Menjadi Guru Yang Memiliki Jiwa Besar - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, July 29, 2020

Menjadi Guru Yang Memiliki Jiwa Besar



Indarto Imam (Ketua Forpeace)

Menjadi guru itu butuh keikhlasan dan keistiqomahan. Menjadi seorang guru sesuai tuntunan Islam, hendaknya berawal dari sifat-sifat yang disabdakan Rasulullah SAW berikut:

إنَّ اللهَ ومَلائِكَتَهُ وَأَهْلَالسَّمَواتِ والأرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ في حِجْرِهَا وَحَتَّى الحُوتَ لَيُصَلُّونَ على مُعَلِمِي النَّاسِ الخَيْرَ»

"Sesungguhnya Allah, malaikat serta penghuni langit dan bumi sampai-sampai semut yang berada di sarangnya dan juga ikan senantiasa memintakan rahmat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia." (HR Tirmidzi).

Juga dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud r.a:

«لا حَسَدَ إلاَّ في اثنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاه اللهُ مَالاً فسَلَّطَهُ عَلى هَلَكتِهِ في الحَقَّ ورَجُلٌ آتَاهُ اللهُ الحِكْمَةَ فَهُوَ يَقضِي بِها ويُعَلِمُّها»

"Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain." (Shahih Muslim No.1352).

Jadi, sifat yang paling utama adalah taqwa dan ikhlas karena Allah. Seorang guru dengan ilmu dan penguasaan pendidikannya wajib hanya mencari ridho Allah, juga harus meniatkan pengajaran pada muridnya untuk kebaikan umat dan Islam. Imam al-Nawawi mengatakan: "Wajib bagi guru untuk mencari ridho Allah, dan tidak ditujukan untuk capaian duniawi. Mesti hadir dalam benaknya bahwa mendidik adalah ibadah, agar menjadi dorongan untuk memperbaiki niat, dan motivasi untuk menjaga dirinya dari kekhawatiran dan segala hal yang tidak disukainya, dan khawatir hilangnya keutamaan dan kebaikan yang besar." 

Sementara itu, satu peran yang paling penting dari seorang guru adalah membentuk kepribadian muridnya. Para murid menunggu sosok ideal dari gurunya. Karenanya, wajib bagi guru untuk menjadi teladan yang baik bagi muridnya. Teladan yang baik adalah salah satu cara yang paling jitu dalam pembentukan kepribadian murid, menjadi panutan dalam kepribadian, penampilan, karakter, daya pengaruh serta moral."

Termasuk sifat penting bagi guru adalah sabar, bijaksana, dan panjang pemikiran. Hendaklah guru menyadari bahwa setiap murid mempunyai kemampuan dan kecenderungan yang berbeda-beda, punya keinginan, punya masalah dan perhatian yang berbeda. Guru juga harus menyadari bahwa pahala dari Allah tengah menanti dan bahwa murid-muridnya itu adalah amanah yang diletakkan di atas pundaknya. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak mengutusku sebagai orang yang menyusahkan dan merendahkan orang lain. Akan tetapi, Allah mengutusku sebagai seorang pengajar (guru) dan pemberi kemudahan." (HR Muslim).

Sifat jujur dan komitmen juga mesti menghiasi pribadi guru. Ketika guru berjanji pada muridnya ia wajib menepatinya, atau meminta maaf ketika tidak bisa memenuhinya agar integritasnya terjaga saat ia meminta muridnya untuk melakukan sesuatu atau meminta untuk meninggalkan sesuatu. Guru juga harus bersifat rendah hati. Hal inilah yang menjadikan ia memiliki kebesaran jiwa, rendah hati dan tidak lancang mengeluarkan fatwa tanpa dilandasi ilmu. Wajib pula bagi guru untuk terampil dalam materi pengajaran yang dipelajarinya, dan menarik dalam cara penyampaian ilmu kepada anak didiknya.

Seorang guru yang semangat dan ikhlas tidak akan menghentikan tugas dan perannya sebatas apa yang sudah diberikan di kelas. Ia sadar, dirinya memiliki daya pengaruh terhadap muridnya dan masyarakat. Guru senantiasa berkata benar dan istiqomah. Ini sebagaimana guru-guru kita, para ulama dan para imam yang mengemban ilmu dan mengajarkan aqidah, ilmu, amal, metode dan dakwah.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here