AS Menghadang Kebangkitan China - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, August 15, 2020

AS Menghadang Kebangkitan China


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

China terus menerapkan kebijakan pertahanan nasional di mana pertahanan menjadi pertimbangan utama. Kemampuan militer China yang terus berkembang menjadikan AS semakin waspada. 

Kebangkitan China hari ini menjadi dilema internasional utama bagi Amerika saat ini. Di bawah kepemimpinan Xi Jinping, China terus meningkatkan banyak hal yang memungkinkan Cina membangun ekonomi raksasa yang memuat kemungkinan riil untuk mengancam keunilateralan ekonomi AS di dunia. Ditambah lagi, belanja militer Cina yang meningkat drastis, yang melebihi total gabungan belanja militer Russia, Inggris dan Prancis.

Bahkan banyak program militer Cina bersifat rahasia. Karena semua itu, Cina telah menjadi perhatian utama bagi para politisi Amerika. Berbagai pernyataan para pejabat Amerika semuanya ditumpahkan dalam orientasi ini pada jangka waktu belakangan ini. Menteri pertahanan AS Ashton Carter beranggapan, Cina menaikkan kemungkinan militerisasi lebih lanjut. Ia mengatakan bahwa Amerika berada dalam transisi... "Washington – DPA: Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengatakan pada sebuah forum pertahanan di negara bagian California "setelah 14 tahun kontra-pemberontakan dan kontra-terorisme... kita berada di tengah-tengah tahapan transisi strategis untuk merespon tantangan keamanan yang akan mengancam masa depan kita”. Carter mengatakan bahwa Cina yang melakukan reklamasi di Laut Cina Selatan, meningkatkan prospek militerisasi lebih lanjut dan ancaman yang lebih besar dari salah perhitungan..." (Al–Quds Al-'Arabi, 08/11/2015). 

Amerika Serikat melakukan tindakan-tindakan semacam ini disebabkan pemahaman AS terhadap sejauh mana perhatian China untuk tidak membahayakan kepentingan Amerika Serikat. Dan hal itulah yang sebelumnya telah mendorong China menundukkan sekutunya, Korea Utara kepada apa yang didektekan oleh Amerika Serikat. Juga pemahaman Amerika Serikat bahwa China tidak akan dapat menghadapi langkah-langkah tersebut dengan tindakan serupa. Dalam perspektif ekonomi, volume ekspor Cina ke Amerika Serikat jauh melebihi proporsi impornya dari AS, yang dapat mendorong Cina untuk menerima pemerasan AS dari perhitungan Cina yang sebelumnya telah menunjukkan sejauh mana sempitnya cakrawala dan kesadaran politik China atas politik internasional dan mengungkapkan sejauh mana lemahnya kemauan politik China. Di mata Amerika, mereka yang mengorbankan sekutu demi uang akan mudah mengorbankan sejumlah uang untuk mempertahankan sisanya. Amerika Serikat juga memandang Uni Eropa terlalu lemah untuk menghadapi perekonomian paling kuat di dunia.

 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here