Revitalisasi Arah Pendidikan - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Thursday, July 9, 2020

Revitalisasi Arah Pendidikan


Abu Yafi' Romadhon

Bangsa manapun mempunyai warisan pemikiran tertentu yang menjadi tumpuan bagi keberadaan dan keberlangsungannya. Warisan pemikiran inilah yang disebut dengan tsaqafah. Tsaqâfah adalah kumpulan pengetahuan tentang hukum dan aturan yang berkaitan dengan keyakinan (akidah, iman), pandangan hidup, penyelesaian masalah (problem solving), sistem kehidupan masyarakat, bahasa, ilmu pengetahuan yang berlandaskan pada keimanan dan perjalanan sejarah bangsa. Di atas tsaqafah tersebut suatu bangsa akan membangun peradaban (hadharah)-nya, menentukan target dan tujuannya, serta menentukan model kehidupannya yang khas.

Setiap bangsa akan berjuang demi kedaulatan tsaqâfah dan pandangan hidupnya; memelihara dan melestarikan tsaqâfah-nya sebagai warisan bagi generasi selanjutnya. Cara paling penting untuk menjaga dan melestarikan tsaqâfah adalah dengan pendidikan. Warisan pemikiran itu akan ditanamkan pada akal dan hati generasi umat, ditulis dan diajarkan kepada mereka di sekolah maupun universitas. Seperti itulah generasi umat Islam dari masa ke masa.

Agar pendidikan kembali berfungsi untuk menjaga tsaqafah di benak kaum Muslim, wajib bagi kita untuk merumuskan kembali kebijakan pendidikan yang tidak keluar sedikitpun dari asas akidah Islam. Tujuan penting dari kebijakan ini adalah membangun sosok pribadi islami, yang menjadikan akidah Islam sebagai landasan berpikirnya dan pemahaman hidupnya.

Akidah Islam adalah pondasi yang kokoh. Kebijakan pendidikan berbasis akidah Islam akan menjamin pembentukan cara pandang yang benar pada generasi Muslim. Mereka akan memahami bahwa Islam telah memberikan solusi bagi persoalan umat: ekonomi, politik, sosial dan sebagainya. Mereka dibina dengan tsaqâfah Islam sehingga mampu menerapkan Islam dalam kehidupan mereka.

Kebijakan pendidikan Islam memperhatikan ilmu-ilmu Islam seperti fikih, hadis, tafsir, ilmu ushul dan sebagainya; ditambah ilmu-ilmu tertentu untuk level sekolah tinggi seperti ilmu kedokteran, teknik sipil, ilmu alam dan lain-lain. Kebijakan pendidikan Islam memperhatikan bahasa Arab, menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan serta mengalokasikan waktu yang memadai untuk bahasa Arab sebagaimana ilmu lainnya.

Kebijakan pendidikan Islam tidak memasukkan materi apapun dari tsaqâfah asing yang akan meragukan atau melemahkan akidah dan pandangan hidup kaum Muslim. Tsaqâfah asing hanya diajarkan di level sekolah tinggi sesuai kebijakan tertentu yang tidak menyalahi syariah Islam. Materi tersebut diajarkan semata-mata untuk dikritisi aspek pertentangan dan kesalahannya.

Namun demikian, hal-hal yang berhubungan dengan sains seperti kimia, fisika, kedokteran dan teknik tetap dimasukkan ke dalam kurikulum di berbagai tahap pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan bergantung pada kelompok usia, juga dipelajari di studi pasca sarjana, yang semua itu boleh diambil dari sekolah dan universitas negara-negara lain. Hanya saja, materi yang tidak sesuai atau bertentangan dengan Islam seperti Teori Darwin, misalnya, tetap tidak boleh diajarkan sekalipun dengan dalih ilmu pengetahuan.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here