Menanti Musim Semi - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, July 21, 2020

Menanti Musim Semi


Oleh: Wafi Mu'tashimah (Siswi SMAIT al-Amri)

Setelah hujan akan datang pelangi. Setelah musim salju, tiba musim semi. Semua berjalan sesuai hukum alam. Begitu pula, setelah kesedihan akan hadir kebahagiaan.

Kebahagiaan akan menghapus rasa sedih. Tapi kini, kesedihan masih menyelimuti kaum muslimin. Bak awan hitam pekat yang menyelimuti bumi. Manusia pastu berharap ia akan segera berganti pelangi. Sama seperti itu juga umat muslim kini, tengah menunggu datangnya pelangi yang dinanti.

Bertahun-tahun lamanya, kita menahan kesedihan. Menyaksikan berbagai badai kesengsaraan sedang menimpa umat lslam diberbagai penjuru dunia. Mulai dari muslim di Uighur, Bosnia, Palestina, Myanmar, Suriah, Afghanistan, lran, Irak dll.

Lihatlah penderitaan mereka. Anak-anak kecil sudah menjadi yatim piatu. Para istri menjanda. Pria dewasa maupun yang sudah tua dibunuh. Para gadis direnggut kesuciaannya. Tak terkira berapa sedikit yang masih memiliki rumah. Tak terkira berapa banyak yang dibantai, bahkan dikubur hidup-hidup.

Dibelahan dunia lain, yaitu muslim Bosnia masih dilanda kesedihan pula. Memang pembantaian atas mereka telah berakhir. Tapi, bayang-bayang penderitaan 25 tahun silam masih didalam benak. Bayangkan, mereka kehilangan ayah, anak dan suami mereka. bahkan mayat keluarga mereka baru ditemukan bertahun-tahun kemudian  ketika telah menjadi tengkorak.

Seluruh kesengsaraan yang diderita kaum muslimin saat ini terjadi sejak tidak adanya perisai yang melindungi mereka. Dan perisai itu adalah Khilafah.  Khilafah yang juga sedang diharapkan kebangkitannya. Ia menjadi musim semi yang ditunggu umat muslim.

"Sesungguhnya seorang imam (pemimpin) adalah perisai, orang-orang berperang dari belakangnya dan menjadikannya pelindung, maka jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah ‘azza wa jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika ia memerintahkan yang selainnya maka ia harus bertanggungjawab atasnya)” (HR. al-Bukhari, Muslim, an-Nasai dan Ahmad).

Musuh lslam sangat takut apabila lslam bangkit. Mereka takut ketika kaum muslim berhasil menjemput musim semi. Maka dari itu, musuh lslam memakai berbagai cara untuk menghalangi kebangkitan lslam. Termasuk menyiksa dan membantai umat muslim diberbagai belahan dunia.

Musim semi yang diharapkan kaum muslimin adalah tegaknya daulah lslam dana terealisirnya janji Allah SAW. Pertanyaannya sekarang, apa yang akan kita lakukan untuk menyambut janji itu? apakah berdiam diri tanpa mau tau apa yangel sedang menimpa umat muslim. Ataukah hanya menonton tanpa berbuat apapun. Atau ikut ambil andil dalam kebangkitan lslam.

Metode yang harus kita ambil sebagai jalan tegaknya khilafah adalah jalan dakwah Rasulullah SAW. Dimana beliau tidak hanya berdiam diri, rebahan tanpa melakukan apapun. Akan tetapi beliau berdakwah dengan segala rintangan yang menghadang. Allah SWT. berfirman dalam Surat Muhammad ayat 7, yang berbunyi

یَأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ یَنصُرۡكُمۡ وَیُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Maka, yang harus kita lakukan sedari sekarang adalah berdakwah. Berdakwah secara totalitas untuk tegaknya Khilafah. Menjemput musim semi yang pasti akan hadir kembali.

Peringatan 25 tahun pembantaian muslim Bosnia layaknya menjadikan kita semua semakin geram dengan musuh lslam. Menjadikan kita semakin gencar berdakwah untukk menjemput pelangi tuk kaum muslimin.

Para pengemban dakwah harus terus berusaha untukg membuat para individual muslim bertaqwa. Setelah Individu bertaqwa, giliran masyarakat yang harus bertaqwa. Dana dengan ketaqwaan masyarakat itu, menjadi salah satu pintu tegaknya Daulah lslam. Yang terakhir Rasulullah SAW. bersabda:

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796)). Wallahu a'lam bishowab

1 comment:

Post Top Ad

Responsive Ads Here