang diambil atas nama "modernisasi" ataupun istilah moderasi. Proses sekulerisasi tidak memberikan kebaikan sedikitpun di masa lalu dan tidak akan membawa kebaikan secuilpun bagi masa depan muslim Indonesia.

Jika kemurnian tsaqofah Islam yang dihapuskan dari pendidikan, tenggelamlah umat, terhapuslah identitas umat. Adapun membuat tujuan pendidikan dunia Islam mengalami krisis berawal dari tujuan pendidikan Barat yang memutus hubungan dengan otoritas wahyu, otoritas nash. Seharusnya anak didik mencintai tsaqofah Islam, tetapi tsaqofah Islam dicerabut dari kurikulum pendidikan.

Penyebaran yang menular dari perubahan kurikulum telah mencapai banyak negeri-negeri muslim, termasuk Indonesia di tangan generasi sekuler liberal yang telah dididik di universitas barat yang penuh dengan budaya barat yang sekuler. Mereka bekerja dengan sengaja untuk men-sekuler-kan kurikulum pendidikan dengan judul besar "Modernisasi Pendidikan".

Namun perlu diingat Pak Menag, hari ini masih saja banyak kaum muslimin yang memahami dengan baik dahsyatnya kejahatan yang ditimpakan akibat sekulerisasi pendidikan dan karena itu mereka terus bergerak untuk mencapai sebuah perubahan intelektual dan ideologis, di mana hal tersebut akan menghasilkan pengetahuan dan revolusi industri. Mereka tidak pernah bersandar kepada kurikulum liberal karena ini adalah produksi barat yang tidak akan memberikan kebaikan atau keberhasilan bagi mereka. Adapun Islam akan tetap bersemayam dalam diri mereka dan itu dikarenakan Al-Qur'an masih berada di antara mereka. Selama mereka berpegang teguh pada hal itu, mereka tidak akan pernah tersesat selamanya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here