Ibu Dan Bekal Ilmu - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, August 18, 2020

Ibu Dan Bekal Ilmu

 

Ainun D. N. (Muslimah Care) 


Seorang ibu harus betul-betul memahami ilmu yang akan disampaikan. Keahlian seorang ibu dalam menyampaikan materi pelajaran kepada anak, akan memberi  dampak positif terhadapnya. Karenanya Al Qur'an memberikan perhatian yang besar terhadap orang-orang yang berilmu. Firman Allah surat al Mujadalah; 11


يَرفَعِ اللَّهُ الَّذينَ ءامَنوا مِنكُم وَالَّذينَ أوتُوا العِلمَ دَرَجٰتٍ


Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.


Ilmu yang harus dikuasai seorang ibu bisa dikategorikan menjadi dua: Pertama, meliputi: ilmu untuk menuntun aktivitas keseharian anak, misalnya: bertanggung jawab, izin masuk rumah, cara berpakaian yang syar'i, cara membiasakan ibadah, berbagi dengan sesama manusia terutama yang fakir miskin, mengajak teman untuk berbuat baik, mncegah teman untuk berbuat munkar, dll. Kedua, ilmu yang menuntun kepada kepakaran dan keahlian, misalnya ibu mempersiapkan kurikulum pendidikan keluarga: penguasaan bahasa Arab dasar, Penguasaan hadits yang memperkuat keimanan dan nafsiyahnya dan lain-lain.


Ibu juga perlu selalu mengarahkan proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Pendidikan dalam pandangan Islam merupakan upaya sadar, terstruktur serta sistematis untuk mensukseskan misi penciptaan manusia sebagai hamba Allah yang senatiasa mentauhidkan-Nya dan hanya beribadah kepadaNya. Firman Allah :


وَما خَلَقتُ الجِنَّ وَالإِنسَ إِلّا لِيَعبُدونِ


Artinya : "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (TQS. Adz Dzariat[51]; 56)


Jadi tujuan pendidikan keluarga adalah terbentuknya kepribadian Islam atau seorang muslim yang selalu beribadah kepada Allah baik ibadah mahdhah/ghoiru makdhah, karena tugas hidup seorang muslim adalah beribadah kepada Allah. Artinya Seorang muslim dituntut untuk mengisi hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah dengan cara senantiasa melakukan aktifitas sesuai perintah Allah dan dengan niat ikhlash hanya karena Allah.


Dengan demikian dalam mendidik anak, ingat pada tujuan pendidikan keluarga yang telah kita tetapkan: kapan tujuan sudah tercapai targetnya, tahap demi tahap tujuan yang telah kita tetapkan, dan telah kita capai. Semuanya untuk menggapai tujuan yang telah kita tetapkan menjadi mufassir misalnya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here