Imamah Adalah Perkara Yang Wajib - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Tuesday, August 11, 2020

Imamah Adalah Perkara Yang Wajib


M. Nur Rakhmad, S.H.

Al khilafah adalah sistem pemerintahan yang digariskan oleh Allah SWT. dan diwariskan oleh Rasulullah saw. secara turun-temurun. Allah pun menjamin, bahwa Islam yang diemban oleh Nabi, dengan sistem pemerintahannya ini merupakan rahmat bagi alam semesta:

﴿وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ﴾

"Dan, Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), kecuali menjadi rahmat bagi seluruh alam." (QS. al-Anbiya' [21]: 107)

Makna rahmat[an] li al-'alamin dijelaskan oleh al-'Allamah al-Qadhi Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani (w. 1977 M) dengan, "Jalb al-mashalih wa daf'u al-mafasid" (Terwujudnya kemaslahatan dan tercegahnya kerusakan). Hanya saja, kerahmatan bagi seluruh alam ini bukan 'illat syara', tetapi hikmah. Karena ayat ini terkait dengan pengangkatan Nabi Muhammad saw. sebagai Rasul, maka konteks ayat ini sebenarnya terkait dengan syariat Islam secara utuh, yang meliputi akidah dan hukum syara'. Dengan kata lain, Islam sebagai rahmat[an] li al-'alamin ini bisa diwujudkan, jika akidah dan hukum Islam diterapkan secara menyeluruh dalam sebuah negara. Rahmat[an] li al-'alamin ini juga merupakan hasil dari penerapan Islam secara kaffah (Lihat, an-Nabhani, Muqaddimatu ad-Dustur, Juz I/58-59).

Para ulama' telah menyepakati wajibnya Khilafah, serta mengangkat seorang Khalifah. Pendapat mereka, antara lain:

Ibn Hajar (w. 852 H), mazhab Syafii, mengatakan:

وَأَجْمَعُوْا عَلىَ أَنَّهُ يَجِبُ نَصْبُ خَلِيْفَةٍ وَعَلىَ أَنَّ وُجُوْبَهُ بِالشَّرْعِ لاَ بِالْعَقْلِ.

 "Dan mereka [para ulama] telah sepakat bahwa wajib hukumnya mengangkat seorang khalifah dan bahwa kewajiban itu adalah berdasarkan syara' bukan akal." (Lihat, Ibn Hajar al-Asqalani, Fathu al-Bari, Juz XII/205).

Al-Imam ar-Ramli (w. 1004 H), mazhab Syafii, mengatakan:

يَجِبُ عَلىَ النَّاسِ نَصْبُ إِمَامٍ يَقُوْمُ بِمَصَالِحِهِمْ، كَتَنْفِيْذِ أَحْكَامِهِمْ وَإِقَامَةِ حُدُوْدِهِمْ… لِإِجْمَاعِ الصَّحَابَةِ بَعْدَ وَفَاتِهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ عَلىَ نَصْبِهِ حَتَّى جَعَلُوْهُ أَهَمَّ الْوَاجِبَاتِ، وَقَدَّمُوْهُ عَلىَ دَفْنِهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ تَزَلِ النَّاسُ فِيْ كُلِّ عَصْرٍ عَلىَ ذَلِكَ

"Wajib atas manusia mengangkat seorang Imam (Khalifah) yang menegakkan kepentingan-kepentingan mereka, seperti menerapkan hukum-hukum mereka (hukum Islam), menegakkan hudud mereka... Hal itu berdasarkan Ijma' Sahabat setelah wafatnya Nabi saw. mengenai pengangkatan imam hingga mereka menjadikannya sebagai kewajiban yang terpenting, dan mereka mendahulukan hal itu atas penguburan jenazah Nabi saw. Dan manusia senantiasa pada setiap masa selalu berpendapat demikian (wajib mengangkat Imam)." (Lihat, Syamsuddin ar-Ramli, Ghayatu al-Bayan, hal. ).

Al-Imam 'Ali as-Syaukani (w. 1250 H), mazhab Zaidiyyah, mengatakan:

فَصْلٌ يَجِبُ عَلىَ اْلمُسْلِمِيْنَ نَصْبُ إِمَامٍ: أَقُوْلُ قَدْ أَطَالَ أَهْلُ اْلعِلْمِ اْلكَلاَمَ عَلىَ هَذِهِ اْلمَسْأَلَةِ فِي اْلأُصُوْلِ وَاْلفُرُوْعِ... وقال: وَقَدْ ذَهَبَ اْلأَكْثَرُ إِلىَ أَنَّ اْلإِمَامَةَ وَاجِبَةٌ ...فَعِنْدَ اْلعِتْرَةِ وَ أَكْثَرِ اْلمُعْتَزِلَةِ وَ اْلأَشْعَرِيَّةِ تَجِبُ شَرْعاً

"Pasal: Wajib atas kaum Muslim mengangkat seorang Imam (Khalifah): Saya katakan sungguh para ulama telah membicarakan masalah ini dengan panjang lebar dalam perkara ushul dan furu'...." (Lihat,as-Syaukani, as-Sailu al-Jarar, Juz IV/hal. 503). Beliau juga mengatakan, "Mayorias ulama berpendapat Imamah itu wajib... maka menurut 'Itrah (Ahlul Bait), mayoritas Mu'tazilah, dan Asy'ariyah, [Imamah/Khilafah] itu wajib menurut syara'." (Lihat, as-Syaukani, Nailu al-Authar, Juz VIII/265).

As-Syaikh Dr. Wahbah Zuhaili mengatakan:

تَرَى اْلأَكْثَرِيَّةُالسَّاحِقَةُمِنْعُلَمَاءِاْلإِسْلاَمِوَهُمْأَهْلُالسُّنَةِوَالْمُرْجِئَةُوَالشِّيْعَةُوَاْلمُعْتَزِلَةُإِلاَّنَفَراً مِنْهُمْ، وَاْلخَوَارِجُمَا عَدَا النَّجْدَاتِ : ) أَنَّاْلإِمَامَةَأَمْرٌوَاجِبٌأَوْفَرْضٌمُحَتَّمٌ

"Mayoritas ulama Islam –yaitu ulama Ahlussunnah, Murji'ah, Syi'ah, dan Mu'tazilah kecuali segelintir dari mereka, dan Khawarij kecuali Sekte an-Najdat– berpendapat bahwa Imamah (Khilafah) adalah perkara yang wajib atau suatu kefardhuan yang pasti." (Lihat, Wahbah Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Juz VIII/272).

 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here