Terkait Ketersediaan Sumber Pangan Berkelanjutan - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Friday, July 24, 2020

Terkait Ketersediaan Sumber Pangan Berkelanjutan


Anwar Rosadi (Indonesia Change)

Kesejahteraan juga sangat terkait dengan ketersediaan sumber pangan yang berkelanjutan. Hal itu terkait dengan pertanian. Kondisi di era keemasan Islam juga tidak terlalu bergantung pada pribadi sang pengelola negara. Memang, ada sosok luar biasa seperti Khalifah Umar bin Abdul Azis yang tergolong langka. Namun, sebagai produk sebuah pendidikan Islam dalam sistem masyarakat yang diatur oleh syariah, sesungguhnya banyak alumni-alumni hebat yang mempesona dunia sehingga era Khilafah ini bertahan berabad-abad dan dakwah Islam cepat tersebar ke segala penjuru.

Kemajuan pemikiran Islam tergambar pada realitas bahwa mereka sudah memikirkan ekologi dan rantai makanan. Al-Jahiz, yang nama aslinya Abu Utsman Amr ibn Bahr al-Kinani al-Fuqaimi al-Basri (781-869), dalam Kitab al-Hayawan sudah berteori tentang adanya perubahan berangsur pada mahluk hidup akibat seleksi alam dan lingkungan.

Namun, revolusi pertanian yang sesungguhnya terjadi dengan berbagai penemuan lain: alat-alat untuk prediksi cuaca, peralatan untuk mempersiapkan lahan, teknologi irigasi, pemumpukan, pengendalian hama, teknologi pengolahan pasca panen hingga manajemen perusahaan pertanian. Kombinasi sinergis dari semua teknologi ini selalu menghasilkan akselerasi dan pada momen tertentu cukup besar untuk disebut "Revolusi Pertanian Muslim". Revolusi ini menaikkan panen hingga 100% pada tanah yang sama. Kaum Muslim mengembangkan pendekatan ilmiah yang berbasis tiga unsur: sistem rotasi tanaman; irigasi yang canggih; serta kajian jenis-jenis tanaman yang cocok dengan tipe tanah, musim dan jumlah air yang tersedia. Inilah cikal-bakal "precission agriculture".

Revolusi ini ditunjang juga dengan berbagai hukum pertanahan Islam sehingga orang yang memproduktifkan tanah mendapat insentif. Tanah tidak lagi dimonopoli kaum feodal. Tak ada lagi petani yang merasa dizalimi sehingga malas-malasan mengolah tanah. Negara juga menyebarkan informasi teknologi pertanian sampai ke para petani di pelosok-pelosok.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here