Pembantu Rumah Tangga Harus Diperlakukan Mulia - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, July 23, 2020

Pembantu Rumah Tangga Harus Diperlakukan Mulia


Suro Kunto (Ketua SPBRS Jatim)

Ada banyak problem, mulai dari upah murah, tak punya hari libur, tanggung jawab berlapis, dan sederet masalah lain melilit tubuh mereka. Mereka seolah dibayar untuk bekerja sejak sang majikan belum bangun, hingga setelah majikannya tidur. Belum lagi jika sang atasan cerewet, rewel dan meminta ini-itu saat PRT sedang menikmati waktu istirahat mereka.

Pembantu Rumah Tangga (PRT) tak ada bedanya dengan pekerja lain seperti pegawai pemerintah, pekerja kantor, pekerja perusahaan ataupun pekerja bagi individu lainnya. Definisi pekerja adalah setiap orang yang dipekerjakan dengan kompensasi upah atau gaji, apakah mereka menjadi pekerja pada individu, kelompok ataupun pekerja bagi negara. Pembantu rumah tangga termasuk kategori pekerja tersebut. Oleh sebab itu berlaku bagi dia hukum yang terkait dengan pekerja. Yaitu hukum akad kerja mulai dari bentuk dan jenis pekerjaan, masa kerja, upah dan tenaga yang dicurahkan.

So, apakah Syariah Islam mengatur interaksi antara anggota keluarga terhadap khadimat/pembantu RT? Tentu saja, Islam mengatur pergaulan suatu keluarga dengan khodimatnya. Keberadaan mereka memiliki posisi yang sangat penting dalam kaitannya meringankan segala kesulitan muslim lainnya. Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh sebab itu kita harus memperlakukan mereka dengan baik dan hormat sebagai sesama manusia muslim. Imam Ahmad dalam musnadnya mengeluarkan hadits:

«أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمُؤْمِنُ مُؤْلَفٌ وَلَا خَيْرَ فِيمَنْ لَا يَأْلَفُ وَلَا يُؤْلَفُ».

"Orang Mukmin adalah orang yang dikasihi. Tidak ada kebaikan, bagi siapa saja yang tidak mengasihi dan tidak dikasihi."

Khodimat adalah orang yang membantu meringankan pekerjaan rumah tangga. Karena sifatnya membantu maka ia tidak mengerjakan semua hal. Oleh karena itu perlu adanya kejelasan mengenai jenis pekerjaan apa saja yang akan dikerjakan oleh mereka. Ketentuan jenis pekerjaan ini harus jelas sejak awal mereka mulai bekerja. Demikian juga waktu bekerja mereka harus ada kejelasan. Kapan mereka harus istirahat dan mengerjakan keperluan pribadinya.

Terkait dengan interaksi dalam rangka menjaga kehormatan mereka adalah bahwa pembantu rumah tangga diharuskan menutup aurat dalam batas kewajaran. Kamar mereka terpisah dari yang lain dan memenuhi kelayakan sebuah kamar. Tidak membiarkan pembantu rumah tangga berduaan dengan majikan atau anak majikan yang laki-laki. Dilarang bertindak sewenang-wenang kepada mereka. Tidak membeda-bedakan makanan, pakaian dan keperluan lainnya, tetap harus diberikan dalam porsi yang baik.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here