Khilafah Dan Kemajuan Pendidikan - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, July 24, 2020

Khilafah Dan Kemajuan Pendidikan


Indarto Imam [Dir. Forpeace]

Kemajuan pendidikan di Dunia Islam berawal dari visi menjadi umat terbaik di tengah-tengah umat manusia. Setiap Muslim mesti mampu membaca al-Quran. Di sinilah jurang Timur dan Barat. Dalam agama Nasrani, hanya pendeta yang boleh membaca dan mengerti bahasa kitab sucinya. Namun, sejak 800 M, para pengkhutbah dalam bahasa Latin sudah sulit dimengerti orang awam hingga gereja memerintahkan menggunakan idiom awam.

Ini berbeda dengan Daulah Khilafah Islam yang sangat berkepentingan agar rakyatnya cerdas. Anak-anak dari semua kelas sosial mengunjungi pendidikan dasar yang terjangkau semua orang. Negaralah yang membayar para gurunya. Selain 80 sekolah umum Cordoba yang didirikan Khalifah al-Hakam II pada 965 M, masih ada 27 sekolah khusus anak-anak miskin. Di Kairo, al-Mansur Qalawun mendirikan sekolah anak yatim. Ia juga menganggarkan setiap hari ransum makanan yang cukup serta satu stel baju untuk musim dingin dan satu stel baju untuk musim panas. Bahkan untuk orang-orang badui yang berpindah-pindah, dikirim guru yang juga siap berpindah-pindah mengikuti tempat tinggal muridnya. Tak ada lagi celah dalam jejaring sekolah seperti ini.

Seribu tahun yang lalu, universitas paling top di dunia tak pelak lagi ada di Gundishapur, Baghdad, Kufah, Isfahan, Cordoba, Alexandria, Cairo, Damaskus dan beberapa kota besar Islam lainnya. Perguruan tinggi di luar Khilafah Islam paling-paling hanya ada di Konstantinopel yang saat itu masih menjadi ibukota Romawi Byzantium, di Kaifeng ibukota China, atau di Nalanda, India. Di Eropa Barat, seribu tahun yang lalu belum ada perguruan tinggi. Di Amerika apa lagi. Benua itu baru ditemukan pada tahun 1492.

Namun, dari sekian universitas di Dunia Islam saat itu, dua yang tertua dan hingga kini masih ada adalah Universitas al-Karaouiyinne di Fez Maroko dan al-Azhar di Kairo. Universitas al-Karaouiyinne di Fez Maroko, menurut Guiness Book of World Record, merupakan universitas pertama di dunia secara mutlak yang masih eksis. Kampus legendaris ini awalnya mengambil lokasi di Masjid al-Karaouiyinne yang dibangun tahun 245 H/ 859 M, di Kota Fes – Maroko. Universitas ini telah mencetak banyak intelektual Barat seperti, Silvester II, yang menjadi Paus di Vatikan tahun 999–1003 M, dan memperkenalkan "angka" Arab di Eropa.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here