Bendera Hitam Dan Putih Bertuliskan Syahadat Itu... - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, July 17, 2020

Bendera Hitam Dan Putih Bertuliskan Syahadat Itu...


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Pada Perang Khaibar Rasulullah saw. bersabda:

«لأُعْطِيَنَّ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلاً يُفْتَحُ عَلَى يَدَيْهِ، يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ، وَيُحِبُّهُ اللهُ وَرَسُولُهُ»

Sungguh aku akan memberikan ar-Rayah ini esok hari kepada seseorang, yang ditaklukkan (benteng) melalui kedua tangannya; ia mencintai Allah dan Rasul-Nya; Allah dan Rasul-Nya pun mencintai dirinya (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Al-Liwa' dan ar-Rayah sesungguhnya tidak bisa dipisahkan dengan Daulah Islam/Khilafah dan jihad fi sabilillah. Liwa' (bendera) adalah bendera resmi Daulah Islam pada masa Rasulullah saw. dan para Khalifah setelah beliau. Ini adalah kesimpulan Imam as-Sarakhsi, yang dikuatkan dalam kitab Syarh as-Sayr al-Kabir karya Imam Muhammad bin al-Hasan as-Syaibani, murid Imam Abu Hanifah. Disimpulkan: "Liwa" adalah bendera yang berada di tangan penguasa. Ar-Rayah adalah panji yang dimiliki oleh setiap pemimpin divisi pasukan, di mana semua pasukan yang ada dalam divisinya disatukan di bawah panji tersebut. Liwa' hanya berjumlah satu buah untuk keseluruhan pasukan. Liwa' digunakan sebagai patokan pasukan ketika mereka merasa perlu untuk menyampaikan keperluan mereka ke hadapan penguasa (Imam). Liwa' dipilih berwarna putih. Ini ditujukan agar ia bisa dibedakan dengan panji-panji berwarna hitam yang ada di tangan para pemimpin divisi pasukan.

Sejak Daulah Islamiyah (Negara Islam) berdiri pada masa Rasulullah saw., beliau mulai membangun pilar-pilar negara Islam, menjaga stabilitas keamanan negara dengan berbagai cara yang dibenarkan syariah, mengirimkan delegasi ke negara-negara tetangga, dan melakukan futuhat dengan jihad fi sabilillah.

Para ulama sirah berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah peperangan, ekspedisi militer serta utusan-utusan yang dilakukan Rasulullah saw. Ada yang mengatakan 25 peperangan. Ada yang berpendapat 26. Ada yang menyatakan 27. Ada juga yang mengatakan 29 peperangan. Rasulullah saw. tidak hanya melakukan peperangan, tetapi juga mengirimkan ekspedisi militer dan utusan-utusan untuk memberikan pelajaran kepada orang munafik, Yahudi dan bangsa Arab sekitarnya. Ekspedisi militer (saraya) ini ada yang mengatakan 47 kali hingga 70 kali.

Di dalam perang dan ekspedisi militer beliau menyerahkan al-Liwa' kepada sahabat beliau yang terpercaya. Di antara sahabat yang diberi kepercayaan memegang bendera tersebut di antaranya: Hamzah bin Abdul Muthallib, Saad bin Abi Waqash, Ali bin Abi Thalib, Mush'ab bin Umair, Saad bin Muadz, Hubbab bin Mundzir, Usaid bin Hudhair, Saad bin Ubadah, Abu Bakar Shiddiq, Zubair bin Awam, Saad bin Abi Waqash, dan sahabat lainnya.

Salah seorang sahabat yang dipercaya membawa bendera dalam ekspedisi Perang Mu’tah adalah anak paman Rasulullah saw, Ja'far bin Abi Thalib. Beliau membawa bendera dengan tangan kanannya. Namun, tangannya berhasil ditebas. Lalu bendera itu dibawa dengan tangan kirinya. Lagi-lagi tangan kirinya berhasil ditebas. Selanjutnya ia menggamit bendera dengan lengan atasnya, hingga ia menemui syahid. Saat itu beliau ra. baru berumur 33 tahun.

Fakta sejarah tersebut menunjukkan kepada kita bahwa al-Liwa' dan ar-Rayah tidak bisa dipisahkan dari Negara Khilafah dan Jihad fi Sabilillah. Karena itu satu-satunya jalan untuk mengembalikan kemuliaan, keagungan dan kewibawaan al-Liwa' dan ar-Rayah adalah mewujudkan kembali Khilafah Islamiyah serta Jihad fi Sabilillah.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here