Berdaulat Penuh Atas Kekayaan Alam Milik Rakyat - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, August 12, 2020

Berdaulat Penuh Atas Kekayaan Alam Milik Rakyat


M. Firdaus (Stafsus FORKEI)

Sepanjang semester I/2020, PT Freeport Indonesia mencetak kenaikan produksi emas dan tembaga yang positif di tengah kondisi pandemi Covid-19. Berdasarkan laporan keuangan dan operasi kuartal II/2020 Freeport-McMoRan Inc., induk usaha Freeport Indonesia, tembaga yang dihasilkan Freeport Indonesia mencapai 321 juta pon sepanjang semester pertama tahun ini.

Realisasi tersebut naik 18,88 persen dibandingkan realisasi produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 270 juta pon. (bisnis.com, 24/7/2020)

Dalam konteks pengelolaan, dengan pengelolaan SDA yang melulu berorientasi ekspor dan cenderung melupakan kebutuhan dalam negeri, untung perusahaan berada di urutan pertama, baru disusul kesejahteraan rakyat. Itupun melalui jatah yang diperoleh pemerintah pusat dan daerah terlebih dulu, untuk kemudian disalurkan ke masyarakat.

Padahal, setiap kali isu pemerataan hasil kekayaan alam muncul, warga selalu ingat pasal 33 Undang-Undang Dasar Indonesia. Beleid itu mengamanatkan sumber daya alam harus dioptimalkan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat.

Lebih parah lagi, karena menyerahkan SDA pada perusahaan asing, pemerintah saat ini tidak terlihat ingin mengembangkan industri hulu di dalam negeri. Padahal pasokan bahan baku dari kekayaan alam, penting untuk penguatan industri hulu seperti semen dan kertas.

Dalam perspektif Islam, pemberian ijin operasi kepada PT Freeport dan sejensinya jelas menyalahi Islam. Dalam Islam, tambang yang berlimpah haram diserahkan kepada swasta, apalagi asing. Abyadh bin Hammal ra. menuturkan bahwa:

أَنَّهُ وَفَدَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَاسْتَقْطَعَهُ الْمِلْحَ – قَالَ ابْنُ الْمُتَوَكِّلِ الَّذِى بِمَأْرِبَ – فَقَطَعَهُ لَهُ فَلَمَّا أَنْ وَلَّى قَالَ رَجُلٌ مِنَ الْمَجْلِسِ أَتَدْرِى مَا قَطَعْتَ لَهُ إِنَّمَا قَطَعْتَ لَهُ الْمَاءَ الْعِدَّ. قَالَ فَانْتَزَعَ مِنْهُ

Ia pernah datang kepada Rasulullah saw., lalu meminta (tambang) garam. Ibn al-Mutawakkil berkata, "(Maksudnya tambang) yang ada di Ma'rib." Beliau kemudian memberikan tambang itu kepada dia. Ketika dia pergi, seseorang di majelis itu berkata (kepada Nabi saw.), "Apakah Anda tahu apa yang Anda berikan? Sesungguhnya Anda memberi dia (sesuatu laksana) air yang terus mengalir." Ibn al-Mutawakkil berkata, "Rasul lalu menarik kembali (tambang itu) dari dia (Abyadh bin Hamal)." (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi dan al-Baihaqi).

Islam menetapkan tambang adalah milik umum seluruh rakyat. Tambang itu harus dikelola langsung oleh negara dan seluruh hasilnya dikembalikan untuk kemaslahatan rakyat. Hanya dengan pengelolaan sesuai aturan syariah seperti itulah, kekayaan alam itu akan benar-benar menjadi berkah buat negeri ini dan penduduknya.

Karena itu, pemberian ijin ataupun perpanjangan ijin kepada swasta/asing untuk menguasai pengelolaan tambang, termasuk Freeport, jelas menyalahi Islam.

Sebagai ideologi, Islam bukan hanya berisi akidah, tetapi juga sistem kehidupan. Islam tidak saja menggariskan konsep (pemikiran), seperti akidah dan solusi atas berbagai problematika kehidupan, tetapi juga menggariskan metode yang khas dan unik. Metode untuk menerapkan, menjaga dan mengemban ideologi tersebut ke seluruh dunia.

Dengan ideologi Islam yang sempurna, didukung dengan sumber daya manusia yang mumpuni, baik di bidang politik, intelektual, ijtihad dan leadership, maka negara yang mengadopsi Islam sebagai ideologi suatu negara akan menjadi negara adidaya baru, menggantikan Amerika, Uni Eropa, Inggris, dan Rusia. Dengan modal yang sama, didukung dengan wilayah yang terbentang luas, meliputi 2/3 dunia, dan jumlah demografi yang sangat besar, yaitu 1,5 milyar jiwa, maka umat Islam bisa mandiri, tidak bergantung kepada negara-negara tersebut.

Dengan potensi tersebut, tentu negara-negara imperialis penjajah tidak akan membiarkan peradaban Islam mewujudkan misinya. Mereka pasti akan berusaha mati-matian mempertahankan cengkraman, paling tidak kepentingan mereka, di negeri kaum Muslim. Karena mereka sangat bergantung kepada dunia Islam, baik dari segi supplay energi, bahan mentah, sampai pasar. Namun, dengan ideologinya, dan kualitas sumber daya manusianya, negara yang mengadopsi Islam sanggup melepaskan diri dari setiap strategi yang mereka rancang.

 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here